Rekonstruksi Alih Wahana Busana Arca Siwa Selokelir, Gunung Penanggungan, Jawa Timur, dari Era Majapahit di Jawa Timur

Waridah Muthi’ah, Agus Sachari, Ahmad Haldani Destiarmand

Abstract


Arca Siwa yang ditemukan di Candi Selokelir merupakan salah satu peninggalan budaya dari era kerajaan Majapahit di Gunung Penanggungan. Dengan tinggi 105 cm, arca ini merupakan arca Siwa terbesar yang ditemukan di kawasan tersebut hingga saat ini, dengan kondisi yang relatif masih baik. Sebagai saksi kedudukan Gunung Penanggungan (Pawitra) sebagai salah satu dari tujuh kawasan karesian dan pertapaan pada era Majapahit, arca ini memiliki nilai historis dan budaya yang tinggi. Nilai seni dari arca ini terlihat dari ragam hias yang mencerminkan gaya seni era Majapahit Tengah, terwujudkan pada busana dan kelengkapannya, yang selain menyimpan cerita yang dapat melengkapi gambaran mengenai kehidupan dan peradaban pada masa itu, juga dapat menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan seni dan desain yang tidak terbatas. Akan tetapi, karena faktor usia, sebagian arca ini telah rusak dan aus. Dengan fungsi arca sebagai sumber historis primer, kondisi ini juga menimbulkan kesulitan untuk mengapresiasi dan mempelajari kebudayaan pada masa silam. Dalam ranah kreatif, detail arca yang telah terkikis, ditambah bahan dasar arca yakni batu andesit dengan porositas tinggi yang tidak diwarnai, membuat seniman dan desainer mengalami kesulitan untuk mengembangkan desain yang didasari pada elemen-elemen seni pada arca. Penelitian ini terfokus pada upaya rekonstruksi busana arca Siwa Selokelir melalui metode alih wahana. Metode ini dilakukan dengan tiga tahap, yakni tahap dokumentasi menggunakan teknik fotografi, fotogrametri, dan tracing; tahap analisis dan eksplorasi dengan melakukan analisis terhadap ragam hias yang ada serta mencari ragam hias dari ornamen sejenis untuk melengkapi bagian-bagian yang hilang; serta tahap rekonstruksi alih wahana dengan melakukan reka ulang busana arca dan kelengkapannya menggunakan teknik modeling digital 3 dimensi.

Full Text:

PDF

References


Acharya, P. K. (1995) Architecture of Manasara: Illustrations of Architectural and Sculptural Objects, with A Synopsis, Manasara Series : Vol. V. New Delhi: Munshiram Manoharlal Publishers.

Bagus, A. A. G. (2015) ‘Arca Ganesa Bertangan Delapan Belas di Pura Pingit Melamba Bunutin, Kintamani, Bangli’, Forum Arkeologi, 28(1), pp. 25–34.

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI (BPKW XI) (2024) Ekskavasi Penyelamatan Struktur Candi Selokelir Tahap IV, Youtube. Available at: https://www.youtube.com/ watch?v=LoQAH-suJFw (Accessed: 20 June 2025).

Jaya, I. B. S. (2015) ‘Kesejajaran Konsepsi Arca Perwujudan di Kamboja Asia Tenggara’, PUSTAKA: Jurnal Ilmu-ilmu Budaya, 15, pp. 1–25.

Lavy, P. A. (2003) ‘As in Heaven, So on Earth: The Politics of Vishnu, Siva, and Harihara Images in Preangkorian Khmer Civilisation’, Journal of Southeast Asian Studies, 34(1), pp. 21–39.

Lavy, P. A. (2004) Visnu and Harihara in the Art and Politics of Early Historic Southeast Asia. University of California. Available at: https://search.proquest.com/openview/ 805defc4fc482b6dbf7876ba5aa6bf18/1?pq-origsite=gscholar&cbl=18750&diss=y (Accessed: 18 August 2020).

Maftukha, N. (2021) ‘Aesthetic Study of Tajur Pinang Weaving Motifs on Baduy Women’, Proceedings of the 1st International Symposium on Cultural Heritage (ISyCH), 1, pp. 77–83.

