PEMBELAJARAN MONTESSORI DALAM BUDAYA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI INDONESIA : STUDI LITERATUR
Abstract
Kurikulum montessori merupakan salah satu kurikulum yang pertama kali dikemukakan oleh Dr. Maria Montessori. Dengan metodenya yang memberikan kebebasan untuk mengeksplorasi lingkungan, sekolah dengan metode montessori juga cenderung memberikan fasilitas yang lengkap dan sangat bervariasi, sehingga dapat memikat calon wali murid untuk dapat menyekolahkan anaknya pada sekolah montessori ini. Ditambah dengan pesatnya perkembangan zaman, menyebabkan teknologi semakin variatif dalam menyediakan layanannya baik berupa hiburan, pekerjaan bahkan pendidikan. Sebagai lembaga yang berada di tengah masyarakat masa kini sudah selayaknya mampu beradaptasi dengan perubahan zaman ini. Dengan memberikan kegiatan yang kreatif, menarik dan tentunya beragam sehingga akan menjadi daya tarik bagi anak anak masa kini untuk berada di sekolah. Kurikulum montessori hadir untuk menciptakan solusi bagi lembaga masa kini untuk terus bisa beradaptasi dengan zaman, sehingga kesan menyenangkan dalam bersekolah dapat dirasakan oleh setiap anak. Pada realitanya kurikulum di Indonesia masih belum bisa memberikan kebebasan sepenuhnya pada anak dalam mengeksplorasi diri, namun setidaknya dalam pendidikan khususnya PAUD sendiri sudah meyakini bahwa pendidikan harus berpusat pada anak, yakni sesuai dengan kebutuhan anak. Pada artikel ini akan dianalisis secara literasi yakni dengan mengumpulkan referensi tentang kurikulum di Indonesia dengan kurikulum montessori yang kemudian dianalisis; perbedaan, persamaan, keunggulan dan tantangan yang akan ditemukan dari kedua kurikulum tersebut. Tujuannya agar menjadi bahan acuan untuk setiap sekolah yang ingin menggunakan metode montessori ini secara perlahan sesuai dengan kemampuan sekolah, baik lembaga guru, anak dan orangtua sebagai pelaksana kurikulum
kata kunci : Kurikulum, Montessori, PendidikanReferences
Anugrahana, A. (2018). Modul Montessori Area Sensorial. Yogjakarta: Sanata Darma University Press.
Creswell, J. W. (1998). Qualitatif Inquiry and. California: Sage Publications.
Davies, S. (2019). The Montessori Toodler. Yogjakarta: Bentang Pustaka.
Fadila, I. (2021, september 14). Mengenal Metode Pendidikan Montessori: Membebaskan Anak untuk Bereksplorasi. From Hallosehat: https://hellosehat.com/
Fajarwati, I. (2014). KONSEP MONTESSORI TENTANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI. Pendidikan Agama Islam, 39.
Habsy, B. A. (2017). Seni Memehami Penelitian Kuliatatif Dalam Bimbingan Dan. JURKAM, 92-93.
Oktarina, A. (2019). FILSAFAT PENDIDIKAN MARIA MONTESSORI DENGAN. Ar Raniry, 85.
palmer, L. (Director). (2014). a morning montessori [Motion Picture].
Permendikbud. (2014). STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI. Indonesia: Mentri Pendidikan dan Kebudayaan.
Setyowahyudi, R. (2020). Pemikiran Ki Hajar Dewantara dan Maria Montessori tentang Pendidikan. PAUDIA, 19.
Syafri, F. (2016). PENDIDIKAN ANAK USIA DINI MENURUT MARIA MONTESSORI. Insan Cendikia, 1.
UUD. (2003). Sistem Pendidiikan Nasional. Indonesia: Presiden Republik Indonesia.
Valley, M. s. (Director). (2015). One day at montessori school sillicon valley [Motion Picture].
Refbacks
- There are currently no refbacks.