RESILIENSI KELUARGA PADA CAREER FAMILY : STUDI KOMPARASI ANTARA SINGLE CAREER FAMILY DENGAN DUAL CAREER FAMILY
Abstract
Single career family dan dual career family memiliki karakteristik yang berbeda, termasuk dalam faktor resiko atau faktor protektif yang dimilikinya. Interaksi antara faktor resiko dengan faktor protektif tersebut membentuk resiliensi pada keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan resiliensi keluarga pada single career family dengan dual career family, berdasarkan perspektif satu anggota keluarga, yakni anak yang berada dalam tahap remaja akhir. Partisipan pada penelitian berjumlah 138 orang yang dipilih berdasarkan convenience sampling, yang berdomisili di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Alat ukur yang digunakan yaitu Walsh Family Resilience Questionnaire (WFRQ), yang dikembangkan oleh Walsh. Hasil uji t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan skor resiliensi keluarga pada single career family dengan dual career family. Penelitian ini mengetengahkan gambaran resiliensi keluarga pada single career family dan dual career family, dimana partisipan dari dua kelompok tersebut memperepsikan resiliensi keluarganya berada dalam kategorisasi sedang/menengah, yang artinya partisipan menganggap keluarganya telah cukup mampu untuk mengembangkan coping yang adaptif dan melenting kembali ke kondisi semula meski dipaparkan pada situasi sulit, meski belum sepenuhnya optimal. Dengan demikian, masih perlu dilakukan upaya-upaya untuk memaksimalkan kemampuan untuk menjadi keluarga yang resilien pada career family, sesuai dengan karakteristik masing-masing keluarga.
Kata Kunci: Resiliensi Keluarga; Daya Lenting Keluarga; Single Career Family; Dual Career FamilyFull Text:
PDFReferences
Bermudez, J. M., & Mancini, J. A. (2013). Familias fuertes: Family resilience among Latinos. Dalam D. S. Becvar (Ed.), Handbook of family resilience (p. 215–227). New York: Springer.
Bradley, J. M., & Hojjat, M. (2016). A model of resilience and marital satisfaction. The Journal of Social Psychology,157(5), 588-601.
Christine, W, S., Oktorina, M., & Mula, I. (2010). Pengaruh konflik pekerjaan dan konflik keluarga terhadap kinerja dengan konflik pekerjaan keluarga sebagai intervening variabel (studi pada dual career couple di Jabodetabek). Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 12(2), 121-132.
Coyle, J, P. (2011). Resilient families help make resilient children. Journal of Family Strenght, 11(1), 1-16.
Dewi, I.G.A.M. (2012). Sopistikasi teori konflik pekerjaan-keluarga: Sebuah kajian kritis. Piramida, VIII(1), 14-25.
Elloy, D & Anderson, K, S. (1990). Burnout amon dual career and single career families. Journal of Organizational Change Management, 3(1), 57-64.
Elloy, D.F., & Smith, C.R. (2003). Pattern of stress, work-family conflict, role conflict, role ambiguity, and overload among dual-career and single career couple: An Australian study. Cross Cultural Managemnent, 10(1), 55-65.
Hakim, A. (2016). Peran ayah dalam pengasuhan masa anak akhir: perbandingan pada single career family dan dual career family. (Skripsi tidak diterbitkan). Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat.
Hawley, D. R., De Haan, L. (1996). Toward definition of family resilience: integrating life-span and family Perspectives. Family Process, 35(3), 283-298.
Hidayati, L. (2016). Model pengasuhan alternatif pada dual-career family pemenuhan kebutuhan asah, asih, dan asuh anak pada keluarga ayah-ibu bekerja di kabupaten Tuban. Jurnal Pendidikan Anak, 2(2), 41-54.
Hill, M., Stafford, A., Seamen, P., Ross, N., & Daniel, B. (2007). Parenting and Resilience. New York: Joseph Rowntree Foundation.
Holman, J. (2014). Parenting stress and parenting behavior in families with a child diagnosed with ADHD: the moderating effect of family resilience (Disertasi tidak diterbitkan). Fielding Graduate University.
Husain, A & Husain, A. (2016). Self concept and mental health of adolescents belonging to single and dual career parents. International Journal of Social and Allied Research, 4(2), 33-37.
Iriani, L. P., & Syafiq, M. (2017). Gambaran hope pada seseorang penyandang tunarungu wicara yang berprestasi. Character Jurnal Psikologi Pendidikan, 4(3), 1-6.
Januarti, N.E. (2010). Problematika keluarga dengan karir ganda (studi kasus di wilayah Mangir, Sendangsari, Pajangan, Bantul, Yogyakarta). Dimensia, 4(2), 36-54.
