Edukasi dan Pelatihan Penerapan Proses Pengolahan Batik Sujo “Zero-Waste” Melalui Pemanfaatan Mikoremediasi
Abstract
Desa Sumberejo merupakan salah satu desa binaan Universitas Negeri Malang yang berada di Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang. Salah satu potensi Desa Sumberejo yang tengah dikembangkan adalah industri rumahan pembuatan kain batik, yang dikenal dengan Batik Sujo. UMKM Batik Sujo memproduksi 30 potong kain batik per bulan, dan setiap produksinya menghasilkan limbah, khususnya limbah cair. Limbah cair berpotensi tinggi mengandung senyawa organik dan logam berat, sehingga dapat menimbulkan pencemaran jika dibuang langsung ke lingkungan. Sosialisasi dan penerapan mengenai transfer teknologi bioremediasi limbah cair batik Sujo menggunakan teknik mikoremediasi perlu dilakukan. Tujuan kegiatan ini untuk mengedukasi dan memberikan pelatihan pengolahan batik sujo tanpa menghasilkan limbah cair (zero-waste) melalui pemanfaatan mikoremediasi kapang pelapuk kayu. Efisiensi bentuk pengolahan ini dapat menghasilkan produk bermanfaat seperti media tanaman hias. Metode pengabdian dilakukan melalui tiga tahap yaitu edukasi, pelatihan, evaluasi. Ketiga tahapan tersebut dihimpun melalui data primer dan sekunder, dengan subjek para Pengrajin Batik Sujo sebanyak 8 peserta. Hasil survei pengabdian menunjukkan para peserta pengrajin batik sujo desa Sumberejo dapat memahami pemanfaatan mikoremediasi untuk dapat diterapkan dalam mengolah limbah cair menjadi media tanaman hias. Selain itu, hasil survei pelatihan pemanfaatan kapang pelapuk kayu sebagai mikoremediasi limbah cair batik sujo menjadi media tanaman hias dinilai efisien dan efektif dalam menanggulangi limbah cair pembuatan batik sujo. Teknik mikoremediasi terbukti efektif dalam mengelola limbah cair batik sujo menjadi zero-waste. Namun, dibutuhkan pengembangan lebih lanjut agar teknik mikoremediasi dengan menggunakan kapang pelapuk kayu dapat diaplikasikan dengan baik di masyarakat.
Kata kunci: Limbah cair; Batik Sujo; Mikoremediasi
Full Text:
PDFReferences
Božič, M., & Kokol, V. (2008). Ecological alternatives to the reduction and oxidation processes in dyeing with vat and sulphur dyes. Dyes and Pigments, 76, 299–309.
Jebapriya, R., & Gnanadoss, J., Joel. (2013). Bioremediation of textile dye using white rot fungi: A Review. International Journal of Current Research and Reviews, 05.
Senthilkumar, S., Perumalsamy, M., & Janardhana Prabhu, H. (2014). Decolourization potential of white-rot fungus Phanerochaete chrysosporium on synthetic dye bath effluent containing Amido black 10B. Journal of Saudi Chemical Society, 18, 845–853.
Susanti, E., Sanjaya, E. H., Wulandari, R., Artasasta, M. A., Nafasari, Z., Pahlevi, M. R., … Yuliana, S. (2022). Pengaruh Sosialisasi Bahaya dan Cara Pengelolaan Limbah Batik Terhadap Tingkat Pemahaman Pembatik Desa Sumberejo. Jurnal Pengabdian Masyarakat Biologi Dan Sains, 1, 65–71.
Refbacks
- There are currently no refbacks.