KEKERABATAN BAHASA JAWA DAN BAHASA SUNDA: KAJIAN LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF
Abstract
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bahasa Jawa dan Bahasa Sunda memiliki tingkat kekerabatan sebesar 42%. Persentase ini cukup tinggi untuk mengindikasikan adanya hubungan dekat, meskipun tidak mencerminkan kesamaan mutlak. Temuan tersebut sekaligus mendukung hipotesis bahwa kedua bahasa berada dalam satu subkelompok yang relatif berdekatan di bawah rumpun Austronesia jika dibandingkan dengan bahasa daerah lain.
Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pemetaan linguistik daerah di Indonesia. Selain itu, hasilnya juga mendukung upaya pelestarian bahasa-bahasa lokal yang kian terdesak oleh dominasi bahasa nasional maupun global, serta dapat menjadi rujukan dalam pengembangan kajian linguistik, kurikulum pendidikan bahasa, dan kebijakan kebudayaan nasional.
Full Text:
PDFReferences
Daftar Pustaka
Afria, R., Sanjaya, D., & Tiara, M. (2020). Leksikostatistik dan Grotokronologi Bahasa Melayu Palembang, Basemah Lahat, Basemah Pagaralam, dan Kayuagung: Kajian Linguistik Historis Komparatif. MADAH: Jurnal Bahasa dan Sastra, 11(1), 27–42.
Dyen, I. (1963). The Lexicostatistical Classification of The Austronesian Languages. Yale University.
Ino, L. (2015). PEMANFAATAN LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATAIF DALAM PEMETAAN BAHASA-BAHASA NUSANTARA. Retorika: Jurnal Ilmu Bahasa, 1(2), 365–351.
Keraf, G. (1996). Linguistik Bandingan Historis (ketiga). PT Gramedia Pustaka Utama.
Lailiyah, N., & Wijayanti, F. I. (2022). KEKERABATAN BAHASA JAWA, BALI, DAN BIMA: PERSPEKTIF LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF. Linguitsik Indonesia, 40(2), 327–345.
Muljana, S. (2017). Asal Bangsa dan Bahasa Nusantara. LKIS.
Rajagukguk, D. L. (2023). KEKERABATAN BAHASA – BAHASA BATAK: KAJIAN LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF [Tesis]. Universitas Sumatera Utara.
Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan R&D (kedua). Alfabeta.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
ISSN: 2598-0653