Kemampuan Regulasi Diri Anak Usia 5-6 Tahun melalui Kegiatan Menari mengikuti Tempo
Abstract
Regulasi diri merupakan salah satu aspek perkembangan anak yang sangat penting, dimana anak yang memiliki regulasi diri baik mampu mengelola perasaan, perilaku, serta emosinya. Saat ini, terlihat banyak remaja, terkhusus di Indonesia, mengalami masalah kesehatan mental akibat regulasi diri yang rendah, maka dari itu kemampuan regulasi diri sudah ditanamkan pada anak sejak usia ini. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan regulasi diri anak yakni dengan kegiatan menari mengikuti tempo. Artikel ini bertujuan untuk membahas bagaimana kegiatan menari mengikuti tempo berdampak pada regulasi diri anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan studi kepustakaan digunakan untuk mengumpulkan data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa aktivitas menari mengikuti tempo
dapat meningkatkan regulasi diri anak. Tempo pada musik melatih anak untuk bergerak cepat atau lambat, tempo yang lambat meningkatkan semangat anak untuk bergerak, sementara tempo lambat menstimulasi anak untuk bisa mengontrol gerakan saat menari. Lewat aktivitas tersebut, ditambah dengan durasi yang tepat, maka dapat dipastikan arousal level anak berada di tingkat ideal sehingga dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Sementara itu, tingkat yang rendah dapat membuat anak pasif, dan tingkat yang tinggi dapat membuat anak terlalu aktif.
Full Text:
PDFReferences
Albert, B. (2017). Social learning theory of aggression. In Control of aggression (pp. 201-252).
Routledge.
ALPIAH. (2021) PERAN GURU DALAM UPAYA MENSTIMULASI REGULASI DIRI (SELF-
REGULATION) PADA ANAK USIA DINI DI TAMAN KANAK-KANAK. S2 thesis, Universitas
Pendidikan Indonesia.
Amirah Ellyza Wahdi, A. S. (2022). Indonesia National Adolescent Mental Health Survey. A. A.
Amirah Ellyza Wahdi, Ed.) Pusat Kesehatan Reproduksi. Daftar referensi ditulis dengan gaya
APA edisi keenam/ketujuh
Aprillianti, S. W., & Kusuma Dewi, D. (2022). Hubungan antara Self-Efficacy dengan Prestasi Belajar
Siswa di SMA X. Jurnal Psikologi Teori Dan Terapan, 13(2), 195–213.
https://doi.org/10.26740/jptt.v13n2.p195-213
Carlson, E., Burger, B., London, J., Thompson, M. R., & Toiviainen, P. (2016). Conscientiousness and
Extraversion relate to responsiveness to tempo in dance. Human Movement Science, 49, 315–
https://doi.org/10.1016/j.humov.2016.08.006
Chen, X., Huang, S., Hei, X., & Zeng, H. (2020). Felt Emotion Elicited by Music: Are Sensitivities to
Various Musical Features Different for Young Children and Young Adults? Spanish Journal of
Psychology, 23(May), 1–16. https://doi.org/10.1017/SJP.2020.8
Dent, A. L., & Koenka, A. C. (2016). The Relation Between Self-Regulated Learning and Academic
Achievement Across Childhood and Adolescence: A Meta-Analysis. Educational Psychology
Review, 28(3), 425–474. https://doi.org/10.1007/s10648-015-9320-8
Di, T., & Banda, S. Y. (2023). Pembelajaran tari kreasi ija sungket pada peserta didik tunarungu di slb-
b ypac banda aceh. 8, 7–14.
Estévez, P. G. (2024). COMPOSING FOR EMOTIONAL LITERACY: MUSIC FOR SPEECH PROSODY AND
EMOTIONAL SELF-REGULATION IN CHILDREN’S TELEVISION.
Grimmer, T., & Geens, W. (2022). Nurturing Self-Regulation in Early Childhood: Adopting an Ethos
and Approach. In Nurturing Self-Regulation in Early Childhood: Adopting an Ethos and
Approach. https://doi.org/10.4324/9781003162346
Hepach, R. (2017). Prosocial Arousal in Children. Child Development Perspectives, 11(1), 50–55.
https://doi.org/10.1111/cdep.12209
Jatnika, G., Badrujamaludin, A., & Ismafiaty, I. (2023). Efektivitas terapi perilaku kognitif untuk
terapi depresi pada mahasiswa keperawatan. Holistik Jurnal Kesehatan, 17(5), 439–446.
https://doi.org/10.33024/hjk.v17i5.12059
Muliati, R., Udasmoro, W., & Murgiyanto, S. (2019). Tubuh yang Mencipta Momen: Praktik Negosiasi
Tubuh dalam Tari Wajah Karya Hartati. Jurnal Kajian Seni, 4(1), 64.
https://doi.org/10.22146/jksks.44428
Oktaviani, W. (2021). Relevansi Pendidikan Musik Terhadap Kecerdasan Intelektual Anak Usia Dini.
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud, 3(2), 55–62. https://doi.org/10.33387/cp.v3i2.3629
Quan, Y., Ma, W., Li, H., & Thompson, W. F. (2023). Slow tempo music preserves attentional
efficiency in young children. Attention, Perception, and Psychophysics, 85(4), 978–984.
https://doi.org/10.3758/s13414-022-02602-3
Saman, A. M., & Hidayati, D. (2023). Pola Asuh Orang Tua Milenial dalam Mendidik Anak Generasi
Alpha di Era Transformasi Digital. Jurnal Basicedu, 7(1), 984–992.
https://doi.org/10.31004/basicedu.v7i1.4557
Sari, M., Yetti, E., & Supena, A. (2019). Peningkatan Keterampilan Sosial melalui Kegiatan Tari
Saman. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 1.
https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i1.240
Suardipa, I. P. (2020). Proses Scaffolding Pada Zone Of Proximal Development ( ZPD ) Dalam
Pembelajaran. Widyacarya, 4(1), 79–92.
Wahyuningtyas, D. P. (2015). Mengembangkan Regulasi Diri Melalui Pemberian Penghargaan Dessy
Putri Wahyuningtyas. Jurnal Pendidikan Usia Dini, 9(1), 93–106.
https://doi.org/10.21009/JPUD.091.06
Wardani, I. R. W., Putri Zuani, M. I., & Kholis, N. (2023). Teori Belajar Perkembangan Kognitiv Lev
Vygotsky dan Implikasinya dalam Pembelajaran. DIMAR: Jurnal Pendidikan Islam, 4(2), 332–
https://doi.org/10.58577/dimar.v4i2.92
Williams, K. E., Savage, S., & Eager, R. (2020). Rhythm and Movement for Self-Regulation (RAMSR)
intervention for preschool self-regulation development in disadvantaged communities: a
clustered randomised controlled trial study protocol. BMJ Open, 10(9), e036392.
https://doi.org/10.1136/bmjopen-2019-036392
Wood, A. P., Nocera, V. G., Kybartas, T. J., & Coe, D. P. (2020). Physical activity and cognitive aspects
of self-regulation in preschool-aged children: A systematic review. International Journal of
Environmental Research and Public Health, 17(18), 1–16.
https://doi.org/10.3390/ijerph17186576
Yetti, E. (2021). Moving to The Beats : The Effect of Dance Education on Early. 15(2).
Refbacks
- There are currently no refbacks.