Uji Antagonis Bakteri Endofit terhadap Fungi Patogen Colletotrichum sp. Penyebab Penyakit Antraknosa pada Stroberi (Fragaria x ananassa)
Abstract
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui aktivitas antagonis 15 isolat bakteri endofit dalam menghambat pertumbuhan fungi Colletotrichum secara in vitro. Uji antagonis secara in vitro dilakukan menggunakan metode dual culture assay. Mekansime pengujian dilakukan dengan cara menumbuhkan secara berpasangan antara sampel koloni fungi patogen Colletotrichum dengan sampel koloni bakteri endofit (dari 15 isolat koleksi laboratorium Terpadu Balitjestro) pada cawan petri berisi media PDA. Hasil menunjukkan bahwa tiap isolat memiliki nilai persentase yang beragam. Tiga isolat yang menunjukkan nilai persentase antagonis terbaik dan penghambatan pertumbuhan terbaik adalah isolat dengan kode G.66, G.37, dan JBD.2 dengan persentase hambat masing-masing sebesar 38.84%, 33.26%, 33.07% pada kategori penghambatan sedang.
Kata kunci: antagonis, in vitro, dual culture assay.
Full Text:
PDFReferences
Sutopo. (2016). Teknologi Budidaya Stroberi di Lahan. Retrieved April 3, 2022, from http://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/teknologi-budidaya-stroberi-di- lahan/.
Rizaty, M. A. (2021). Jawa Barat Jadi SentraProduksi Stroberi Terbesar Pada 2020. Retrieved from Databoks website: https://databoks.katadata.co.id/datapublish/ 021/09/26/jawa-barat-jadi-sentra-produksi stroberi-terbesar-pada-2020.
Istifadah, N., Ayuningtyas, A., & Nasahi, C. (2017). Efek Pencampuran Bahan Pestisida Nabati terhadap Keefektifannya Dalam Menekan Colletotrichum sp. In vitro serta Penyakit Antraknosa pada stroberi. 6(1), 1-53.
Lelana, N. E., Anggraeni, I., & Mindawati, N. (2015). Uji Antagonis Aspergillus sp. dan Trichoderma spp. Terhadap Fusarium sp., Penyebab Penyakit Rebah Kecambah pada Sengon. 11, 23–28.
Syafriani, E., Riwany, F., Hendayani, R., Kamelia, R., Ferita, I., Fatchiyah, F., & Jamsari, J. (2019). Studi Awal Empat Isolat Bakteri Antagonis terhadap Jamur Colletotrichum gloeosporioides. 6(2).https://doi.org/10.33005/plumula.v6i2.9
Fatichah, N. F. Y. (2011). Potensi Bakteri Endofit sebagai Penghasil Enzim Kitinase, Protease dan Selulase Secara In Vitro. Skripsi UIN Mailiki Ibrahim Malang.
Marwan, H., Nusifera, S., & Mulyati, S. (2021).Potensi Bakteri Endofit sebagai Agen Hayati untuk Mengendalikan Penyakit Blas pada Tanaman Padi. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI), 26(3), 328–333.
Wibawa, I. G. K. S., Suprapta, D. N., & Khalimi,K. (2019). Uji Antagonis Bakteri Endofit terhadap Colletotrichum scovillei Penyebab Penyakit Antraknosa Pada Cabai Besar (Capsicum annuum L.). J. Agric. Sci. and Biotechnol, 8(1).
Strobel, G.A. (2002). Microbial Gifts From Rainforests. J. Plant Phathology, 24.
Thagavi. (2005). Horizontal Gene Transfer to Endogenous Endophytic Bacteria from Poplar Improves Phytoremediation of Toluene. Applied and Environmental Microbiology. 71: 8500–8505.
Identifikasi Hama dan Penyakit Stroberi (Fragaria x ananassa). (2014). Retrieved from Mei 24, 2022 from http://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/identifikasi-hama-dan penyakit stroberi fragaria-xananassa/.
Suciatmih, Yuliar, and D. Supriyati. (2011). Isolasi, Identifikasi, dan Skrining Jamur Endofit Penghasil Agen Biokontrol dari Tanaman Di Lahan Pertanian dan Hutan Penunjang Gunung Salak. J. Tek. Ling., 12(2).
Irawan, A., Illa, A., dan Margaretta, C. (2015). Identifikasi Peyebab Penyakit Bercak Daun pada Bibit Cempaka (Magnolia elegans (Blume.) H. Keng) dan Teknik Pengendaliannya. Jurnal Wasian, 2(2).
Mukarlina, Siti K., and Reny, R. (2010). Uji Antagonis Trichoderma harzianum Terhadap Fusariums spp. Penyebab Penyakit Layu Pada Tanaman Cabai (Capsicum annum) Secara In Vitro. Jurnal Fitomedika, 7(2).
Hikmah, F. N. (2018). Uji Potensi Antagonis Bakteri Endofit Bacillus cereus dan Bacillus megaterium terhadap Jamur Patogen Fusarium oxysporum Penyebab Penyakit Layu Daun Cabai Rawit (Capsicum frustescens L.). Skripsi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Yosmar R, Suharti N, dan Rasyid R. (2013). Isolasi dan Uji Kualitatif Hidrolisat Jamur Penghasil Enzim Selulase dari Tanah Tumpukan Ampas Tebu. Jurnal Farmasi Andalas, 1(1).
Suryanti, Ida Ayu P., Yan Ramona, dan Meitini W. Proborini. (2013). Isolasi dan Identifikasi Jamur Penyebab Penyakit Layu dan Antagonisnya pada Tanaman Kentang yang Dibudidayakan di Bedugul, Bali. Jurnal Biologi.,16(2).
Sanjaya, I. G. N. P. W., Wirya, G. N. A. S., Phabiola, T. A., & Winantara, I. M. (2019). Isolasi dan Seleksi Bakteri Antagonis Sebagai Alternatif Pengendalian Penyakit Layu Stroberi. Jurnal Agroekoteknologi Tropika, 8(2).
Melysa, Fajrin, N., Suharjono, & Dwiastuti, E.D. (2013). Potensi Trichoderma sp. Sebagai Agen Pengendali Fusarium sp. Patogen Tanaman Strawberry (Fragaria sp.). Jurnal Biotropika, 1(4).
Wakhidah, N., Kasrina, & Bustamam, H. (2021). Keanekaragaman Jamur Patogen dan Gejala yang Ditimbulkan pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.) di Dataran Rendah. Jurnal Konservasi Hayati, 17(2),63–68.
Sudirga, S. K. (2016). Isolasi dan Identifikasi Jamur Colletotrichum spp. Isolat PCS Penyebab Penyakit Antraknosa pada Buah Cabai Besar (Capsicum annuum L.) di Bali. Jurnal Metamorfosa, 3(1), 23–30.
Prastya, M. Eka., Agung Suprihadi1, Endang Kusdiyantini. (2014). Eksplorasi Rhizobakteri Indigenous Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frustescens Linn.) dari Pertanian Semi Organik Desa Batur Kabupaten Semarang Sebagai Agen Hayati Pengendali Pertumbuhan Jamur Fusarium oxysporum f.sp capsici. Jurnal Biologi, 3(3).
Winarsih, S. dan Syafrudin. (2001). Pengaruh Pemberian Trichoderma viride dan Sekam Padi Terhadap Penyakit Rebah Kecambah di Persemaian Cabai. J. Ilmu Pertanian Indonesia, 3(1), 49-55.
Refbacks
- There are currently no refbacks.