Pelatihan Meningkatkan Pengetahuan dan Manfaat Bahan Herbal sebagai Pengobatan Alternatif kepada Ibu-ibu PKK Desa Kuningan Kabupaten Blitar

Budi Kamulyan, Lukman Hakim, Zubaidah Ningsih

Abstract


Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan manfaat ramuan herbal sebagai pengobatan alternatif, memberikan contoh tentang manfaat ramuan herbal, dan mendorong masyarakat untuk mengintegrasikan pengobatan herbal dalam kehidupan sehari-hari. Ramuan Sapujagat Praktis (temu mangga, lengkuas, kencur, bunga lawang, serai, pulosari, kapulogo, bawang merah) dan Badarmomolo Praktis (temu mangga, lengkuas, bunga lawang, pulosari, kapulogo, daun sembung, adas manis, biji kemukus) yang diproduksi PT Sankara Sehat Sejahtera Badung dikemas dalam bentuk ramuan celup agar lebih praktis, higienis, dan mudah dikonsumsi secara rutin. Pelatihan diikuti 40 ibu-ibu PKK; sebelum dan setelah penyampaian materi, peserta diminta mengisi kuisioner evaluasi dengan lima pertanyaan utama terkait peningkatan pengetahuan, pemahaman manfaat, kepercayaan terhadap pengobatan herbal, serta persepsi tentang efek preventif jamu. Hasil dianalisis secara deskriptif. Peningkatan prosentase evaluasi terhadap lima pertanyaan utama berkisar 8–43%. Persepsi positif peserta terhadap konsumsi rutin ramuan Sapujagat Praktis dan Badarmolo Praktis menunjukkan potensi pemanfaatan ramuan ini dalam upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat, terutama dalam penguatan imunitas, pengendalian gula darah, serta dukungan fungsi hati dan ginjal. Pelatihan ini berhasil memberikan informasi berbasis bukti yang mendalam mengenai manfaat ramuan herbal, yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penggunaan obat tradisional yang aman dan efektif dalam menjaga kesehatan.

Full Text:

PDF

References


BRIN. (2023). Hasil riset ungkap pengobatan tradisional jadi pilihan masyarakat urban modern. Tautan: https://www.brin.go.id/news/112284/hasilriset-ungkap-pengobatan-tradisional-jadipilihan-masyarakat-urban-modern

Cahyono, M. I. (2022). Panduan Rakyat Indonesia Melawan Pandemi Covid-19 dan Penyakit Virus Selanjutnya (Cetakan ke-3). Bogor: Moeka Publishing.

Fadilah, & Prasetyo, A. (2022). Aktivitas antioksidan dan antibakteri ekstrak bawang merah (Allium cepa). Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian, 9(1), 1–8.

Hidayat, T. (2019). Aktivitas antimikroba ekstrak lengkuas (Alpinia galanga) terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Jurnal Ilmu Kefarmasian, 7(2), 123–130.

Kurniawan, B., et al. (2020). Efek kurkuminoid dalam kunyit terhadap sistem imun. Jurnal Farmasi Herbal, 12(1), 45–56.

Lestari, D., & Hidayah, A. (2019). Antioksidan dalam temumangga sebagai pelindung sel. Jurnal Biomedik, 15(2), 78–89.

Mulyani, S. (2018). Aktivitas antiinflamasi dan peningkat daya tahan tubuh ekstrak kunir (Curcuma longa). Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian, 5(1), 1–7.

Pathak, S., Fithria, R. S., Hariyadi, D. M., & Pathak, Y. (2020). Preventive management strategies in ageing populations using natural products as immunity boosters. Current Trends in Pharmaceutical Research, 7(1), 15–33. https://doi.org/10.4324/9781315683416-46

Putri, W., et al. (2022). Quercetin dalam bawang merah untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Jurnal Kesehatan Herbal, 20(4), 67–79.

Rahayu, S., & Saputra, A. (2017). Aktivitas temumangga (Curcuma mangga) sebagai penjaga kesehatan pencernaan. Jurnal Ilmu Kefarmasian, 5(1), 1–6.

Rahmawati, S., et al. (2021). Efek antibakteri lengkuas terhadap bakteri patogen saluran pencernaan. Jurnal Mikrobiologi, 18(3), 112–123.

Setiawan, A. (2021). Aktivitas kulit pulosari (Alyxia stellata) sebagai antidiare. Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian, 8(1), 1–7.

Suryani, L. (2020). Aktivitas antiseptik bunga pekak (Illicium verum). Jurnal Ilmu Kefarmasian, 8(2), 131–138.

Wijayanti, A. (2021). Ramuan herbal sebagai peningkat imunitas tubuh. Jurnal Kesehatan, 12(1), 1–6.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.