PENINGKATAN POTENSI SEKTOR PERTANIAN JAWA TIMUR DENGAN METODE TIPOLOGI KLASSEN DAN LQ (LOCATION QUOTIENT) TAHUN 2014 – 2017

Okta Risky Anggraini

Abstract


Sektor pertanian merupakan sektor yangmenjadi penghidupan bagi sebagian besar masyarakat Jawa Timur. Produksi hasil pertanian berperan penting dalam pembangunan, terutama untuk memenuhi konsumsi pangan dalam negeri, ketahanan pangan dan juga meningkatkan pendapatan ekspor di Jawa Timur. Namun faktanya pembangunan pertanian berkelanjutan masih jauh dari kata ideal, sehingga perlu adanya perhitungan persebaran hasil pertanian untuk mengetahui subsektor mana yang sudah unggul dan subsektor mana yang masih memiliki kekurangan dalam pengembangannya. Maka dari itu dalam observasi ini dibahas analisis tipologi klassen dan analisis LQ yang digunakan untuk salah satu acuan dalam pengembangan sektor pertanian di Jawa Timur agar dapat berperan maksimal dalam meningkatkan PDRB Jawa Timur pada khususnya dan PDB Nasional pada umumnya
Keywords: pertanian, pengembangan, pembangunan perekonomian.

Full Text:

PDF

References


Androsova, I. V., Melnichuk, A. V., Bondaletov, V. V., Vinichenko, M. V.,

&Duplij, E. V. (2016). On the issue of state support of agriculture: Regional aspect. International Journal of Economics and Financial Issues, 6(1S).

Badan Pusat Statistik. (2017). Statistik Indonesia 2017. bps.go.id.

Badan Pusat Statistik. (2017). Provinsi Jawa Timur Dalam Angka 2017. jatim.bps.go.id.

Fitrianto, A. R., Khoirunnisa, A. W. F., & Amaliyah, L. (2020). Membangun Kesadaran Masyarakat Dalam Pemeliharaan Bendungan Gondrok Sebuah aksi partisipatorif dalam memelihata Irigasi Pertanian Di Desa Bedohon, Jiwan, Madiun. Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 2(2), 79-86.

Isbah, U., &Iyan, R. Y. (2016). Analisis peran sector pertanian dalam perekonomian dan kesempatan kerja di Provinsi Riau. Jurnal Sosial Ekonomi Pembangunan, 7(19), 45-54.

Kuncoro, M. (2010). Dasar-dasar Ekonomika Pembangunan. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

Nasir, B. H., Lakani, I., & Monde, A. (2019). Kkn-ppm Penerapan Teknologi Usaha tani Konservasi Terpadu pada Daerah Rawan Longsor untuk Pengembangan Pertanian Berkelanjutan dan Peningkatan Pendapatan Masyarakat di Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi. Jurnal Abditani, 2(1),

-42.

Oktavia, H. F. (2020). Pemberdayaan Petanidalam Mengurangi Residu Melalui Pertanian Ramah Lingkungan di BPP Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Abdi Wiralodra: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 27-38.

Rahayu, E. S. (2010). Aplikasi Tipologi Klassen pada Strategi Pengembangan Sub Sektor Pertanian Tanaman Pangan di Kabupaten Boyolali. Journal of Rural and Development, 1(2).

Rosmini, R., Lakani, I., & Najamudin, N. (2019). Pengembangan Potensi Masyarakat melalui Penerapan Sistem Pertanian Berkelanjutan di Kecamatan Bukal Kabupaten Buol Propinsi Sulawesi Tengah. Jurnal Abditani, 2(1), 22-28.

Sukirno, S. (2004). Makro ekonomi teori pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Perkasa.

Tarigan, Robinson. (2015). Ekonomi Regional Teori dan Aplikasi. Jakarta: BumiAksara.

Tarigan, Robinson. (2016). Perencanaan Pembangunan Wilayah. Jakarta: BumiAksara.

Winoto, J., &Siregar, H. (2016). Agricultural development in Indonesia: current problems, issues, and policies. Analisis Kebijakan Pertanian, 6(1), 11-36.

Wicaksono, I. A. (2011). Analisis Location Quotient Sektor Dan Subsektor Pertanian Pada Kecamatan Di Kabupaten Purworejo The Analysis of Location Quotient on Sector and Subsector of Agriculture among the Sub Districts in Purworejo Regency. Mediagro, 7(2).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.