REPRESENTASI PEJABAT KORUP DALAM CERPEN “LELUCON PARA KORUPTOR” KARYA AGUS NOOR (KAJIAN SEMIOTIKA PEIRCE)

Natanael Ricky Putra, Karkono, Azizatuz Zahro’

Abstract


Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi pejabat korup dalam cerpen “Lelucon Para Koruptor” karya Agus Noor dengan menggunakan teori semiotika sastra yang dikemukakan Peirce. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan pemaparan hasil secara deskriptif. Cerpen ini dipilih karena memuat kritik sosial yang tajam terhadap para pejabat yang terlibat dalam praktik korupsi, dikemas melalui gaya satire dan lelucon yang menyindir. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi dan mengklasifikasikan tanda-tanda dalam cerpen berdasarkan tiga konsep utama dalam semiotika Peirce, yaitu representamen, referent (atau objek), dan interpretant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanda-tanda seperti penjara, pejabat, koruptor, dan lelucon dimaknai secara ironi dalam teks. Penjara yang sejatinya menjadi tempat hukuman justru digambarkan sebagai ruang bersenda gurau, pejabat yang seharusnya mengayomi rakyat diposisikan sebagai aktor utama dalam praktik korupsi, serta lelucon berfungsi sebagai sarana kritik dan sarkasme terhadap sistem hukum yang tumpul. Dengan demikian, penelitian ini merepresentasikan korupsi menjadi bagian dari kultur kekuasaan yang absurd dan manipulatif.

Kata Kunci: semiotika Peirce, representasi, korupsi, pejabat

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


ISSN: 2598-0653