PENINGKATAN KETRAMPILAN MENGOLAH TOGA BAGI IBU PKK DESA NGIJO MALANG UNTUK MENUNJANG KELUARGA SEHAT (IMPROVING THE TOGA-PROCESSING SKILLS OF PKK MOTHERS IN THE NGIJO MALANG VILLAGE TO SUSTAIN A HEALTHY FAMILY)

Sofia Ery Rahayu, Betty Lukiati, Amy Tenzer, Nursasi Handayani, Fatchur Rohman, Sulisetijono Sulisetijono, Nur’aini Kartikasari, Rina Tri Turani Saptawati

Abstract


KelompokPembinaanKesejahteraanKeluarga(PKK)termasuksalahsatukelompok
masyarakatberperanan penting dalam pembangunan masyarakat.Pembangunan masyarakattidak hanyadalamkemandirianpangan,tetapijugadalamkemandiriankesehatan.Pengembangan tanamanTOGAoleh masyarakat desa Ngijo masih pada aspek pembudidayaannya,Pemanfaatan dan
pengolahanTOGAmenjadi suatu produk yang lebih bernilai ekonomi dan berdaya guna di bidang pangan dan kesehatanmasih kurang.Oleh karena itu dilakukan pelatihan dan pendampingan pengolahan hasil TOGA. Tujuan pelatihan yaitu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu PKK
desa Ngijo dalam pengolahan TOGA menjadi produk yang mendukung kesehatan keluarga. Kegiatan dimulai dengan memberian materi tentang Pengertian dan Budidaya TOGA, kandungan senyawa aktif TOGA dan pembuatan simplisia, pembuatan salep daun salam, dan pembuatan minuman sehat untuk
meningkatkan imun saat pandemi. Hasil pelatihan menunjukkan peserta berpartisipasiaktif dan antusiasmengikutikegiatan.PengetahuanpesertatentangTOGAbaik,namuntentangmateri penataan dan simplisia jawaban peserta bervariasi. Hasil uji organoleptic salep daun salam, peserta
umumnya memilih sangat baik dan untuk minuman sehat, peserta berpendapat sangat disukai. Menurut para peserta dengan mengikuti pelatihan ini menjadi lebih mengetahui manfaat dan cara
mengolah TOGA untuk obat sederhana bagi keluarga dan menjadi ide usaha untuk menunjang
perekonomian keluarga.

Full Text:

PDF

References


Departemen Kesehatan R. I. 2011. Farmakope Herbal Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan R.I.

Departemen Kesehatan RI. 2008. Farmakope herbal Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan

Republik Indonesia.

Dewoto, R.H. (2007). Pengembangan Obat tradisional Indonesia Menjadi Fitofarmaka. Majalah

Kedokteran Indonesia, 57(8): 205-210

Handayani, A. (2015). Pemanfaatan tumbuhan berkhasiat obat oleh masyarakat sekitar Cagar Alam

Gunung Simpang, Jawa Barat. Pros Sem Nas Masya Biodiv Indon, 1(6): 1425-1432.

Harjono, Y., Yusmaini, H., dan Bahar, M. (2017). Penyuluhan pemanfaatan tanaman obat keluarga

dan pananaman tanaman obat keluarga di Kampung Mekar Bakti 01/01, Desa Mekar Bakti

Kabupaten Tangerang. JPM Ruwa Jurai, 3: 16-22

Fitriana, Y. (2013). Pengaruh pemberian jus mentimun terhadap penurunan tekanan darah pada

penderita hipertensi di Jorong Balerong Bunta wilayah kerja Puskesmas Sungai Tarab 1

Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar tahun. LPPM Stikes Yarsi (e-

journal.stikesyarsi.ac.id.pdf. diakses 18 November 2021)

Puspitasari, I., Sari, G.N.F., dan Indrayati, A. (2021). Pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA)

sebagai alternatif pengobatan mandiri. Jurnal Warta LPM, 24(3): 456-465

Ziraluo, Y.P.B. 2020. Tanaman obat keluarga dalam perspektif masyarakat transisi (studi etnografis

pada masyarakat Desa Bawodobara). Jurnal Inovasi Penelitian, 1(2): 99-106


Refbacks

  • There are currently no refbacks.