Maulana, R. (1997) Ikonografi Hindu. Jakarta: Universitas Indonesia.

Maulana, R. (2002) ‘Siva Mahadeva: Suatu Analisis Ikonografi di Jawa Masa Hindu-Buddha’, Makara, Sosial Humaniora, 6(1), pp. 18–22.

Muljana, S. (1979) Negarakertagama dan Tafsir Sejarahnya. Jakarta: Bhratara Karya Aksara.

Munandar, A. A. (2016a) Arkeologi Pawitra. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

Munandar, A. A. (2016b) ‘Kisah-kisah dan Kepercayaan Rakyat di Seputar Kepurbakalaan’, Paradigma, Jurnal Kajian Budaya, 2(1), p. 1. doi: 10.17510/paradigma. v2i1.15.

Murdihastomo, A. (2021) ‘Arca Tokoh Dewa Bersorban Di Museum Nasional Indonesia’, Forum Arkeologi, 34(1), p. 1. doi: 10.24832/fa.v34i1.688.

Muthi’ah, W. , Sachari, A., Setiawan, P. and Destiarmand, A.H. (2021) ‘Transformation of Jaṭāmukuṭa during Majapahit Period in Java’, ITB Graduate School Conference, 1(1), pp. 121–135.

Muthi’ah, W. (2025) Langgam Seni Arca Śiwa dari Kawasan Gunung Penanggungan pada Era Majapahit Ditinjau dari Tipologi Gaya Busana. Disertasi. Institut Teknologi Bandung.

Muthiah, W., Sachari, A. and Setiawan, P. (2021) ‘Variasi Perhiasan Kepala Arca Parwati Koleksi Museum Nasional Di Indonesia [the Variety of Headdresses of the Parvati Statue Collection of the National Museum in Indonesia]’, Naditira Widya, 15(2), pp. 71–86. doi: 10.24832/nw.v15i2.461.

Noorsasetya, A. H. (2018) ‘Studi Analisis Semiotika Terhadap Makna Dan Simbolis Pada Tokoh Wayang Brayut Jawa’, Narada Jurnal Desain dan Seni, 5(1), pp. 47–57. Available at: https://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/narada/article/view/4064.

Purwanto, H. and Titasari, C. P. (2018) ‘The Worship of Parwatarajadewa in Mount Lawu’, Kapata Arkeologi, 14(1), p. 37. doi: 10.24832/kapata.v14i1.472.

Rahardjo, S. (2011) Peradaban Jawa: dari Mataram Kuno sampai Majapahit Akhir. Jakarta: Komunitas Bambu.

Sedyawati, E. and Subroto, P. (1993) ‘Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa’, in 700 Tahun Majapahit (1293-1993): Suatu Bunga Rampai, pp. 2–11.

Sharma, M. (2009) ‘Pahari Harihara or Harahari: Nuanced Iconography’, in Sharma, M. and Kaimal, P. (eds) Indian Painting: Themes, Histories, Interpretations. Essays in Honour of B. N. Goswamy. Ahmedabad: Mapin/ Ocean, NJ. Grantha Corp., pp. 286–295.

Sidomulyo, H. and Rahadyan, K. (2017) Menepis Kabut Pawitra. Edited by B. B. Utomo. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. Available at: https://repositori.kemdikbud.go.id/11865/1/RP_Penanggungan.pdf.

Sumardjo, J. (2006) Estetika Paradoks. Bandung: Sunan Ambu Press.

Susetyo, S. et al. (2021) ‘Gaya Seni Arca Masa Kāḍiri: Studi Terhadap Arca Candi Gurah dan Candi Tondowongso’, Kalpataru: Majalah Arkeologi, 30(1), pp. 1–24.

Wahyudi, D. Y. (2015) ‘Gayatri Dalam Sejarah Singhasari Dan Majapahit’, Jurnal Sejarah dan Budaya, 7(2), pp. 16–21. doi: 10.17977/sb.v7i2.4743.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Flag Counter

INDEXED LINK