PRAKTIK KEKERASAN SIMBOLIK DALAM RUMAH TANGGA PADA SERIAL WEB “LAYANGAN PUTUS”

Erawati Dwi Lestari, Adelia Savitri

Abstract


Abstract: Penelitian ini membahas bentuk-bentuk kekerasan simbolik dalam rumah tangga pada serial web “Layangan Putus” yang tayang di We TV. Jenis penelitian ini kualitatif dan memanfaatkan metode analisis wacana Sara Mills. Data dikumpulkan dengan teknik analisis teks dan studi literatur. Fokus dalam penelitian ini melihat bentuk dominasi tokoh laki-laki terhadap tokoh perempuan yang akhirnya melahirkan praktik kekerasan simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serial “Layangan Putus” menampilkan praktik kekerasan simbolik berbentuk; (1) dominasi laki-laki dengan cara memberi kewajiban kepada perempuan, (2) dominasi laki-laki melalui perilaku memanipulasi perempuan, serta (3) dominasi laki-laki dengan cara membungkam perempuan. Berbagai bentuk dominasi tersebut berujung pada kerugian fisik, psikis, seksual, dan ekonomi perempuan. Meskipun tokoh utama perempuan akhirnya mampu lepas dari praktik kekerasan simbolik dengan cara bercerai, namun praktik kekerasan simbolik tidak berhenti dan berlanjut pada tokoh perempuan lain. Hal ini menunjukkan bahwa kekerasan simbolik sulit diatasi karena dampaknya tidak terlihat seperti kekerasan biasa.

Keywords: kekerasan simbolik, dominasi, ideologi patriarki, serial web


Full Text:

PDF

References


Ammurabi, Syah Deva. (2020). Layanan Streaming, Makin Berjaya di Era Corona. alinea.id. https://www.alinea.id/bisnis/layanan-streaming-makin-berjaya-di-era-corona-b1ZT49xcZ.

Belenky, M.F. (1989). Knowing; The Development of Self, Voice and Mind. New York: Basic group Inc.

Bourdieu, P. (2001). Masculine Domination, (R. Nice, Ed.). California: Stanford University Press.

Dayanti, L. D. (2006). Potret Kekerasan Gender dalam Sinetron Komedi di Televisi. Jurnal Masyarakat, Kebudayaan Dan Politik, 19 (3), 15–34.

Dwizatmiko. (2010). Kuasa Simbolik Menurut Pierre Bourdie; Telaah Filosofis. Universitas Indonesia.

Eriyanto. (2001). Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta: LKiS.

Farlina, N. (2016). Representasi Kekerasan Simbolik terhadap Perempuan Betawi dalam Novel Kronik Betawi Karya Ratih Kumala. Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3 (1), 52–66.

Hamid, F. dan Budianto, H. (2011). Ilmu Komunikasi: Sekarang dan Tantangan Masa Depan. Jakarta: kencana.

Haryatmoko. (2010). Dominasi Penuh Muslihat; Akar Kekerasan dan Diskriminasi. Jakarta: Gramedia.

Heitmeyer, W. dan Hagan, J. (2005). International Handbook of Violence Research. Dordrecht: Kluwer Academic.

Kurniawan, B. (2022). Layangan Putus di WeTV Cetak Rekor, Satu Kali Tayangan Ditonton 15 Juta Kali. Portaljogja.com. https://portaljogja.pikiran-rakyat.com/entertainment/pr-253461545/layangan-putus-di-wetv-cetak-rekor-satu-kali-tayangan-ditonton-15-juta-kali-ini-fakta.

Langit, A. (2022). Tayang di TV, Layangan Putus Raih Rating Tinggi pada Penayangan Perdana. Parapuan. https://www.parapuan.co/read/533137185/tayang-di-tv-layangan-putus-raih-rating-tinggi-pada-penayangan-perdana.

Moleong, Lexy J. (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Novarisa, G. (2019). Dominasi Patriarki Berbentuk Kekerasan Simbolik Terhadap Perempuan Pada Sinetron. Bricolage: Jurnal Magister Ilmu Komunikasi, 5 (2), 195–211.

Pratama, C. D. (2020). Kekerasan: Definisi dan Jenis-Jenisnya. Kompas.com. https://www.kompas.com/skola/read/2020/11/25/144443669/kekerasan-definisi-dan-jenis-jenisnya?page=all.

Rakoczy, S. (2004). Religion and Violence: The Suffering of Women. Agenda, 18 (61), 29–35.

Sania, S. (2022). Belajar dari Serial Layangan Putus Atas Sifat Manipulatif Aris, Kenali Bahaya dan Ciri-cirinya. BantenRaya.com. https://www.bantenraya.com/entertainment/pr-1272362211/belajar-dari-serial-layangan-putus-atas-sifat-manipulatif-aris-kenali-bahaya-dan-ciri-cirinya.

Savitri, I. (2022). Layangan Putus dan Fenomena Web Series. Tempo: Majalah Berita Mingguan. https://majalah.tempo.co/read/sinema/165162/layangan-putus-dan-web-series-yang-makin-populer.

Sobari, T. (2011). Kekerasan Simbolik dalam Bahasa Lirik Lagu. Jurnal @artikulasi, 10 (1), 94–105.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


ISSN: 2598-0653