PEREMPUAN DAN KONSOLIDASI KEKUASAAN DALAM FILM ANIMASI “RAYA AND THE LAST DRAGON”

Adelia Savitri, Erawati Dwi Lestari

Abstract


Abstrak: Penelitian ini mengkaji film animasi “Raya and The Last Dragon” yang merekonstruksi femininitas disney princess. Film ini mencoba keluar dari stereotip Disney princess yang pasif dan menempati kelas dua dalam hierarkinya dengan sosok pangeran. Hal ini bukanlah yang pertama kali dilakukan Disney, mengingat rekonstruksi femininitas sudah mulai muncul dalam animasi “Brave”dan “Moana”. Namun demikian, “Raya and The Last Dragon” tidak sekadar menunjukkan konstruksi femininitas seorang putri melalui petualangan khas Disney, tetapi menghadirkan aspek kepemimpinan perempuan dan peran perempuan dalam konsolidasi kekuasaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana konstruksi femininitas yang dihadirkan melalui perannya sebagai pemimpin dan bagaimana strategi tokoh Raya dalam mengkonsolidasi kekuasaan yang terpecah belah dalam film animasi “Raya and The Last Dragon”. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif yang memanfaatkan konsep femininitas Friedan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa film animasi “Raya and The Last Dragon” membangun konstruksi femininitas melalui kehadiran tokoh-tokoh anak perempuan yang memiliki kemampuan dan keberanian untuk menyelamatkan negaranya. Kepemimpinan perempuan yang ditunjukkan dalam film ini, mencoba keluar dari stereotip pemimpin perempuan pada umumnya yang dianggap lebih emosional dibanding kepemimpinan laki-laki. Melalui kepemimpinannya, tokoh perempuan dalam film ini mampu mengkonsolidasi kekuasaan yang sebelumnya terpecah belah. Dengan demikian, sebagai film animasi, “Raya and The Last Dragon” menghadirkan nilai-nilai pada anak-anak bahwa potensi kepemimpinan perempuan dapat setara dengan kepemimpinan laki-laki.

Keywords: femininitas,film anak, gender, perempuan, dan kekuasaan

Full Text:

PDF

References


REFERENCES

Biasini, N. (2019). Pergeseran representasi feminitas dalam film animasi disney princess. WIdyakala: Journal of pembangunan jaya university, 5(2), 111-122.

Fathanah, I., Framesthia, L. M., Mujahadah, S. S., & Pitriani, M. (2022). Raya and the last dragon: Representation of southeast asian culture in film. Cinematology: Journal anthology of film and television studies, 2(2).

Fatimatuzzahra, K. S., & Setiansah, M. (2021). Representasi perempuan dalam film raya and the last dragon (Analisis wacana Jager dan Maier). JRK (Jurnal riset komunikasi), 12(2), 148-163.

Freidan, Betty. (1974). The feminine mystique. New York: Dell.

Hartono, R. (2021). Kepemimpinan perempuan di era Globalisasi. Jurnal pancasila dan kewarganegaraan (JUPANK), 1(1), 82-99.

Liu, Y., & Yang, M. (2021). The transformation of female images in disney animated films from the 20th to the 21st century in the context of the american feminist movement. In 2021 4th international conference on humanities education and social sciences (ICHESS 2021) (pp. 1034-1039). Atlantis Press.

Miranti, I., & Frijuniarsi, N. (2015). Evaluasi nilai-nilai pendidikan karakter dalam film frozen produksi walt disney. Deiksis, 6(02), 101-114.

Nugroho, Kris. (2001). Konsolidasi demokrasi. Masyarakat, kebudayaan, dan politik, 14 (2), 25-34.

Oakley, A. (1972). Sex, gender, and society. London: Temple Smith.

Pratama, D. R., & Ardoni, A. (2018). Pembuatan film animasi sebagai media pendidikan literasi bagi anak sekolah dasar. Ilmu informasi perpustakaan dan kearsipan, 7(2), 1-11.

Sarwindah, A. A. S. S., & Sihombing, L. H. (2022). Representation of iconic culture in southwest asian in “Raya and the last dragon. Haluan sastra budaya, 6(1), 19-39.

Wardah, S. K., & Kusuma, R. S. (2022). Semiotic analysis of women’s representation in the animated disney film raya and the last dragon. In international conference on community empowerment and engagement (ICCEE 2021) (pp. 176-186). Atlantis Press.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


ISSN: 2598-0653