Separation Anxiety Disorder : Peran Komunikasi Pendidik dan Orangtua dalam Perkembangan Sosio-Emosional Anak Usia Dini
Abstract
Abstrak. Tuntutan pendidikan mulai dari pendidikan anak mengalami peningkatan standardisasi yang melesat. Anak dari tingkatan toodler class, dituntut untuk dapat mandiri dan menjalankan aktivitas belajar di sekolah tanpa ketergantungan dari sosok orangtua. Begitu pula dengan orangtua yang semakin gencar untuk mempelajari ilmu parenting yang membawa pandangan baru mengenai
kemandirian anak yang harus dimiliki anak sejak usia dini. Fenomena akan adanya harapan kemandirian anak, menyebabkan salah satu dampaknya yaitu kecemasan berpisah. Kecemasan berpisah atau separation anxiety ditemukan pada anak usia dini yang sebelumnya diminta untuk mandiri tanpa penjagaan orangtua ketika bersekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah peranan pendidik dan orangtua dalam menghadapi perkembangan sosio-emosi anak dalam kejadian separation axiety yang dialami oleh anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah literatur review dengan kriteria artikel yang telah ditentukan. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa baik pendidik dan orangtua, keduanya memiliki peranan besar untuk
memahami tahapan perkembangan sosio-emosional anak dan menerapkan gaya komunikasi yang sesuai dengan karakteristik anak. Orangtua dapat pula mempersiapkan anak sejak pada tahapan
perkembangan sebelumnya.
Kata Kunci: Anak Usia Dini; Separation Anxiety Disorder; Sosio-emosional;
Full Text:
PDFReferences
Darnia, S.W., & Wulandari, H. (2024). Peran Guru dalam Menangani Gangguan Kecemasan Berpisah pada Anak
Usia Dini di PAUD. AL-AFKAR: Journal for Islamic Studies, 7(3). 1154—1164.
Janna, A. N. (2023). Pengaruh Perilaku Overprotective Orang Tua Terhadap Perkembangan Kreativitas Anak Di
Paud Pelita Hati, Desa Pematang Riding Kecamatan Semidang Alas Maras, Kabupaten Seluma (Doctoral
dissertation, UIN Fatmawati Sukarno).
Hapsari, S. A., Pratiwi, M. R., & Indrayani, H. (2020, November). Konten Edukasi Pengasuhan Anak Melalui
Media Online Komunitas Parenting Keluargakita. Com. In International Conference Communication and
Sosial Sciences (ICCOMSOS) (Vol. 1, No. 1).
Hasan, A.R., Madyawati, L., & Astuti, F.P. (2023). Pola Asuh Orang Tua Pada Anak Separation Anxiety Disorder
Dan Generalized Anxiety Disorder. JP2KG AUD (Jurnal Pendidikan, Pengasuhan, Kesehatan dan Gizi Anak
Usia Dini), 4(2). 1-14.
Khairani, A., R., & Lubis, S., I., A. (2025). Efektivitas Penerapan Mindful Parenting Dalam Mengatasi Rasa Takut
Berpisah Dengan Orangtua Pada Anak Usia Dini. Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak, 11(1). 71-90.
Ndari, S. S., Vinayastri, A., & Masykuroh, K. (2019). Metode perkembangan sosial emosi anak usia dini. Edu
Publisher.
Pandia, W. S. S., Psikolog, D. A. H., & Psikolog, Y. W. (2022). Menilik Lebih Dalam Pendidikan Anak Usia Dini:
Peran Orang Tua, Guru, dan Institusi. PT Kanisius.
Puspitasari, I. & Wati, D.E. (2018). Strategi Parent-School Partnership: Upaya Preventif Separation Anxiety
Disorder Pada Anak Usia Dini. Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 11(1). 49-60.
Puspitasari, P., R., Sopiah., Riza, E., Irwansyah, A., & Mansur. (2023). Gangguan Kecemasan Berpisah Pada Anak
Usia Dini dan Penanganan Dalam Perspektif Islam. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(3). 414-422.
Rahayu, N. (2018). Pembelajaran Calistung Bagi Anak Usia Dini. Aṭfālunā Journal of Islamic Early Childhood
Education, 1(2), 58-63.
Sit, M. (2017). Psikologi perkembangan anak usia dini edisi pertama. Kencana.
Widiani, E., & Candrawati, E. (2017). Kaitan Antara Kemampuan Ibu Dalam Menstimulasi Perkembangan
Psikososial Otonomi Dengan Separation Anxiety Pada Toddler. Jurnal Care, 5(3). 369-381.
Wulandari, H., & Nisa, H. (2024). Peran Guru dalam Menangani Anak dengan Kecemasan Berpisah dari Orang
Tuanya ( Separation Anxiety Disorder). Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(13). 344-351.
Refbacks
- There are currently no refbacks.