Uji Cemaran Mikroba pada Jamu Nyeri Menstruasi sebagai Persyaratan Keamanan dan Mutu Obat Tradisional

Akmelia Najwa Sihab Abadi, Siti Mudaliana, Ratna Juwita

Abstract


Dismenore primer sangat umum terjadi pada wanita usia subur yang ditandai dengan nyeri spasmodik di bagian bawah perut dan berlangsung antara 12-72 jam. Hingga saat ini belum ada pengobatan pasti untuk mengatasi gejala dismenore primer, namun terapi secara tradisional menggunakan obat herbal menjadi salah satu pengobatan yang banyak dilakukan. Obat tradisional yang menggunakan berbagai campuran tumbuhan yang dikenal sebagai jamu, secara empiris terbukti dapat menjaga kesehatan, mencegah, dan mengobati penyakit. Jamu empiris nyeri menstruasi yang dikembangkan oleh unit griya sehat UPT Laboratorium Herbal Materia Medica Batu tersedia dalam bentuk serbuk. Sediaan obat tradisonal ini diformulasikan khusus untuk meredakan gejala nyeri haid. Obat tradisional dalam bentuk serbuk harus bebas dari mikroorganisme patogen yang dapat menyebabkan penyakit atau keracunan makanan. Jumlah lempeng total (ALT) dan jumlah kapang khamir (AKK) menjadi parameter penting untuk memastikan keamanan dan mutu produk dan memperoleh izin edar. Tujuan pengujian ini adalah untuk mengetahui nilai ALT dan AKK dalam sediaan jamu empiris pereda nyeri haid yang berasal dari unit griya sehat UPT Laboratorium Herbal Materia Medica. Metodologi pengujian nilai ini mengacu pada PerBPOM Nomor 32 Tahun 2019 tentang standar keamanan dan mutu obat tradisional. Hasil penilaian nilai ALT dan AKK obat herbal empiris pereda nyeri haid dari unit rumah sehat Laboratorium Materia Medika Herbal UPT menunjukkan nilai ˂10 cfu/gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamu tersebut layak dan aman untuk dikonsumsi dan memenuhi persyaratan PerBPOM Nomor 32 Tahun 2019.

Full Text:

XML

References


Sharifipour, F., Siahkal, S. F., Qaderi, K., Mohaghegh, Z., Zahedian, M., & Azizi, F. (2024). Effect of Curcumin on Dysmenorrhea and Symptoms of Premenstrual Syndrome: A Systematic Review and Meta-Analysis. Korean Journal of Family Medicine, 45(2), 96–104.

Bahrami, A., et.al. (2020). Menstrual problems in adolescence: relationship to serum vitamins A and E, and systemic inflammation. Archives of Gynecology and Obstetrics, 301(1), 189–197.

Desai, Ruchi. G. (2022). Physiotherapy Intervention for Primary Dysmenorrhea - A Narrative Review. International Journal of Research and Review, 9(3), 441–449.

Herawati, R. (2020). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Nyeri Haid (Dismenorea) pada Siswi Madrasah Aliyah Negeri Pasir Pengaraian. Materniry and Neonatal Jurnal Kebidanan, 2(3), 161–172.

Itani, R., Soubra, L., Karout, S., Rahme, D., Karout, L., & Khojah, H. M. J. (2022). Primary Dysmenorrhea: Pathophysiology, Diagnosis, and Treatment Updates. Korean Journal of Family Medicine, 43(2), 101–108.

Petraglia, F., Bernardi, M., Lazzeri, L., Perelli, F., & Reis, F. M. (2017). Dysmenorrhea and related disorders. F1000Research, 6(2), 1–8.

Ryan, S. A. (2017). The Treatment of Dysmenorrhea. In Pediatric Clinics of North America, 6(2).

Shoaee, F., et.al. (2020). Evaluation of Non-Pharmacological Strategies, Therapeutic and Cognitive-Behavioral Interventions in the Treatment of Premenstrual Syndrome: A Review Study. Review Article, 8(2), 10929–10939.

