PSIKORELIGIUSITAS DALAM PENINGKATAN KESEHATAN MENTAL CALON JAMAAH HAJI DAN UMROH DI KOTA MALANG

Tristiadi Ardi Ardani, Aris Yuana Yusuf, Andik Rony Irawan

Abstract


Haji merupakan ibadah yang sangat istimewa bagi ummat Islam karena dijanjikan Allah bahwa pahala haji mabrur adalah surga. Dengan melaksanakan haji, seorang Muslim merasa telah menyem-purnakan kelima rukun agamanya.  Haji  dan umroh di Indonesia juga merupakan status sosial yang dihormati sekaligus mengindikasikan tingkat kemampuan ekonomi pe-nyandangnya.Haji secara etimologi berarti pergi menuju tempat yang diagungkan. Secara terminolagis berarti beribadah kepada Allah dengan melaksanakan “manasik haji” yaitu berupa perbauatan tertentu yang dilakukan pada waktu dan tempat tertentu dengan cara yang tertentu pula.  Di sisi lain, ilmu psikologi menyebut haji sebagai faktor konstruktif bagi manusia dan mampu menghapus rasa khawatir serta kesedihan yang menghinggapi manusiaMeskipun telah banyak kasus-kasus gangguan mental terjadi dalam pelaksanaan ibadah haji dan umroh selama ini, namun ironisnya hingga saat ini tidak tanpak adanya upaya-upaya mengantisipasinya, bahkan dalam manasik haji pun, tidak ada materi khusus yang membahas masalah persiapan psikologi atau mental.Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dimana penelitian ini menggunakan expost fakto.  Penelitian ini dilakukan di Malang,di KBIH dan calon jamaah haji dan umroh Yaitu , LBIH MANDIRI Malang yang berlangsung tanggal 1 Agustus – 31 Oktober 2018Sampel penelitian adalah bagian dari populasi yang diselidiki (Hadi, 1993). Sampel  penelitian yang akan digunakan 150 calon jamaah haji   dan umroh yang ada di Malang yang diambil  secara random. Teknik random sering pula disebut dengan random sampling. Teknik random adalah pengambilan sampel yang dilakukan  secara acak (random).  Metode analisis data dalam penelitian ini adalah Analisis Korelasi Produck Moment Spearman  dengan menggunakan SPPS 24. Alasan menggunakan Analisis korelasional adalah penelitian ini menguji apakah suatu variabel berkorelasi dengan  variabel lainnya. Berdasarkan hasil analisis data maka terdapat hubungan antara religiusitas dengan kesehatan mental sebesar  r = 0,429  sign = 0,00  dengan . Artinya terdapat hubungan positif  yang signifikan antara religiusitas dengan kesehatan mental. Semakin tinggi religiusitas seseorang maka akan semakin baik kesehatan mentalnya. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan terdapat korelasi positif antara psikoreligiusitas dengan kesehatan mental artinya semakin tinggi psikoreligiusitas individu maka semakin baik kesehatan mentalnya.  Sumbangan Psikoreligiusitas sebesar 18,4 % sehingga terdapat 81,6 % dipengaruhi faktor lain. Faktor lain yang ditengarahi juga mempengaruhi kesehatan mental individu adalah psikologik dan  sosial.

Kata Kunci :  psikoreligiusitas; kesehatan mental ; calon jamaah haji dan Umroh

Full Text:

PDF

References


Ardi ardani. Tristiadi, 2012. Kesehatan Menta Islami , Karya Putra Darwati.Bandung

Ardi ardani. Tristiadi , 2012. Catatan Kedokteran Jiwai , Karya Putra Darwati.Bandung

Cottrell,D Fonagy, P., Pilling, S Stein, S., & Target, M., Drawing on The Evidence: Advice for Mental Health Profesional Working With Children and Adolescent (2 nd ed). University College London. CAMHS Publication. London.

Daradjat. Z, 1996. Kesehatan Mental , P.T. Gunung Agung. Jakarta

Djam`an. 1975. Islam Dan Psikosomatik ( penyakit Jiwa ).Penerbit Bulan Bintang. Jakarta

Donovan,J.l., & Blake, D.R., 2007. Qualitative Study Of Interpretation of Reasurence Among Patients Attending Rheumatology Clinics: Just a Touch Of Artrhritis Doctor?.BMJ 2000: 541-544

Fauzia, R., (2011) Efektifitas Terapi Suportif Reasurance Terhadap Depresi Pada Penderita Paraplegi Survivor Gempa Bantul, Assiciation of Islamic Psychology, Tidak diterbitkan, Malang

Gary Growth- Marnat.2010. Handbook OF Psychological Assessment. Pustaka pelajar.Yogyakarta.

Grifit, J.L., Grifith, M.E. 2000. Spirituality and Coping With Depresion. Healt & Spirituality Connection, Vol.5, Issuee 4, Winter

Hadi C.,dkk 2010, Psikologi Eksperimen, Fakultas Psikologi, Universitas Airlangga, Surabaya.

Hawari, D., 1998, Al Qur an Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa. Dana Bakti Prima Yasa, Yogyakarta.

Joiner-Junior, T.E.,Metalsky, G.I., Katz J., & Beach, S.R.H., (1999) Depresion and Excessive Reasurence Seaking. Psychological Inquiry, Vol 10, No 4, pp.269-278.

Larson, D.B.,et al.2000.: The Rule of Cclergy in Mental Health Care . Psychiatrry and Religion, The Converge of Mind And Spirit, APA Press, Inc, Washington,D.C., 125-137

Latipun.dkk.2013.manual dan Instrumen Deteksi Gangguan Mental Berdasarkan DSM IV-TR.UMMPress.Malang

Moeljono N. & Latipun. 1999. Kesehatan Mental , UMM Press. Malang

Sharma,V.,2005.Spinal Cord Injury and Emotional Problem..Nursing Journal of India.january 2005; 96; 1.hal 12

Supratiknya. 1995. Mengenai Perilaku Abnormal , Penerbit Kanisius. Yogyakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.