RINTISAN COMMUNITY-BASED SOLID WASTE MANAGEMENT (CBSWM) TERPADU DI DESA PETUNGSEWU

Widiyanti Widiyanti, Alfian M, Rangga E. S, Dani P, Fahru R

Abstract


Desa Petungsewu merupakan salah satu dari sekian daerah yang masih gemar membakar sampah secara terbuka, mengubur, hingga membuangnya ke sungai. Model pengelolaan ini sangat buruk dan perlu dirubah. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk merintis community-based solid waste management di Desa Petungsewu, Dau. Metode pelaksanaan sepenuhnya dilakukan mengadopsi pendekatan personalized solution, dimana masyarakat secara sepenuhnya terlibat dalam desain dan pelaksanaan program. Hasilnya, tim peneliti menghibahkan sebuah fixed-bed updraft waste to energy incinerator, memberikan pelatihan, pendampingan, forum group discussion, serta monitoring. Berdasarkan pengukuran efektifitas program melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, didapati bahwa model pengelolaan sampah oleh masyarakat telah dilakukan secara terstruktur melibatkan integrasi kerja maupun pengawasan oleh seluruh elemen masyarakat desa. Operasi semacam ini juga telah dipahami dan terima oleh masyarakat mengingat banyak value positif yang mereka rasakan dari aspek ekonomi, sosial, hingga psikologis. Secara menyeluruh, hasil pengabdian terbukti mampu menunjukkan bahwa siklus people centered, participatory, empowering, and sustainable merupakan paradigma baru yang impactful dalam pembangunan masyarakat.

Keywords: Pengelolaan Sampah Terpadu, Program Mandiri Masyarakat, Waste to Energy Incinerator


Full Text:

PDF

References


Chong, C., Qi-Jin, Y., Hua Y.J., Y. C. (2011). Simulation of municipal solid waste in two different types of fixed bed reactors. Journal of Zhejiang University - Science A: Applied Physics & Engineering, 11(8), 619–628.

Das, B., Bhave, P. V., Sapkota, A., & B. R. M. (2018). Estimating Emissions from Open Burning of Municipal Solid Waste in Municipalities of Nepal. Waste Management, 79, 481–490.

Enviromental Service Program (ESP) DKI. (2006). Modul Pelatihan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat.

Fjellerup J., Ahrenfelt J., Henriksen U., & G. B. (2005). Formation, decomposition and cracking of biomass tars in gasification. Departement of Mechanical Engineering TU Denmark.

Kementerian Lingkungan Hidup. (1997). UndangUndang RI Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Kormondy, E. J. (1969). Concepts of Ecoroglt. Prentice-Hall Inc. New Jersey.

Lu A., & W. E. R. (2006). Environmental and economic analysis of disposal options for traditional markets in Indonesia. Waste Management.

Mann, A. (2019). The waste challenge: Is Indonesia at a tipping point?

Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia. (2006). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 21/PRT/M/2006 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Sistem Pengelolaan Persampahan. Jakarta.

Naryono E. (2016). Perancangan Sistem Pembakaran Sampah Organik Rumah Tangga Ramah Lingkungan.

Stantec. (2011). Waste to Energy: A Technical Review of Municipal Solid Waste Thermal Treatment Practices. BC Ministry of Environment. Victoria.

Surochiem. (2001). Dimensi-dimensi penting Monitoring Pelaksanaan Program Pemberdayaan dan Partisipasi pada Masyarakat Pesisir. Jurnal Neptunus, 8(1), 50–56.

Warnecke, R. (2000). Gasification of biomass: comparison of fixed bed and fluidizedbed gasifier. Biomass Bioenergy, 18(6), 489–497.

Werther, J., & Ogada, T. (1999). Sawage sludge combustion. Progress in Energy and Combustion Science, 25, 55–116.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.