RELEVANSI NILAI BUDAYA LOKAL PADA CERPEN KYAI SEPUH KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA DENGAN PENGAJARAN SASTRA DI PERGURUAN TINGGI

Robby Cahyadi, Nunik Fahrul Arinda

Abstract


Abstrak:Nilai budaya lokal memuat konsep mengenai alam pikiran sebagian besar dari masyarakat dan biasanya dituangkan dalam suatu karya sastra. Karya sastra merupakan wujud dari eksistensi kehidupan yang ada di masyarakat walaupun hanya pada sisi tertentu. Karya sastra sebagai mimesis atau  tiruan dari kenyataan juga dapat menjadi medium yang memuat nilai-nilai budaya lokal tersebut. Salah satu karya sastra yang memuat nilai budaya lokal adalah cerpen Kyai Sepuh karya Seno Gumira Ajidarma. Penelitian ini bertujuan untuk  mendeskripsikan nilai budaya lokal yang terkandung dalam cerpen Kyai Sepuh karya Seno Gumira Ajidarma serta relevansinya dengan pengajaran sastra di perguruan tinggi. Penelitian ini ditempuh dengan metode deskriptif kualitatif . Obyek objek  penelitian ini adalah nilai budaya lokal yang terdapat dalam  cerpen Kyai Sepuh karya Seno Gumira Ajidarma dengan tinjauan  antropologi sastra. Data dalam  penelitian ini adalah paragraf     , kalimat, dan juga  kata yang mengandung nilai budaya lokal, yakni Jawa. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah cerpen Kyai Sepuh karya Seno Gumira Ajidarma. Teknik pengumpulan data menggunakan  teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Analisis data menggunakan  metode pembacaan heuristik dan hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat Nilai budaya lokal yang dalam cerpen Kyai Sepuh yang terwujud melalui dua aspek, yakni aspek  bersumber dari latar belakang pengarang dan aspek  latar belakang sosial budaya masyarakat sekitar pengarang     . Nilai budaya lokal yang terdapat dalam cerpen ini juga amat relevan dengan pengajaran sastra di perguruan tinggi, yaitu sebagai bahan ajar analisis unsur kebudayaan dalam karya sastra Indonesia.


Keywords: Nilai Budaya Lokal, Pengajaran Sastra, Cerpen Kyai Sepuh

Full Text:

PDF

References


Hidayati, P.P. (2015). Pedoman Penulisan Tesis. Bandung: Universitas Pasundan.

Koentjaraningrat. (1985). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Aksara Baru.

Lede, Yohanes Umbu. (2022). Membangun Sikap Moderasi Beragama melalui Penanaman Nilai Budaya Lokal Tama Umma Kalada. Jurnal: Ideas (Pendidikan, Sosial, dan Budaya). Volume: 8. Nomor: 1. Februari 2022. E-ISSN: 2656-940x. P-ISSN: 2442-367x.

Ning Hapsari, Theresia Pinaka Ratna. (2017). Nilai Budaya Lokal Dalam Cerpen Warung “Penajem” dan Relevansinya dalam Pengajaran Sastra di Perguruan Tinggi. Jurnal: Transformatika, Volume 1, Nomor 2. September 2017. ISSN: 2549-5941 (Print). ISSN: 2549-6271 (Online).

Rachim, Ryan L. dan H. Fuad Nashori. (2007). Nilai Budaya Jawa dan Perilaku Nakal Remaja Jawa (Java Cultural Value and Naughty Behavior Java Adolescent). Jurnal Ilmiah: Indigenous Berkala Psikologi. Vol. 9, No. 1, Mei 2007: 30-43.

Rachman, Rizki Abdillah dan Andi. (2022). Introducing the Local Cultural Values of the Tangerang Society through the Cisadane Festival. Jurnal Chronologia 2022. Vol. 3 No. 3. Hal. 132-150. http://dx.doi.org/ 10.22236/jhe.v3i3.8925 E-ISSN: 2686-0171.

Widianti, Ande Wina. (2017). Kajian Ekologi Sastra dalam Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2014 di Tubuh Tarra dalam Rahim Pohon. Jurnal: Diksatrasia. Volume 1. Nomor 2. Agustus 2017.

Winarsih, Krismonikasari. Dkk. (2022). Nilai-Nilai Budaya dalam Antologi Kunang-Kunang Cerita Rakyat Selakau Timur. Jurnal: Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa. Vol. 11. No. 2. ISSN: 2715-2723 (Online).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


ISSN: 2598-0653