Kuntz, H, O., Blinkhorn, A., Rouette, J., Blinkhorn, M., Lunsky, Y., & Weiss, J. (2014). Family resilience- an important indicator when planning services for adult with intellectual and developmental disabilities. Journal of Developmental Disabilities, 20 (2), 55-66.
Lester, P., Stein, J, A., Saltzman, W., Woodward, K., MacDermid, S, W., Milburn, N., Mogil, C., & Beardslee, W. (2013). Psychological health of military children: longitudinal evaluation of family-centered prevention program to enhance family resilience. Military Medicine, 178, 838-845.
Mashego, T, A, B & Taruvinga P. (2014). Family resilience factors influencing teenagers adaptation following parental divorce in limpopo province south Africa. Journal of Psychology, 5(1), 19-34.
Maulidia, F. N., Kinanthi, M. R., Fitria, N., & Permata, A. S. (2018). Peran koherensi terhadap kelentingan keluarga yang memiliki anak dengan spektrum autistik. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 11(1), 13-24.
McCubbin, M., Balling, K., Possin, P., Frierdrich, S., & Byrne, B. (2002). Family resiliency in childhood cancer. Family Relations, 51(2), 103-111.
Neault, R.A., & Pickerell, D. A. (2005). Dual career couples: the juggling act. Canadian Journal of Counselling, 39(3), 187-198.
Oesman, A, T. (2010). Fenomena tawuran sebagai bentuk agresivitas remaja (kasus dua SMUN di kawasan Jakarta Selatan. (Skripsi tidak diterbitkan). Institut Pertanian Bogor, Bogor, Indonesia.
Pandanwati, I. S., & Suprapti, V. (2012). Resiliensi keluarga pada pasangan dewasa madya yang tidak memiliki anak kandung. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, 1(3), 1-8.
Patra, A., & Suar, D. (2008). Polychronic attitude and household activities in single-and dual-career families. The Indian Journal of Social Work, 69(1), 55-63.
Patra, A., & Suar D. (2009). Factors influencing happiness & satisfaction in single & dual-career families. Indian Journal of Industrial Relations, 44(4), 672-686.
Patterson, J, M. (2002). Integrating family resilience and family stress theory. Journal of Marriage and Family, 64, 349-360.
Price, S. J., Price, P. A., & Mckenry, P.J. 2010). Families & Change: Coping with Stressful Events and Transitions. United State of America: SAGE Publication.
Rahmatika, N.S., & Handayani, M.M. (2012). Hubungan antara bentuk strategi coping dengan komitmen perkawinan pada pasangan dewasa madya dual karir. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, 1(3), 1-8.
Rueschemeyer, M. (1981). Professional Work and Marriage an East-West Comparison. London : The Macmillan Pres LTD.
Supriyoko, K. (1997). Dual career family (DFC), dilema keluarga modern. Diunduh http://journal.amikom.ac.id/index.php/Koma/article/viewFile/3470/pdf_1082 tanggal 15 Agustus 2017.
Tauss, V. (2007). Working wive – house husband: implications for counseling. Journal of Family Counseling, 4(2), 52-55.
Turliuc, M, N., Mairean, C & Danila, O. (2013). Risk and resilience in children, family and community: A reseach review. Dalam I. Rogobete & A. Neagoe (ed.), Contemporary issues in families: An interdisciplinary dialogue (hal.33-53). Bonn: Culture and Science Publishing.
Uswatunnisa, A., Brebahama, A., & Kinanthi, M. R. (2019). Peran family sense of coherence terhadap resiliensi keluarga yang memiliki anak tunanetra ditinjau dari perspektif ibu. Jurnal Psikogenesis, 7(2), 201-214.
Uthayasutiyan, K & Gunapalan, S. (2011). Dual career family life style. Journal of Management, 7(1), 65-73.
Walsh, F. (2003). Family resilience: A framework for clinical practice. Journal Family Process, 42(1), 1-18.
Walsh, F. (2012). Successful aging and family resilience. Annual Review of Gerontology and Geriatrics, 32(1),153-172.
Wandasari, W. (2012). Hubungan antara Resiliensi Keluarga dan Family Sense of Coherence pada Mahasiswa yang Berasal dari Keluarga Miskin. (Skripsi tidak diterbitkan). Universitas Indonesia.
Wiranti, A. (2013). Hubungan antara attachment terhadap ibu dengan kemandirian pada remaja tunarungu. Jurnal Psikologi Pendidikan & Perkembangan, 2(1), 1-7.
Zolkoski, S, M & Bullock, L, M. (2012). Resilience in children and youth: A review. Children and Youth Service Review, 34, 2295-2305.
Refbacks
- There are currently no refbacks.