REPRESENTASI KEINDAHAN WISATA ALAM MADURA DALAM CERPEN ROKAT TASE’ KARYA MUNA MASYARI: KAJIAN SASTRA PARIWISATA

Syaiful Rahman, Djoko Saryono, Karkono Karkono

Abstract


Abstrak: Sastra dan pariwisata memiliki hubungan resiprokal. Banyak karya sastra lahir karena terinspirasi oleh keindahan dan keunikan objek wisata. Sebaliknya, banyak tempat wisata semakin dikenal oleh wisatawan berkat informasi yang didapat dari karya sastra. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui representasi keindahan wisata alam Madura yang terdapat dalam kumpulan cerpen Rokat Tase’ karya Muna Masyari. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif dengan teori Sastra Pariwisata. Data dan sumber data pada berasal dari kumpulan cerpen Rokat Tase’ karya Muna Masyari. Data berupa kalimat yang merepresentasikan keindahan wisata alam Madura. Teknik pengumpulan data yakni dengan membaca berulang-ulang, menggarisi data yang terseleksi dan pencatatan data. Hasil temuan bahwa keindahan wisata alam Madura yang terdapat dalam cerpen Rokat Tase’ terlihat dari latar tempat cerita seperti pantai, bukit, dan sungai. Temuan lainnya yaitu gambaran wisata seni, adat, sejarah dan religi Madura dapat memungkinkan pembaca cerpen untuk melakukan kunjungan wisata.

Kata kunci: sastra pariwisata, wisata alam, Madura


Full Text:

PDF

References


Anderson, W. (2015). Cultural Tourism and Poverty Alleviation in Rural Kilimanjaro, Tanzania. Journal of Tourism and Cultural Change, August. https://doi.org/10.1080/ 14766825.2014.935387

Anoegrajeti, N., & Imawati, E. (2020). Sastra Pariwisata: Dari Legenda Sampai Banyuwangi Ethno Carnival. In N. Anoegrajeti, D. Saryono, & I. N. D. Putra (Eds.), Sastra Pariwisata (pp. 419–438). Penerbit PT Kanisius.

Anoegrajeti, N., Saryono, D., & Putra, I. N. D. (2020). Membangun Narasi yang Menginspirasi. In N. Anoegrajeti, D. Saryono, & I. N. D. Putra (Eds.), Sastra Pariwisata (pp. 14–18). PT Kanisius.

Baleiro, R., & Quinteiro, S. (2018). Key Concepts in Literature and Tourism Studies. Centro de Estudos Comparatistas.

Herbert, D. (2001). Literary Places, Tourism and The Heritage Experience. Annals OfTourism Research, 28(2), 101–122. https://doi.org/10.4324/9781315239248-14

Intan, T. (2021). Novel L ’ Homme Qui Voulait Être Heureux Karya Laurent Gounelle dalam Perspektif Kajian Pariwisata Sastra. Basastra, 9(2), 395–407.

Jenkins, I., & Lund, K. A. (2019). Literary Tourism: Conclusions and Practical Applications. In I. Jenkins & K. A. Lund (Eds.), Literary Tourism: Theories, Practice and Case Studies (pp. 179–184). CPI Group (UK). https://doi.org/10.1080/11745398.2020.1825974

Jiang, L., & Xu, H. (2016). The Growth of Literary Places in Ancient Town Tourism Destinations: Based on The Theories of Bourdieu, Danto and Dickie. Journal of Tourism and Cultural Change, 15(3), 213–228. https://doi.org/10.1080/14766825.2016.1148153

Jiang, L., & Yu, L. (2019). Consumption of A Literary Tourism Place: A Perspective of Embodiment. Tourism Geographies, 22(1), 127–150. https://doi.org/10.1080/14616688.2019.1586985

Mahsun, M. (2014). Metode Penelitian Bahasa. Rajawali Pers.

Marti, P., & Vander Houwen, E. B. (Ward. (2017). Poetry As a Cross-Cultural Analysis and Sensitizing Tool in Design. AI and Society, 34(3), 545–558. https://doi.org/10.1007/s00146-017-0721-8

Matthew, B. M., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. SAGE Publications.

Miller, J. H. (2011). On Literature: Aspek Kajian Sastra. Jalasutra.

Mithun, M. (2015). Discourse and Grammar. In D. Tannen, H. E. Hamilton, & D. Schiffrin (Eds.), The Handbook of Discourse Analysis: Vol. I (pp. 11–41). John Wiley & Sons.

Moleong, L. (2012). Metodelogi Penelitian Kualitatif. PT. Remaja Rosdakarya.

Olsen, S. H. (1987). The End of Literary Theory. Cambridge University Press.

Page, J. (2018). When Poetry and Phenomenology Collide. Journal of Aesthetics and Phenomenology, 5(1), 31–51. https://doi.org/10.1080/20539320.2018.1460113

Pasape, L., Anderson, W., & Lindi, G. (2014). Assessment of Indicators of Sustainable Ecotourism in Tanzania. Anatolia, 26(1), 73–84. https://doi.org/10.1080/13032917.2014.912244

Putra, I. N. D. (2019). Sastra Pariwisata: Pendekatan Interdisipliner Kajian Sastra dan Pariwisata. Seminar Nasional Inovasi Dalam Penelitian Sains, Teknologi, Dan Humaniora, 173–181.

Santa-cruz, F. G., & López-guzmán, T. (2017). Culture, Tourism and World Heritage Sites. Tourism Management Perspectives, 24(July), 111–116. https://doi.org/10.1016/j.tmp.2017.08.004

Smith, M. K. (2003). Issues in Cultural Tourism Studies. In Routledge. Routledge. https://doi.org/10.3938/jkps.71.579

Stebbins, R. A. (1996). Cultural Tourism As Serious Leisure. Annals of Tourism Research, 23(4), 948–950. https://doi.org/10.1016/0160-7383(96)00028-X

Sukardi. (2012). Metode Penelitian Pendidikan. PT. Bumi Aksara.

Tarigan, H. G. (1987). Pengajaran Wacana. Angkasa.

Teeuw, A. (2015). Sastra dan Ilmu Sastra. PT. Dunia Pustaka Jaya.

Wibawa, S. (2020). Sastra Pariwisata: Perjalanan Pengembangan Budaya. In N. Anoegrajeti, D. Saryono, & I. N. D. Putra (Eds.), Sastra Pariwisata (pp. 27–32). PT Kanisius.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


ISSN: 2598-0653