TINDAK TUTUR PEMUKA AGAMA TERHADAP SELF ESTEEM PARA JAMAAG MASJID AR-RAHIM DI ERA NEW NORMAL

Dyta Setiawati Hariyono, Istiqamah Istiqamah

Abstract


Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan tantangan untuk menguatkan iman dan taqwa seseorang, dan hal tersebut membuat manusia lebih memilih untuk menyibukkan diri dengan kegiatan duniawi. Semenjak era Covid-19, semua kegiatan sosial diberikan batasan, sehingga teknologi ikut berkembang memenuhi kebutuhan manusia yang pada saat itu harus melakukan pekerjaan dari rumah. Seiring berjalannya waktu, masyarakat menemui era normal baru, yakni kondisi yang akhirnya terbentuk setelah sekian lama terpapar virus Covid-19. Salah satu kajian yang dilakukan oleh pemuka agama di era normal baru untuk memberikan kajian agama adalah dengan tindak tutur, yaitu sebuah kegiatan menyatakan, bertanya, dan kalimat perintah untuk menyuruh, mengajak, dan memohon. Tindak tutur yang dilakukan oleh pemuka agama dalam memberikan kajian diharapkan mampu meningkatkan self esteem para jamaah. Oleh karena itu, tindak tutur dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui pengaruh tindak tutur terhadap self esteem jamaah di Masjid Ar-Rahim. Penelitian ini menggunakan metode campuran, yaitu menggunakan metode deskriptif kualitatif pada observasi lapangan dan wawancara pemuka agama, dan metode kuantitatif untuk mengukur tingkat self esteem jamaah. Hasil menunjukkan bahwa self esteem jamaah yang diberikan tindak tutur oleh pemuka agama masuk dalam kategori tinggi. Selain tindak tutur, pemuka agama juga menggunakan tindak tutur asertif, yaitu memberikan informasi tentang hadist dan juga informasi mendalam mengenai keagamaan

Kata kunci: tindak tutur, self esteem, normal baru, covid-19

 

Full Text:

PDF

References


Apriyanti, Dwi. (2015). Analisis Tindak Tutur Direktif dalam Novel Kadurakan Ing Kidul Dringu Karya Suparto Brata. Jurnal Humaniora. 6(3).

Baihaqi, M. (2016). Pengantar Psikologi Kognitif. Bandung: PT Refika Aditama.

Baumeister, R.F. dan Bushman, B.J. (2008). Social Psychology and Human Nature. Belmont,CA: Thomson Higher Education.

Kamila, I.I., dan Mukhlis. (2013). Perbedaan Harga Diri (Self Esteem) Remaja Ditinjau dari Keberadaan Ayah. Jurnal Psikologi. 9(2), 100-112.

Mizell, C., Andre, C., Ida, A., dan Keith, V.M. (2010). African Americans and Psychal Health : The Consequences of Self Esteem and Happiness. Journal of Black Studies. 40, 1189-1211.

Muslimah, Alfiana Indah dan Wahdah. (2013). Hubungan antara Attachment dan Self Esteem dengan Need of Achievement pada Siswa Madrasah Aliyah Negeri 8 Cakung Jakarta Timur. Jurnal Soul. 6(1).

Prastuti, Purwoko, dan Hariastuti. (2019). Overview of Self-Esteem in Adolescent Behavuor that do Self-Injury. Journal of Multicultural and Multireligious Understanding. 6(3).

Sumanto. (2014). Psikologi Umum: Untuk Mahasiswa, Dosen dan Masyarakat Umum. Yogyakarta: CAPS (Center of Academic Publishing Service).

Walgito, B. (2010). Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: CV Andi Offset.

Wijana, R. (2009). Analisis Wacana Pragmatik Kajian Teori dan Analisis. Surakarta.

Yumna P., dan Wiranty W. (2015). Tindak Tutur dalam Wacana Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata (sebuah tinjauan pragmatic). Jurnal Pendidikan Bahasa. 4(2).

Yule, G. (2016). Pragmatik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


ISSN: 2598-0653