PERBEDAAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING SISWA MADRASAH ALIYAH NEGERI PROGRAM REGULAR DAN ASRAMA DI KOTA MALANG
Abstract
Siswa boarding school selain menghabiskan waktu belajar di sekolah juga harus tinggal di asrama sesuai aturan yang ditetapkan. Sementara siswa regular dapat menghabiskan waktu bersama keluarga dan masyarakat sekitar lingkungan tempat tinggal. Perbedaan model kehidupan social ini memberikan perbedaan pengalaman, nilai, dan pandangan pada siswa yang mempengaruhi keadaan psychological well-being siswa.Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ada perbedaan variabel psychological well-being siswa MAN program regular dan asrama. Penelitian menggunakan metode kuantitatif, dengan model deskriptif-komparatif yang membandingkan skor rerata kedua kelompok. Penelitian dilakukan pada 4 sampai 8 april 2020. Total partisipan adalah 217 siswa dengan 137 siswa program regular dan 80 siswa asrama. Uji hipotesis dengan independent t-test menunjukan tidak ada perbedaan signifikan rerata skor siswa MAN program regular dan asrama. ( t = 1,717; p > 0,05). Tidak adanya perbedaan rerata skor pada kedua kelompok diduga karena beberapa faktor berikut yaitu: siswa berada pada lingkungan sekolah yang sama, hubungan teman sebaya antara siswa regular dan asrama, lokasi asrama yang berada pada pusat kota, kegiatan asrama yang tidak terlalu padat, dan kegiatan asrama yang terbatas di kelas.
Kata kunci: psychological well-being; madrasah aliyah negeri; program regular; program asramaFull Text:
PDFReferences
Azwar, Saifuddin. 2003. Penyusunan Skala Psikologi. Cetakan V. Yogyakarta : Pustaka pelajar Republika.co.id. (2016). Pemerintah akan Bangun Asrama Untuk MAN. (Online) https://republika.co.id/berita/koran/khazanah-koran/o55fg720/pemerintah-akan-bangun-asrama-untuk-man
Bronfebrenner , U. (1979). The Ecology of Human Development. Experiment by Design and Nature. Massachusset : Harvad University Press
Chase, S. A. (2008). Perfectly prep: Gender extremes at a New England prep school. New York : Oxford University Press
Cookson, P. W. (2009) Perspectives on elite boarding schools. M. G. Springer, & H. J. Walberg (Eds.), Handbook of research on school choice (pp. 461-478). New York : Routledge
Daradjat, Zakiah. (1975). Kesehatan Mental. Jakarta : PT Gunung Agung.
Dewi, Kartika Sari. (2012). Buku Ajar Kesehatan Mental. Semarang: UPT Press Undip Semarang.
Hidayat, Dede & Herdi. (2014). Bimbingan Konseling Kesehatan Mental di Sekolah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Kumara, A. (2012). Kesehatan Mental di Sekolah. dalam Faturochman, dkk (eds). Psikologi untuk Kesejahteraan Masyarakat. (halaman 30-45). Yogyakarta : Pustaka Pelajar dan Fakultas Psikologi UGM.
Latipun (2012). Kesehatan Mental. Malang : UMM Press
Maksudin, H. (2013). Pendidikan Karakter Non-Dikatomik. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Martin, A. J., Papworth B. A., Ginns P., Liem G. A. D. (2014). Boarding School, Academic Motivation and Engagement, and Psychological Well-Being: A Large-Scale Investigation. American Education Research Journal. Vol. 15, No. 5, pp 1007-1049. https://www.jstor.org/stable/pdf/24546733.pdf?ab_segments=0%252Fdefault-2%252Fcontrol&refreqid=excelsior%3A43bed29263aef4c087fc89e5968dfd93
Papalia, D. E., Old, S. W, & Feldman, R. D. Human Development, PerkembanganManusia. Buku 2. Edisi 10. Terjamahan Brian Marwensdy. (2009) : Jakarta : SalembaHumanika
Papalia, Diane E & Feldman, Ruth Duskin. Menyelami Perkembangan Manusia. Jilid 2. Edisi 12. Terjemahan Fitriana Wuru Herarti. (2015). Jakarta: Salemba Humanika
Ryff, C. D. (1989). Happiness is Everything, or is it? Explorations on te meaning of psychological well-being. Journal of personality and social psychology 57.1069-1081.doi : 0022-3514/89/soo.75
Ryff, C. D. (1995). Psychological well-being in adult life. Curent Direction in psychology science, 4(4). 99-104.
Ryff, C. D. Dan Keyes, C. L. (1995). The Structure of Psychogical well-being revisited. Journal of personality and social psychology 69, 719-727.
Ryff, C. D., & Essex, M. J. (1992). The interpretation of life experience and well-being: The sample case of relocation. Psychology and Aging, 7(4), 507-517.http://dx.doi.org/10.1037/0882-7974.7.4.507
Santrok, J. W. Perkembangan Masa Hidup. Jilid 1. Edisi 13. Terjemahan Benedictine Widyasinta. (2012). Jakarta: Penerbit Erlangga.
Susetyo, Yuli Fajar. (2012). Guru Peduli Kesejahteraan Siswa. dalam Faturochman, dkk (eds). Psikologi untuk Kesejahteraan Masyarakat. (halaman 11-29). Yogyakarta : Pustaka Pelajar dan Fakultas Psikologi UGM.
Towsend, M., McCracken, H., & Wilton, K. (1988). Popularity and Intimacy as Determinants of Psuchological Well-Being in Adolescent Friendship. Journal of Early Adolescence. 8(4). 421-436
Refbacks
- There are currently no refbacks.