IMPLEMENTASI LITERASI BUDAYA PADA MASYARAKAT KAMPUNG BUDAYA POLOWIJEN MELALUI KEGIATAN SESEKARAN TOPENG MALANGAN

Diah Ayu Meiliniasari, Mar’atus Sholeha, Alina Ni’mah, Satria Fikri Hidayatullah, Moh. Safii

Abstract


Kegiatan pengabdian yang berada di Kampung Budaya Polowijen mengusung sebuah tema literasi budaya topeng Malangan melalui kegiatan sesekaran topeng Malangan. Kegiatan ini memiliki tujuan agar memberikan sebuah pengetahuan kepada mitra terkait pentingnya literasi budaya terutama budaya lokal yang ada di daerah tersebut. Pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari beberapa tahapan: (1) persiapan kegiatan sesekaran topeng Malangan; (2) pelaksanaan kegiatan; (3) tahapan evaluasi kegiatan. Pelaksanaan kegiatannya sendiri dimulai dengan persiapan dan dilannjutkan dengan nyekar ke makam Mbah Reni yang merupakan pencipta awal topeng Malangan serta diakhiri dengan kegiatan bincang literasi budaya dan pemotongan tumpeng. Metode pelaksanaan dari kegiatan ini adalah kegiatan langsung serta ceramah terkait topeng Malangan itu sendiri serta dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama dimana para peserta dapat bertanya serta pemateri yang akan menjawabnya. Kegiatan literasi budaya di kegiatan sesekaran ini memiliki tujuan agar para genenrasi muda serta masyarakat sekitar lebih mengenal, menjaga serta melestarikan budaya atau tradisi Malang khususnya topeng. Sehingga kebudayaan Malang ini tidak punah dan terus berkembang pesat.

 

Keywords: Kampung Budaya Polowijen, literasi budaya, sesekaran topeng Malangan


Full Text:

PDF

References


Astrini, W., Amiuza, C. B., & Handajani, R. P. (2013). Semiotika Rupa Topeng Malangan (Studi Kasus: Dusun Kedungmonggo, Kec. Pakisaji, Kabupaten Malang). Review of Urbanism and Architectural Studies, 11(2), 89–98.

Dewi, M. R., & Nurani, F. (2019). Optimalisasi Indigenous Tourism Kampung Budaya Polowijen Dalam Pembangunan Pariwisata Indonesia Sebagai Upaya Pembangunan Nasional.

Ermansyah, D. (2017). Mbah Reni Penemu Topeng Malangan Ternyata Anak Sunan Bonang. Malang: Akurat.Co.

Hidajat, R. (2005). Struktur, Simbol, dan Makna Wayang Topeng Malang. Bahasa Dan Seni, 33(2), 270–281.

Ikbar, A. Y. (2021). BENTUK VISUAL DAN MAKNA TOPENG RAGIL KUNING DI KAMPUNG BUDAYA POLOWIJEN, KECAMATAN BLIMBING, KOTA MALANG, PROVINSI JAWA TIMUR.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Literasi Budaya dan Kewargaan. Gerakan Literasi Nasional, 8(9), 1–58.

Pratiwi, A., & Asyarotin, E. N. K. (2019). Implementasi literasi budaya dan kewargaan sebagai solusi disinformasi pada generasi millennial di Indonesia. Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan, 7(1), 65–80.

Puspitosarie, E., & S. (2019). Program Kemitraan Masyarakat Universitas Widyagama Malang Sebagai Kelompok Kriya Topeng di Kampung Budaya Polowijen. Ciastech, 57–60.

Rahayuningtyas, W. (2018). PEWARISAN BUDAYA MELALUI WAYANG TOPENG DI KABUPATEN MALANG. Computers and Industrial Engineering.

Zurinani, S., Fatmawati, F., & Rohman, M. F. (2020). Rupa Wujud Ragil Kuning dalam Rekonstruksi Narasi Tradisi Topeng Malangan sebagai Ikon Pengembangan Pariwisata Kampung Budaya Polowijen. Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian …, 4(1), 12–20.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.