Inovasi Pelayanan Konseling dalam Kerangka Merdeka Belajar
Abstract
Transformasi digital dan cyber word mengharuskan konselor mempersiapkan dan memberikan perhatian khusus pada peserta didik mulai dari dasar hingga Perguruan Tinggi. Kompetensi konselor dituntut dapat mewujudkan inovasi pelayanan konseling, tidak hanya dalam masa pandemi bahkan hingga berakhirnya pandemi. Sejalan dengan hal tersebut program inovasi pelayanan konseling hendaknya diselaraskan dengan revolusi pendidikan berupa new skill yang diwujudkan melalui program merdeka belajar.Artikel ini bertujuan untuk merumuskan formula inovasi pelayanan konseling berbasis merdeka belajar.Konselor perlu melakukan needassesment sebelum merancang inovasi pelayanan konseling. Dalam rangka mendapatkan informasi kebutuhan sasaran layanan, telah dilakukan penelitian tentang permasalahan pembelajaran yang dialami selama masa pandemi kepada 889 orang peserta didik yang terdiri dari 371 orang remaja di PT dan 518 orang mahasiswa di Perguruan Tinggi yang tersebar di sumatera dan luar sumatera. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara insidential menggunakan suveyheart.Hasil penelitian dianalisis dengan metode analisis mixing methode. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat 4 faktor permasalahan peserta didik pada masa pandemi covid 19 yaitu: 1) Fasilitas dan teknologi, 2) Pendidik dan metode pengajaran, 3) Diri pribadi 4) Keluarga dan faktor lainnya seperti kebosanan dan perasaan yang tidak membahagiakan terhadap proses belajar yang tengah dijalani. Temuan penelitian ini dapat digunakan sebagai pertimbangan konselor dalam mewujudkann inovasi pelayanan konseling yang disinergikan dengan terwujudnya kebahagiaan belajar pada peserta didik sebagaimana esensi konsep merdeka belajar.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Anggraeni, A. D. (2017). The role of school counselors in forming student becoming a digital citizen.TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, Vol,1.No.2, Hal 151–160.
Arrasyid, H. (2016). Peningkatan Sikap Positif dalam Belajar Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Siswa Sekolah di MtS Muhammdiyah 22 Padang Sidimpuan Tahun Ajaran 2015-2016.Ristekdik: Jurnal Bimbingan dan Konseling, Vol.1. Nomor 1.
Azis, A. R., & Salam, P. A. (2018).Keefektifan layanan informasi berbasis instagram untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa.Bimbingan Dan Konseling, Vol.1. No.3, Hal 183–191.
Bhakti, C. P., & Ghiffari, M. A. N. (2018).Blended Learning: Alternative Method Of Core Curriculum To Improve 21th Century Student�s Creative Thinking Skills.International Colloquium: Opportunities and Challenges on Education Management in 21st Century, Vol.1.Nomor. 1, Hal.125–130.
Bhakti, C. P., Ghiffari, M. A. N., & Salsabil, K. (2019). Joyful Learning: Alternative Learning Models to Improving Students Happiness. Jurnal VARIDIKA, Vol.30 No.2, Hal.30–35.
Caraka, P. B., & Muhammad, A. N. G. (2016).Pemanfaatan Metode Experiential Learning dalam Layanan Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Critical Thinking Skills.Prosiding Seminar Nasional Jurusan BK UNESA,Hal. 78–85.
Dantes, G. R., Suarni, N. K., & Sujaya, I. (2010). Model Dynamic Intellectual Learning (DIL): Pergeseran Paradigma E-Learning Menuju Adaptive Learning. Konferensi Nasional Sistem dan Informatika, Vol. 15, No.1. Hal, 229–235.
Dina, D. A. M., Sofiana, A., Wahyuningtyas, N., & Bhakti, C. P. (2016). Aplikasi Cyco (CYBER COUNSELING): Alternatif Model Konseling di Sekolah. Prosiding Seminar Nasional" Optimalisasi Peran Pendidikan dalam Membangun Karakter Anak untuk Menyongsong Generasi Emas Indonesia", Hal.136–140.
Estuhono, E. E. (2017). Pengaruh Penerapan Strategi Pembelajaran Gasing (Gampang Asyik Menyenangkan) Berbantukan Animasi terhadap Pencapaian Kompetensi Mahasiswa Pada Mata Kuliah Pendidikan IPA.Ristekdik: Jurnal Bimbingan dan Konseling, Vol.2. Nomor. 2.
Garrison, D. R., & Kanuka, H. (2004). Blended learning: Uncovering its transformative potential in higher education. The Internet and Higher Education, Vol.7 No.(2), Hal.95–105.
Hapsari, A. D., Mabruri, M. I., & Hendriyani, R. (2014).Cinderella Kompleks Pada Mahasiswi di Universitas Negeri Semarang.Developmental and Clinical Psychology, Vol.3 No.(1).
Maya, D. M., & Psi, S. (2016). Model Komunikasi Interpersonal Guru Bimbingan dan Konseling dalam Konteks Kelekatan Sebagai Upaya Peningkaatan Psikologi Sekolah Siswa. Prosiding_Seminar_Nasional_BK_UNIB_2016, Hal.1–7.
Paradigma, D., & Aksi, M. (2015).Bimbingan dan Konseling Komprehensif :Vol.1. No. 2, Hal.93–106. Retrieved from http://eprints.uad.ac.id/3347/1/96-208-1-PB.pdf
Pardede, N. (2016). Upaya Guru Bimbingan dan Konseling Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Smp Negeri 7 Padangsidimpuan.Ristekdik: Jurnal Bimbingan dan Konseling, Vol.1. No.1.
Prasetya, A. F. (2017). Model Cybercounseling: Telaah Konseling Individu Online Chat-Asynchronous Berbasis Aplikasi Android. Prosiding Seminar Bimbingan dan Konseling, Vol.1.No.(1), Hal.31–38.
Rahmawati, R., Sholih, S., & Wibowo, B. Y. (2018).Pengembangan Media Paras (Paduan Audio Relaksasi Autogenin Sederhana) Sebagai Upaya Menurunkan Burnout Study.Jurnal Penelitian Bimbingan dan Konseling, Vol.3, hal.2.
Wibowo, B. Y., & Nurmala, M. D. (2017).Pengaruh Stimulasi Humor Audio Visual terhadap Burnout Study.Jurnal Penelitian Bimbingan dan Konseling, Vol.2.Hal.2.
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.