Analisis Kadar Lemak Menggunakan Uji Fat Gerber Pada Biskuit Varian Makanan Tambahan (Mt) Ibu Hamil Di Pt Satoria Agro Insutr

Nisfatul Amarawardani, Lathifatul Qolbi, Hadiyan Rahman Ramadhan, Indra Kurniawan Saputra

Abstract


Masalah gizi yang dialami oleh ibu hamil dapat berdampak pada kualitas generasi yang akan datang karena memperlambat pertumbuhan fisik dan perkembangan mental anak serta penurunan kecerdasan. Oleh karena itu, perlu upaya penanggulangan masalah tersebut, salah satunya yaitu dengan pemberian biskuit sebagai Makanan Tambahan (MT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kadar lemak menggunakan metode fat gerber pada biskuit MT Ibu Hamil. Percobaan dilakukan di laboratorium PT. Satoria Agro Industri Pasuruan. Percobaan menggunakan metode fat gerber dengan penambahan n-amyl alcohol, asam sulfat 91-92%, dan air panas T:65ºC. Percobaan mempunyai nilai kadar lemak 21,36% dimana standar nilai kadar lemak di PT. Satoria Agro Industri minimal 20%. Kata kunci : Fat gerber, Biskuit MT Ibu Hamil, Gizi Ibu Hamil, Lemak

Full Text:

PDF

References


[BSN] Badan Standarisasi Nasional. 1992.

SNI 01-2973-1992. Syarat Mutu dan Cara Uji

Biskuit. Badan Standarisasi Nasional : Jakarta.

[BSN] Badan Standarisasi Nasional. 2011.

SNI 2973:2011. Syarat Mutu Cookies. Badan

Standarisasi Nasional : Jakarta.

Almatsier, (2004). Prinsip Dasar Ilmu Gizi.

Jakarta: PT Gramedia Pustaka Umum.

Amalia, L. (2011). Faktor Risiko Kejadian

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di RSU Dr.

MM Dunda Limboto Kabupaten Gorontalo.

Jurnal Saintek, 6(3)

Apriyantono, A, Fardiaz, D, Puspitasari,

N.L, Sedanarwati, Budiyanto, S. 1998. Analisis

Pangan. PAU Pangan dan Gizi. IPB. Bogor.

Azwar, A. (2004). Kecenderungan Masalah

Gizi dan Tantangan di Masa Datang, makalah

dalam Pertemuan Advokasi Program Perbaikan

Gizi Menuju Keluarga Sadar Gizi. Jakarta. 27

September 2004.

Barbieri, P. Crivellenti, L.C., Nishimura,

R.Y., and Sartorelli, D.S. 2015. Validation of a

food frequency questionnare to assessfood

group intake by pregnant women. Journal of

Human Nutrition and Dietetics. 28: 38-44

Budianto, A K. 2009. Dasar-Dasar Ilmu

Gizi. Malang. UMM Pers.

Chen, L., G.E. Remondetto, and M.

Subirade. 2006. Food protein-based materials

as nutraceutical delivery systems. Trends in

Food Science & Technology . 17:272-283

Departemen Kesehatan RI. (1996).

Makanan Ibu Hamil. Jakarta: Departemen

Kesehatan.

Departemen Kesehatan RI. (2000). Gizi

Seimbang Menuju Hidup Sehat bagi Ibu Hamil

dan Ibu Menyusui. Pedoman Petugas

Puskesmas Jakarta: Departemen Kesehatan.

Departemen Kesehatan RI. (2002).

Program Gizi Makro. Jakarta: Direktorat Gizi

Masyarakat.

Handayani, S., Budianingrum, S. (2011).

Analisis Faktor yang Mempengaruhi

Kekurangan Energi Kronis pada Ibu Hamil di

Wilayah Puskesmas Wedi Klaten. Jurnal

Involusi Kebidanan, 1(1), 42-60.

Inayati, I. 1991. Biskuit Berprotein Tinggi

dari Campuran Tepung Terigu, Singkong dan

Tempe Kedelai. Skripsi. Fakultas Teknologi

Pertanian IPB, Bogor.

Intan, R., Rostini, I., Liviyawati, E. 2004.

Karakteristik Cookies dengan Penambahan

Tepung Tulang Ikan Jangilus (Istiophorus sp.).

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

Universitas Padjajaran. Bandung.

Irayani, F. (2015). Analisis Hubungan

Anemia pada Ibu Hamil dengan

KejadianAbortus di RSUD Demang Sepulau

Raya Kabupaten lampung Tengah. Jurnal

Kesehatan, 6(2), 190-200.

Kemenkes RI. 2010. Riset Kesehatan

Dasar, RISKESDAS. Jakarta: Balitbang

Kemenkes RI

Kementerian Kesehatan, RI. (2016a).

Infodatin. Pusat Data dan Informasi

Kementerian Kesehatan RI. Situasi Gizi di

Indonesia. Jakarta.

Mahirawati, V. K. (2014). Faktor-faktor

yang Berhubungan dengan Kekurangan Energi

Kronis. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan,

(2), 193–202. Manuaba, I. A C.,

Manley, D. J. R. 2000. Technology of

Biscuits, Crackers and Cookies. Ellis Horwood

Limited. United Kingdom. Chiecester

Publisher.

Manley, D.J.R. (2001). Biscuit, Cracker,

and Cookie Recipes For The Food Industry.

Woodhead Publishing Limited, Abington.

England.

Manuaba, I. B. G. F., Manuaba, I. B. G.

(2009). Mamahami Kesehatan Reproduksi

Wanita. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran

EGC.

Saraswati, E., Sumarno, I. (1998). Risiko

Ibu Hamil Kurang Energi Kronis (KEK) dan

Anemia untuk Melahirkan Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Jurnal Penelitian

Gizi dan Makanan, 21, 41-49.

Soetjiningsih. 2009. Tumbuh Kembang

Anak. Jakarta: EGC.

Subagio, A., W.Siti, Y.Witono, dan

F.Fahmi. 2008. Prosedur Operasi

StandarProduksi MOCAL Berbasis Klaster.

Southeast Asian Food and AgricultureScience

and Technology (SEAFAST) Center. Institut

Pertanian Bogor. Bogor.

Sumanti V, Widarsa T, Pradnyaparamita D,

Faktor Yang Berhubungan Dengan

Partisipasi Orang Tua Dalam Perawatan

Kesehatan Gigi Anak Di Puskesmas

Tegallalang I. Gianyar.

Winarno, F. G. 1992. Kimia Pangan dan

Gizi. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

]Winarno, F. G. 1993. Pangan Gizi,

Teknologi dan Konsumen. PT. Gramedia

Pustaka Utama. Jakarta. Hal. 85-88.

Winarno, F. G. 2004. Kimia Pangan dan

Gizi. PT. Gramedia Pustaka Utama : Jakarta.

Winarno, F. G dan I. E. Fernandez. 2007.

Susu dan Produk Fermentasinya. MBrio Press.

Bogor.

World Health Organization. 2012.

Proposed global targets for maternal, infant,

and young child nutrition. WHO Discussions

Papers, 2012 Feb 6; Geneva, Switzerland


Refbacks

  • There are currently no refbacks.