PERUBAHAN KURIKULUM YANG DIDASARI OLEH PERUBAHAN SOSIAL DAN BUDAYA DI MASYARAKAT
Abstract
Abstrak: Penulisan artikel ini bertujuan untuk memaparkan bagaimana perubahan sosial-budaya di masyarakat menimbulkan perubahan kurikulum serta memaparkan bagaimana peran kurikulum dalam menanggapi keadaan sosial-budaya di Indonesia. Metode yang digunakan adalah literatur review, yaitu mengkaji dari teori, buku dan artikel jurnal penelitian. Dari hasil literature review, dapat ditarik kesimpulan bahwa kurikulum dan keadaan sosial-budaya di masyarakat saling memberikan perubahan. Kurikulum dapat melahirkan tatanan kehidupan sosial maupun budaya yang baru. Sebaliknya, keadaan sosial dan budaya yang terus berubah memunculkan isu-isu baru yang membutuhkan perubahan kurikulum.
Kata kunci: kurikulum, sosial-budaya, perubahan kurikulum, perubahan kehidupan sosial, perubahan budaya
Full Text:
PDFReferences
Abdullah, A. (2007) ‘Kurikulum Pendidikan di Indonesia Sepanjang Sejarah (Suatu Tinjauan Kritis Filosofis)’, Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 13(066).
Achruh, A. (2018) ‘PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN LANDASAN SOSIAL BUDAYA’, Inspiratif Pendidikan, 7(1), p. 23. doi: 10.24252/ip.v7i1.4930.
Allen, T. H. et al. (2011) ‘11: Curriculum Revision and Cultural Change: a Joint Faculty Development and Faculty Governance Approach’, To Improve the Academy, 30(1), pp. 142–155. doi: 10.1002/j.2334-4822.2011.tb00654.x.
Apple, M. (2003) The State and the Politics of Knowledge. London: RoutledgeFalmer.
Bauto, L. M. (2014) ‘Perspektif Agama dan Kebudayaan dalam Kehidupan Masyarakat Indonesia (Suatu Tinjauan Sosiologi Agama)’, JPIS: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, 23(2).
Bell, L. (2006) Education Policy: Process, Themes and Impact. 1st edn. Routledge. doi: 10.4324/9780203088579.
Cui, Y., Lei, H. and Zhou, W. (2018) ‘Changes in School Curriculum Administration in China’, ECNU Review of Education, 1(1), pp. 34–57. doi: 10.30926/ecnuroe2018010103.
Dimyati, M. (1996) Landasan Pendidikan; Analisis Keilmuan, Teorisasi, dan Praktek Pendidikan. Malang: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Fakultas Ilmu Pendidikan. Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Edwards, G. (2014) ‘Standpoint theory, realism and the search for objectivity in the sociology of education’, British Journal of Sociology of Education, 35(2), pp. 167–184.
Istiyanto, S. B. (2016) ‘Telepon Genggam dan Perubahan Sosial Studi Kasus Dampak Negatif Media Komunikasi dan Informasi Bagi Anak-Anak di Kelurahan Bobosan Purwokerto Kabupaten Banyumas’, Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia, 1(1), p. 58. doi: 10.25008/jkiski.v1i1.36.
Karim, B. A. (2020) ‘Pendidikan Perguruan Tinggi Era 4.0 Dalam Pandemi Covid-19 (Refleksi Sosiologis)’, 1(2), p. 11.
Kemendikbud (2014) ‘Konsep dan Implementasi Kurikulum 2013’, in. Jakarta.
Lestari, D. (2019) ‘INTERAKSI SOSIAL DAN PESAN BUDAYA’, 12(1), p. 6.
Maisyanah, M. (2018) ‘Analisis Dampak Desentralisasi Pendidikan dan Relevansi School Based Management’, QUALITY, 6(2), p. 1. doi: 10.21043/quality.v6i2.5773.
Ornstein, A. C. (1989) ‘to bring to bear our repertoire of habits, and even more important, to modify habits or discard them altogether, replac- ing new ones as the situation demands.&dquo’;, NASSP Bulletin: Downloaded from bul.sagepub.com at Florida International Univ on June 7, 2015, p. 8.
Piliang, Y. A. (2012) ‘Masyarakat Informasi dan Digital’, p. 14.
Rigianti, H. A. (2020) ‘Kendala Pembelajaran Daring Guru Sekolah Dasar di Kabupaten Banjernegara’, Elementary School, 7(2), pp. 297–302.
Rosni, R. (2017) ‘LANDASAN SOSIAL BUDAYA DAN PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM’, Inspiratif Pendidikan, 6(1), p. 128. doi: 10.24252/ip.v6i1.4922.
Rothwell, W. J. (1984) ‘Curriculum Theory Reconsidered: Strategic Planning and Organizational Training’, Journal of Educational Technology Systems, 12(4), pp. 327–336. doi: 10.2190/UQMY-9HHQ-6NCE-4UUR.
Sadikin, A. and Hamidah, A. (2020) ‘Pembelajaran Daring di Tengah Wabah Covid-19’, BIODIK, 6(2), pp. 109–119. doi: 10.22437/bio.v6i2.9759.
Sarkawi, D. (2016) ‘Perubahan Sosial dan Budaya Akibat Media Sosial’, p. 32.
Sugiarta, I. M. et al. (2019) ‘FILSAFAT PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA (TOKOH TIMUR)’, Jurnal Filsafat Indonesia, 2(3), p. 124. doi: 10.23887/jfi.v2i3.22187.
UU Nomor 20 (2003) Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Wrigley, T. (2018) ‘“Knowledge”, curriculum and social justice’, The Curriculum Journal, 29(1), pp. 4–24. doi: 10.1080/09585176.2017.1370381.
Yang, W. and Li, H. (2019) ‘Changing culture, changing curriculum: a case study of early childhood curriculum innovations in two Chinese kindergartens’, The Curriculum Journal, 30(3), pp. 279–297. doi: 10.1080/09585176.2019.1568269.
Yang, W. and Li, H. (2020) ‘The role of culture in early childhood curriculum development: A case study of curriculum innovations in Hong Kong kindergartens’, Contemporary Issues in Early Childhood, p. 146394911990035. doi: 10.1177/1463949119900359.
Yi, X. (2017) ‘Understanding curriculum based on the study of Chinese “ Gu Qin ”’, International Journal of Music Education, 35(3), pp. 403–413. doi: 10.1177/0255761416667468.
Refbacks
- There are currently no refbacks.