PERUBAHAN MAKNA KATA SAPAAN ORANG TUA PEREMPUAN DALAM CORPORA INDONESIAN WEB MESIN KORPUS SKETCH ENGINE

Imanuella Anastasia Brigitha Carneliaputri Dewanty

Abstract


Bahasa terus berkembang mengikuti kondisi masyarakat bahasa. Saat bahasa berkembang, makna juga ikut berkembang. Sudah sering terlihat di televisi atau media sosial penggunaan kata sapaan orang tua perempuan yang tidak sesuai dengan makna aslinya. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menelusuri perubahan makna yang terjadi dalam kata sapaan untuk orang tua perempuan. Penelitian ini difokuskan pada (1) perubahan makna antara entri data dengan KBBI, (2) bentuk perubahan makna, dan (3) pola perubahan makna. Landasan teori yang digunakan adalah teori perubahan makna semantik yang dikemukakan oleh Ullmann. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kajian korpus dengan memanfaatkan mesin korpus Sketch Engine. Hasil penelitian menunjukkan (1) di antara entri kata Mbok, Ibu, Ibunda, Bunda, Bundo, Mama, Mamah, Mami, Umi, dan Mak yang diperiksa, hanya kata Mami dan Ibunda yang tidak mengalami perubahan makna, (2) bentuk perubahan yang ditemukan adalah perluasan makna (expansion), dan (3) ada dua pola perubahan yang ditemukan, yaitu pola umum (general pattern) dan pola khusus (specialized pattern).

Full Text:

PDF

References


Bunda. 2016. Pada KBBI Daring. Diambil 23 April 2023, dari https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/bunda

Djajasudarma, T. Fatimah. 1989. Semantik 2 Pemahaman Ilmu Makna. Bandung: Eresco.

Ibu. 2016. Pada KBBI Daring. Diambil 23 April 2023, dari https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/ibu

Ibunda. 2016. Pada KBBI Daring. Diambil 23 April 2023, dari https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/ibunda

Kustriyono, E. (2016). Perubahan makna dan faktor penyebab perubahan makna dalam media cetak. Jurnal Bahastra. Universitas Pekalongan, 35(2), 13-25.

Mak. 2016. Pada KBBI Daring. Diambil 23 April 2023, dari https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/mak

Mama. 2016. Pada KBBI Daring. Diambil 23 April 2023, dari https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/mama

Mamah. 2016. Pada KBBI Daring. Diambil 23 April 2023, dari https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/mamah

Mami. 2016. Pada KBBI Daring. Diambil 23 April 2023, dari https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/mami

Mbok. 2016. Pada KBBI Daring. Diambil 23 April 2023, dari https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/mbok

McEnery, T., & Hardie, A. (2012). Corpus linguistics: Method, theory and practice. Cambridge University Press.

Palmer, F.R. 1976. Semantic. A New Outline. Cambridge: Cambridge University Press.

Rajeg, G. P. W. (2020). Linguistik korpus kuantitatif dan kajian semantik leksikal sinonim emosi bahasa Indonesia. Linguistik Indonesia, 38(2), 123-150.

Saad, Nurul Huda Mohd. (2006). Perbandingan peluasan makna pasangan sinonim 'cantik-jelita': Analisis semantik kognitif.

Sidiq, N. A. B. (2016). Peluasan Makna Kata Nafi Bukan Dan Tidak: Analisis Korpus Bahasa: Language Corpus Analysis: the Extended Meanings of “Bukan” and “Tidak”. PENDETA, 7, 73-84.

Supadi, S. (2020, October). Perkembangan Makna sebagai Ajang Semantik. In Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra (pp. 76-83).

Ullmann, Stephen. 1972. Semantic: An Introduction to the Science of Meaning. Oxford: Blacwell.

Umi. 2016. Pada KBBI Daring. Diambil 23 April 2023, dari https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/umi

Zainal, A. (2014). Bundo Kanduang:(hanya) Pemimpin di Rumah (Gadang). Antropologi Indonesia.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


ISSN: 2598-0653