PROMOSI KESEHATAN MELALUI MEDIA SOSIAL SEBAGAI STRATEGI EDUKASI DIGITAL PANDEMI COVID-19
Abstract
Indonesia masih dihadapi dengan pandemi Covid-19. Penyebaran virus Covid-19 akan terus meningkat apabila masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Berdasarkan data yang dimuat di laman resmi satgas Covid-19 (30/05/2021) melaporkan bahwa kasus positif Covid-19 sebanyak 1.816.041 orang, sembuh 1.663.998, orang dan meninggal 50.404 orang. Masyarakat masih banyak yang belum mematuhi protokol kesehatan yang berlaku di Indonesia seperti menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Promosi kesehatan dalam penanganan Covid-19 sangat penting dilakukan untuk mengurangi jumlah kasus Covid-19 dan memutus mata rantai penyebaran virus corona. Seiring dengan kemajuan teknologi di revolusi industri 4.0 masyarakat Indonesia sudah banyak yang memanfaatkan media digital untuk mendapatkan informasi secara luas. Dirangkum KompasTekno dari We Are Social, Selasa (23/2/2021), waktu yang dihabiskan orang Indonesia untuk mengakses internet dan sosial media per hari rata-rata yaitu 8 jam 52 menit. Hal ini dapat dimanfaatkan sebagai strategi cara promosi dan sosialisasi kasus penyebaran Covid-19 melalui media sosial. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan data dari masyarakat melalui kuesioner, kegiatan promosi dan sosialisasi kesehatan Covid-19 melalui sosial media lebih efektif dan mudah diakses oleh masyarakat dibandingkan dengan promosi kesehatan melalui media cetak seperti poster yang ditempel dan belum tentu dibaca oleh masyarakat. Beberapa media sosial yang sering digunakan masyarakat untuk mengakses informasi promosi kesehatan adalah Instagram, Facebook, dan WhatsApp.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.