Pemetaan Pola Rembesan Air pada Bendungan Selorejo Menggunakan Metode Geolistrik
Abstract
Bendungan Selorejo merupakan salah satu jenis bendungan urugan yang terletak di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pembangunan bendungan digunakan untuk PLTA, pertanian, perikanan, pariwisata,dan menampung kelebihan air hujan dan debit dari Kali Konto. Sejak bendungan dibangun pada tahun 1963, bendungan mengalami permasalahan atau penurunan mutu dan rentan terhadap kerusakan. Salah satu permasalahan Bendungan Selorejo saat ini adalah ditemukannya daerah basah atau rembesan air pada lereng hilir bendungan. Rembesan air pada Bendungan Selorejo dapat diketahui dengan menggunakan metode geolistik konfigurasi Wenner yang bekerja berdasarkan nilai resistivitas batuan. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data dengan menggunakan software Res2DInv dan Oasis Montaj maka dapat dipetakan bahwa pola aliran rembesan pada bagian bawah permukaan tanah hilir bendungan yang diduga terdapat air memiliki nilai resistivitas air yang rendah (low resistivity zone) yaitu kisaran 0,5-40 Ωm pada kedalaman 2,5-26,9 meter.
Kata Kunci: Rembesan bendungan, Bendungan Selorejo, geolistrik.Full Text:
PDFReferences
Modifikasi Google Earth. 2017. (Online), diakses pada tanggal 26 Maret 2017.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 37 tentang Bendungan tahun 2010. (Online), (jdih.bpk.go.id), diakses 3 Maret 2017.
Soedibyo. 1993. Teknik Bendungan. Jakarta: PT Pradnya Paramita.
Sosrodarsono, S dan N. Kazuto. 2016. Bendungan Tipe Urugan. Jakarta Timur. PT Balai Pustaka (Persero).
Hoesein, A. A dan Montarcih, Lily. 2011. Estimation of Water Value at Selorejo Dam, Indonesia. Journal of Applied Science Research. 7(5):649-653.
Perum Jasa Tirta 1. 2016. Kerangka Acuan Kerja : Studi Perilaku Rembesan pada Tumpuan Kanan Bendungan Selorejo. Malang.
Suhayadi, M, S. Geologi Teknik. Yogyakarta: Biro Penerbit Teknik Sipil Universitas Gajah Mada.
Santoso, Djoko. 2002. Pengantar Teknik Geofisika. Bandung: Penerbit ITB
Batayneh, Awni T. 2011. “Application of Geoelectric Methods on Paleoenvironments of the Qa’el-Jufr Lake, Southeastern Jordan Plateau.” Journal of King Saud University - Science 23 (4): 381–88.
Loke, M. H., 1999. Electrical Imaging Surveys for Environmental and Engineering Studies:A Partical Guide to 2D and 3D Surveys. Malaysia: Penang.
Telford, Gerdart and Sheriff. 1990. AppliedGeophysics, 2nd Edition. Cambrige University Press. New York.
Worthington, P. F., Barker, R. D. 1977. Detection of Disused Vertical Mineshaft at Shallow Depths by Geoelectrical Methods. Geoexploration. 15,111-120.
Abdelwahab, Hussein. 2013. Comparison of 2D and 3D Resistivity Imaging Methods in the Study of Shallow Subsurface Structures. Greener Journal of Physical Science. 3: 149-158
Baba, Khadija, Lahcen Bahi, and Latifa Ouadif. 2014. “Enhancing Geophysical Signals Through the Use of Savitzky-Golay Filtering Method.” Geofísica International 53 (4): 399–409. doi:10.1016/S0016-7169(14)70074-1.
Gunn, D.A, Chambers, J. E., Uhlemann, S,...&Glendinning, S. 2015. Moisture Monitoring in Clay Embankments Using Electrical Resistivity Tomography. Construction and Building Materials 92, 82-94.
Telford, Gerdart and Sheriff. 1990. Applied Geophysics, 2nd Edition. Cambrige University Press. New York.
Athani, S. S. Seepage and Stability Analysis of Earth Dam Using Finite Element Method. Aquatic Procedia. 4, 876-883.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Publikasi Oleh:
![]() | Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang Website: www.fisika.fmipa.um.ac.id
|
