Varian Decaf Coffee Melalui Fermentasi untuk Peningkatan Pengelolaan Kopi di Desa Benjor

Ilham Abdul Haq, Muh Ade Artasasta, Norman Yoshi Haryono, Evi Susanti, Fakhren Nukha Zalfa, Muhammad Naufal Sakha Nararya, Hedmy Keisyakhanti Suryandini, Isma Riyan Krisnanda, Muhammad Haykal Ikram, Fahrizal Ryuzen, Naila Nur Alifah

Abstract


Penurunan produksi biji kopi di Desa Benjor, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, menjadi tantangan bagi keberlanjutan ekonomi masyarakat setempat. Desa ini dikenal dengan komoditas kopi seperti robusta, excelsa, liberica, dan arabica. Namun, pengelolaan biji kopi masih terbatas, yang menyebabkan varian kopi yang dihasilkan juga terbatas. Inovasi produk kopi, seperti Decaf Coffee melalui fermentasi asam laktat, diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual biji kopi lokal. Penggunaan bakteri asam laktat dalam proses fermentasi memungkinkan pengurangan kadar kafein, sehingga kopi menjadi lebih aman untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes, hipertensi, dan masalah pencernaan. Program pengabdian masyarakat yang dilakukan melibatkan pendampingan dan pelatihan kepada warga desa dalam produksi dan pengemasan Decaf Coffee. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat Desa Benjor dalam mengelola biji kopi, serta potensi komersialisasi produk Decaf Coffee sebagai produk unggulan desa. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam menciptakan pekerjaan yang layak dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Kata kunci— pengabdian masyarakat, pengolahan kopi, decaf coffee, fermentasi asam laktat

Full Text:

PDF

References


S. Thamrin and L. Aulia, “Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kopi arabika di Kabupaten Bantaeng,” Prosiding Seminar Nasional Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan, vol. 2, pp. 317–328, Dec. 2021.

Maciej Serda et al., “Fermentasi kopi robusta (Coffea canephora) menggunakan isolat bakteri asam laktat dari feces luwak dengan perlakuan lama waktu inkubasi,” Jurnal Akademika Biologi, vol. 4, no. 3, pp. 31–40, Aug. 2015, doi: 10.2/JQUERY.MIN.JS.

E. Novita, R. Syarief, E. Noor, and D. S. Mulato, “Peningkatan mutu biji kopi rakyat dengan pengolahan semi basah berbasis produksi bersih,” Jurnal Agroteknologi, vol. 4, no. 01, pp. 76–90, Jan. 2010.

Umakanthan and M. Mathi, “Decaffeination and improvement of taste, flavor and health safety of coffee and tea using mid-infrared wavelength rays,” Heliyon, vol. 8, no. 11, p. e11338, Nov. 2022, doi: 10.1016/J.HELIYON.2022.E11338.

H. Izzati, J. Jalaluddin, Z. Ginting, E. Kurniawan, and S. Sulhatun, “Pengaruh waktu fermentasi terhadap mutu kopi menggunakan bakteri asam laktat dari yakult,” Chemical Engineering Journal Storage (CEJS), vol. 2, no. 3, pp. 61–74, Aug. 2022, doi: 10.29103/CEJS.V2I3.6596.

S. Sudarti, S. Bektiarso, A. Harijanto, Y. Yushardi, T. Prihandono, and S. Sumardi, “Fermentation method with the help of Extremely Low Frequency (ELF) magnetic field radiation to support luwak coffee superior products in Sidomulyo Village, Silo District, Jember Regency, East Java,” Unram Journal of Community Service, vol. 3, no. 3, pp. 101–104, Sep. 2022, doi: 10.29303/UJCS.V3I3.281.

N. Hanifah and D. Kurniawati, “Pengaruh larutan alkali dan yeast terhadap kadar asam, kafein, dan lemak pada proses pembuatan kopi fermentasi,” Jurnal Teknologi Kimia dan Industri, vol. 0, no. 0, pp. 162–168, 2013.

Y. Gunes and G. Aktas, “Enjoy or quit: impact of coffee on cardiac and metabolic health,” Cardiol Plus, 2024, doi: 10.1097/CP9.0000000000000092.

J. Depaula and A. Farah, “Caffeine Consumption through Coffee: Content in the Beverage, Metabolism, Health Benefits and Risks,” Beverages 2019, Vol. 5, Page 37, vol. 5, no. 2, p. 37, Jun. 2019, doi: 10.3390/BEVERAGES5020037.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.