MENGEMBANGKAN PSYCHOLOGICAL WELL BEING ANAK USIA DINI DI MASA PANDEMI COVID-19

Sarah Emmanuel Haryono, Henni Anggraini, Siti Muntomimah, Rina Wijayanti

Abstract


 Anak usia dini merupakan masa emas, dimana mereka akan berkembang dengan sangat pesat. Anak memerlukan lingkungan yang kondusif bagi perkembangannya, yang mampu memberikan support dalam pembentukan psychological wellbeing yang bertujuan untuk  mengoptimalkan perkembangan di masa golden ages. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengembangan Psychological wellbeing di masa pandemi covid-19.  Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan desain penelitian hermeneutik, dimana peneliti melakukan studi literatir terkait dengan anak suai dini dan psychological wellbeing dan dilakukan analisis untuk menentukan Langkah-langkah strategis dalam mengembangkan psychological wellbwing bagi anak usia dini di masa pandemic covid-19. Berdasarkan hasil analisis strategi pengembangan psychological anak usia dini di masa pandemic covid-19 meliputi : (1)Membangun komunikasi positif, (2)Memberikan dukungan, (3) Memberikan dorongan bagi anak usia dini untuk mellaui sinergi antara guru dan orang tua sebagai lingkungan terdekat bagi anak. Dalam masa pandemic, guru dan orang tua harus tetap mengembangkan psychological wellbeing anak usia dini agar mereka dapat bertumbuh dan berkembang dengan optimal. 

Kata Kunci: anak usia dini, Psychological wellbeing


References


Abet.N, et al. 2016. Developing Psychological Well-Being Scale for Preschool Children. Global Journal of Health Science; Vol. 8, No. 11; 2016 ISSN 1916-9736 E-ISSN 1916-9744

Arikunto, Suharsimi. 2006. Pembinaan Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Amerijckx & Humblet . 2013. Child Well-Being: What Does It Mean?. Children & Society (2013) DOI:10.1111/chso.12003

B. Bolang Daniella A. 2012. Perbedaan Psychological Well-Being Orang Tua Tunggal Laki-Laki Dan Orang Tua Tunggal Perempuan Yang Bercerai. Fakultas Psikologi Universitas Esa Unggul Jakarta.

Bradburn, N.M. (1969). The Structure of Psychological Wellbeing. Chicago: Aldine

Creswell, John W. 2015. Penelitian Kualitatif & Desain Riset. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Undang-undang SISDIKNAS (Sistem pendidikan

Nasional) UU RI No. 20 tahun 2003

Kartono. K. (2007). Psikologi Anak : Psikologi Perkembangan. Mandar Maju. Bandung

Ryff, C. D. (1989). Happiness is everything, or is it? Explorations on the meaning of psychological well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 57, 1069-1081. doi: 10.1037/0022-3514.57.6.1069

Ryff, C. D., & Keyes, C. L. (1995). The structure of psychological well-being revisited. Journal of personality and social psychology, 69(4), 719-727. doi: 10.1037/0022- 3514.69.4.719

Ryff, C. D., & Singer, B. H. (2006). Best news yet on the six-factor model of well-being. Social Science Research, 35, 1103–1119.

Santrock. (2002). Life_span development (edisi kelima), alih bahasa: Chusairi Ahmad. Damanik, Juda Jakarta: Erlangga

Slamet Suyanto. (2005). Pembelajaran untuk Anak TK. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan Dan Ketenagaan Perguruan Tinggi.

Smith, Jonathan A., Flowers, Paul., and Larkin. Michael. 2009. Interpretative phenomenological analysis: Theory, method and research.Los Angeles, London, New Delhi, Singapore, Washington: Sage.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.