Uji Cemaran Mikroba Jamu Saintifik Gangguan Lambung sebagai Sediaan Obat Tradisional

Lailatul Mufarikhah, Siti Mudaliana, Ratna Juwita

Abstract


Jamu saintifik adalah jenis produk jamu yang telah terbukti secara ilmiah melalui penelitian yang berbasis kesehatan. Salah satu penggunaan jamu saintifik adalah untuk mengobati penyakit gangguan lambung. Gangguan lambung merupakan kondisi medis yang berupa peradangan pada lapisan lambung. Perlu dilakukan pemenuhan standar pada jamu racik terkait keamanan dan mutu mikrobiologisnya agar aman dikonsumsi. Angka lempeng total (AKK) dan angka kapang khamir (AKK) digunakan untuk melakukan pengujian mikrobiologis pada sampel jamu racik. Preparasi sampel, persiapan media, sterilisasi alat, perhitungan angka lempeng total (ALT) dan angka kapang khamir (AKK) merupakan bagian tahapan dari penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cemaran mikroba berupa nilai ALT dan AKK pada jamu saintifik gangguan lambung yang diproduksi oleh UPT Laboratorium Herbal Materia Medika Batu. Pengujian cemaran mikroba mengacu pada peraturan BPOM No 32 Tahun 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ALT adalah 1,12×105 CFU/g dan nilai AKK adalah 10 CFU/g. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian dapat dikatakan bahwa jamu saintifik yang diproduksi oleh UPT Laboratorium Herbal Materia Medika Batu dapat sudah memenuhi syarat keamanan dan mutu Peraturan BPOM No 32 Tahun 2019 sehingga dapat digunakan sebagai jamu untuk meredakan gangguan lambung.

Full Text:

XML

References


Lestari E. dan Lagiono, “Pemanfaatan Tanaman Sebagai obat oleh masyarakat desa karang dukuh kecamatan belawang kabupaten barito kuala,” Jurnal Hayati, vol. 4, no. 3, pp 114-119. 2018.

Yasir, Muhammad dan Asnah, “Pemanfaatan Jenis Tumbuhan Obat Tradisional di Desa Batu Hamparan Kabupaten Aceh Tenggara,” Jurnal Biotik, vol. 6, no. 1, pp 17-34. ISSN: 2337-9812. 2018.

Badan Pengawas Obat dan Makanan, “Kriteria dan Tata Laksana Obat Bahan Alam”. 2023.

Pratiwi R, Saputri F, Nuwarda R, “Tingkat Pengetahuan Dan Penggunaan Obat Tradisional Di Masyarakat: Studi Pendahuluan Pada Masyarakat Di Desa Hegarmanah, Jatinangor, Sumedang,” Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat, vol. 7, no. 2, pp 97-100. 2018. doi: 10.24198/ dharmakarya.v7i2.19295

Kemenkes Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. “Jamu, Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka”. 2023.

Gunarti, Neni S., Lia Fikayuniar, Eko Sri Wahyuningsih, “Penyuluhan Manfaat Jamu Untuk Kesehatan Bagi Masyarakat Dan Pelajar Di Kabupaten Karawang,” Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 4 no, 2. 2023.

Serdilla, R., Noer Sarifah Ainy, Nestiyanto Hadi, “Pengetahuan Akan Manfaat Tanaman Obat Sebagai Bahan Jamu Tradisional Kelurahan Tirtajaya Depok,” Sintesa: Jurnal Ilmu Pendidikan, vol. 17, no. 2, pp 96-102. 2022.

Andriati dan Wahjudi, “Tingkat Penerimaan Penggunaan Jamu Sebagai Alternatif Obat Modern,” Jurnal Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, vol. 29, no. 3, pp 133-145. 2016.

Kementerian Kesehatan RI, “Kinerja Program Saintifikasi Jamu. Jakarta: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT), Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan”. 2013.

Kementerian Kesehatan RI. “Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Tentang Saintifikasi Jamu Dalam Penelitian Berbasis Pelayanan Kesehatan”. 2010.

Saikhu, A., “Laporan Kinerja Balai Besar Penelitian & Pengembangan Tanaman Obat & Obat Tradisional”. Tawangmangu. 2021.

Medić, B., Babić, Ž., Banić, M., & Ljubičić, L., “Modern Approach To Dyspepsia,” Acta clinica Croatica, 60 (4), 731–738. 2021.

Stanghellini V, Chan FK, Hasler WL, et al., “Gastroduodenal Disorders,” Gastroenterology, 150:1380-1392. 2016.

Putri1 et al., “Hubungan Karakteristik Individu, Pola Makan, Dan Stres Dengan Kejadian Dispepsia Pada Mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas Jambi Angkatan 2018,” Journal of Medical Studies, vol. 2, no. 1. 2021.

Buku “Sebelas Ramuan Jamu Saintifik: Pemanfaatan Mandiri Oleh Masyarakat,” Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Jakarta: 2019. Halaman 25-28.

Elfahmi, Woerdenbag HJ, Kayser O., “Jamu: Indonesian Traditional Herbal Medicine Towards Rational

Phytopharmacological Use,” J. Herb. Med, 4, 51–73. 2014.

Badan pengawas Obat Dan Makanan, “Peraturan Badan pengawas Obat Dan Makanan Nomor 32 tentang persyaratan keamanan dan mutu obat tradisional”. 2019.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, “Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia NOMOR:661/MENKES/SK/VII/19 94 Tentang Persyaratan Obat Tradisional”, Jakarta, 17-18. 1994.

Kadek Dwi Amba Rahayu. Uji Angka Kapang Khamir dan Identifikasi Aspergillus Species Pada Jamu Kunyit I Denpasar Selatan. Jurnal Meditory, 7 (1), 17-26. 2019

Tivani, Inur, “Uji Angka Lempeng Total (ALT) Pada Jamu Gendong Temu Ireng Di Desa Tanjung Kabupaten Brebes, Jurnal Para Pemikir, vol. 7, no. 1. 2018.

Palupi, Charlis dan Alfiyah Nurhayati, “Uji Cemaran Mikroba Pada Infus Sesudah Pakai Dengan Metode Angka Lempeng Total (ALT) Dan Angka Kapang Khamir (AKK) Di Rumah Sakit “Y” Di Ponorogo”. Jurnal MEDFARM: Farmasi dan Kesehatan, vol. 8, no. 1, pp 26-31. 2019.

Irianto, Koes, “Mikrobiologi: Menguak Dunia Mikroorganisme Jilid I,” Bandung: Yrama Widya. 2002.

Negash D, “A Review of Aflatoxin: Occurrence, Prevention, And Gaps in Both Food and Feed Safety,” J Nutr Health Food Eng. 8 (2): 190-197. 2018.

Guiné, R, “The Drying of Foods and its Effect on the Physical-chemical, sensorial and Nutritional Properties,” International Journal of Food Engineering, 2 (4), 93-100. 2018.

Sitoresmi, I., Sujiman, S. and Maksum, A., “Aplikasi Keamanan Pangan dan Teknologi Pengemasan Produk Jamu Alona Guna Peningkatkan Kinerja Produk,” Jurnal Ilmiah Pangabdhi, vol. 5, no. 1. 2019.

Darminto et al., “Indentifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Potensial Menghambat Pertumbuhan Bakteri Aeromonas hydrophyla dari Kulit batang Tumbuhan Aveccennia spp, Jurnal Chemica, vol. 10, no. 2. 2009.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.