KEBAHAGIAAN WANITA PADA PERNIKAHAN MUDA TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI KECAMATAN NGUNUT KABUPATEN TULUNGAGUNG

Sal Shabila Ayumas Puteri

Abstract


Abstract

The psychological, mental, mental and physical dynamics experienced by early-late teens, aged 12-21 years, are very diverse and fluctuating, which is very likely to affect authentic happiness while running a household, sometimes it is not easy and faces many problems. A harmonious and happy home life certainly affects the pattern of future life. Happy married couples will affect the mindset, behavior, and lives of children. A child must grow and develop healthily and most importantly be free from stunting. The aim of this research was to determine the level of happiness of women in young marriages on the incidence of stunting. This research used quantitative methods cross sectional. Measurement of happiness used the Authentic Happiness Inventory questionnaire reference instrument owned by Martin Seligman by submitting 25 statements to 10 female respondents who were married at a young age in Kaliwungu Village, Ngunut Sub-District, Tulungagung District. Measurement results got as many as 2 people with moderate authentic happiness and 8 people with high levels of authentic happiness. It is advisable to carry out cross-sector collaboration by carrying out promotive and preventive activities related to preventing early or too young marriage so that it does not have a long-term impact on child care patterns that can lead to stunting.

 

 

Keywords: Happiness; Marriage; Young Woman

 

Abstrak

Dinamika psikologis, mental, dan fisik yang dialami remaja awal hingga akhir, antara usia 12 hingga 21 tahun, sangat beragam dan berfluktuasi, yang berpotensi mempengaruhi kebahagiaan sejati dalam rumah tangga yang terkadang menghadapi banyak kesulitan. Kehidupan rumah tangga pasca pernikahan yang harmonis dan bahagia tentu mempengaruhi pola kehidupan masa depan. Pasangan suami istri yang saling bahagia akan mempengaruhi pola pikir, perilaku, dan kehidupan anak. Seorang anak harus tumbuh dan berkembang dengan sehat dan yang terpenting terbebas dari stunting. Tujuan dari penelitian ini mengetahui tingkat kebahagiaan wanita pada pernikahan muda terhadap kejadian stunting. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif cross sectional. Pengukuran kebahagiaan menggunakan referensi instrumen kuesioner Authentic Happiness Inventory milik Martin Seligman dengan mengajukan sebanyak

25 pernyataan kepada 10 responden wanita yang telah menikah di usia muda di Desa Kaliwungu, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Hasil pengukuran didapatkan sebanyak 2 orang dengan tingkat kebahagiaan autentik sedang dan 8 orang dengan tingkat kebahagiaan autentik tinggi. Sebaiknya dilakukan kerjasama lintas sektor dengan melakukan kegiatan promotif dan preventif terkait pencegahan pernikahan dini atau terlalu muda agar tidak berdampak panjang pada pola pengasuhan anak sehingga dapat menyebabkan stunting.

Kata kunci: Kebahagiaan, Pernikahan, Wanita Usia Muda


Full Text:

PDF

References


Batra, Vijay, et al. 2000.Assemble & Build a Happy Family; Guidance Husband and Wife Towards a Harmonious Life, Reviving the "Big Family" Bond in Eastern Culture. Bandung. Nuance Publisher

BKKBN, 2017b. Usia Pernikahan Ideal 21-25 tahun, 6 maret 2017. Tersedia di: https://www.bkkbn.go.id/detailpost/bkkbn-usia-pernikahan-ideal-21-25- tahun

BKKBN. (2021). Pelaksanaan Penampingan Keluarga dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Tingkat Desa/Kelurahan. یب ل ی. Nucl. Phys., 13(1), 104–116.

Carr, A. (2013). Positive psychology: The science of happiness and human strengths. In

Positive Psychology: The Science of Happiness and Human Strength. https://doi.org/10.4324/9780203156629

Dewi, S. Y. (2020). Determinan Indeks Kebahagiaan di Indonesia. Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB, 8(2), Article 2. https://jimfeb.ub.ac.id/index.php/jimfeb/article/view/6844

Direktorat jenderal Kesehatan Masyarakat. (2021). Panduan Orientasi Kader Dan Sdm Pengelola Posyandu. 91.

Hurlock, EB (2012). Developmental Psychology, An Approach Throughout Life Span (translation). Jakarta: Erlangga

Kementerian PPN/ Bappenas. (2018). Pedoman Pelaksanaan Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi di Kabupaten/Kota. Rencana Aksi Nasional Dalam Rangka Penurunan Stunting: Rembuk Stunting, November, 1–51. https://www.bappenas.go.id

Kementerian Kesehatan RI. (2021). Stunting Prevention Pocket Book for Cadres Integrated Healthcare Center. Jakarta: Indonesian Ministry of Health

Matahari, R., Utami, F. P., & Sugiharti, S. (2018). Buku Ajar Keluarga Berencana Dan Kontrasepsi. Pustaka Ilmu, 1, viii+104 halaman. http://eprints.uad.ac.id/24374/1/buku ajar Keluarga Berencana dan Kontrasepsi.pdf

Santrock, JW (2014). Masa remaja. Edisi kelima belas. Pendidikan McGraw-Hill.

Seligman, M. (2005). Authentic happiness: Menciptakan kebahagiaan dengan psikologi positif. Bandung: Mizan Media Utama.

Steptoe, A. (2019). Happiness and Health. Annual Review of Public Health, 40, 339–359. https://doi.org/10.1146/annurev-publhealth-040218-044150

Tyas, F. P. S., & Herawati, T. (2017). Kualitas Pernikahan dan Kesejahteraan Keluarga Menentukan Kualitas Lingkungan Pengasuhan Anak Pada Pasangan yang Menikah Usia Muda. Jurnal Ilmu Keluarga Dan Konsumen, 10(1), 1– 12. https://doi.org/10.24156/jikk.2017.10.1.1

Yuliana. 2008. Perbedaan Beberapa Masalah yang Timbul Antara Wanita yang Kawin Muda dengan Wanita yang Kawin Usia Ideal. Skripsi. Surabaya: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga


Refbacks

  • There are currently no refbacks.