Siapakah Sesamaku?

Robert Pius Manik

Abstract


Pandemi Covid-19 yang membatasi pertemuan fisik kita dengan sesama membutuhkan teknologi internet untuk menjembatani pertemuan dengan orang lain. Artikel ini membahas pentingnya mempertahankan makna relasi dengan sesama dalam masa pandemi, berdasarkan kisah perumpamaan tentang Orang Samaria yang baik hati (Luk 10:25-37). Realitas virtual, internet, dan dunia digital sebaiknya tidak dimaksudkan untuk mengganti atau menggeser realitas komunitas antar pribadi dan autentik. Realitas virtual ini juga tidak untuk menggeser realitas sakramensakramen yang dirayakan dan dilaksanakan secara langsung. Maka, kehadiran realitas virtual dan dunia digital hendaknya dipandang merupakan pelengkap atau suplemen dalam menghayati dan mengekspresikan iman kita. Kita juga perlu bisa menempatkan diri secara benar dalam berelasi dengan sesama tanpa harus mengingkari penggunaan tekhnologi internet dan sekaligus tanpa harus mengorbankan sesama atau mengkhianati relasi itu sendiri.

Kata Kunci: teknologi internet, Orang Samaria, relasi, sesama


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.