Adiyasa, M. R., & Meiyanti, M. (2021). Pemanfaatan obat tradisional di Indonesia: distribusi dan faktor demografis yang berpengaruh. Jurnal Biomedika Dan Kesehatan, 4(3), 130–138.

Alyidrus, R., Ariastiwi, D. A., & Mardi, Y. (2019). Ekstrak Etanol Daun Meniran (Phyllanthus niruri L.) Terhadap Mencit Jantan (Mus Musculus) Yang Diinduksi Asam Asetat Sebagai Analgetik. Media Farmasi, 15(1), 51.

Wahyuni, I. S., Sufiawati, I., Nittayananta, W., & Levita, J. (2022). Anti-Inflammatory Activity and Wound Healing Effect of Kaempferia galanga L. Rhizome on the Chemical-Induced Oral Mucosal Ulcer in Wistar Rats. Journal of Inflammation Research, 15(March), 2281–2294.

Wahyuni, Indah Suasani, Irna Sufiawati, Wipawee Nittayananta, and Jutti Levita. 2022. “Anti-Inflammatory Activity and Wound Healing Effect of Kaempferia Galanga L. Rhizome on the Chemical-Induced Oral Mucosal Ulcer in Wistar Rats.” Journal of Inflammation Research, 15(1:2281–94.

Suprihatin, T., Rahayu, S., Rifa’i, M., & Widyarti, S. (2020). Senyawa pada Serbuk Rimpang Kunyit (Curcuma longa L.) yang Berpotensi sebagai Antioksidan. Buletin Anatomi Dan Fisiologi, 5(1), 35–42.

Umar, M. I., et.al. (2014). Ethyl-p-methoxycinnamate Isolated from Kaempferia Galanga Inhibits Inflammation by Suppressing Interleukin- 1, Tumor Necrosis Factor-α, and Angiogenesis by Blocking Endothelial Functions. Clinics, 69(2), 134–144.

de Sousa Lima, C. M., Fujishima, M. A. T., de Paula Lima, B., Mastroianni, P. C., de Sousa, F. F. O., & da Silva, J. O. (2020). Microbial Contamination in Herbal Medicines: a Serious Health Hazard to Elderly Consumers. BMC Complementary Medicine and Therapies, 20(1), 1–9.

BPOM RI. (2019). Persyaratan Keamanan dan Mutu Obat Tradisional. Bpom Ri, 32, 37.

Pratami, D. K., Kumala, S., Widyasih, I. G. N. A., Miftahurrohmah, N., & Nafisa, S. (2022). Evaluation of Microbiological Contamination Parameters of Traditional Medicinal Preparations Containing Red Ginger. International Journal of Applied Pharmaceutics, 14(3), 74–78.

Murtafi’ah, N., Purwaeni, P., & Kurnia, D. (2023). Identifikasi Cemaran Mikroba pada Jamu Tradisional yang Dijual Di Pasar Andir Kota Bandung. Jurnal Kesehatan Rajawali, 13(1), 21–24.

Mitsuzawa, S., Deguchi, S., & Horikoshi, K. (2006). Cell structure degradation in Escherichia coli and Thermococcus sp. strain Tc-1-95 associated with thermal death resulting from brief heat treatment. FEMS Microbiology Letters, 260(1), 100-105.

Rasyid, A., Wahyuningsih, T., & Ardiansyah, A. (2018). Profil Metabolit Sekunder, Aktivitas Antibakteri dan Komposisi Senyawa yang Terkandung dalam Ekstrak Metanol Teripang Stichopus horrens. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kelautan Tropis, 10(2), 333-340.

Lutfiyanti, R., Ma’ruf, W. F., & Dewi, E. N. (2012). Aktivitas Antijamur Senyawa Bioaktif Ekstrak Gelidium latifolium Terhadap Candida albicans. Jurnal Pengolahan Dan Bioteknologi Hasil Perikanan, 1(1), 1-8.

Subhisha, S., & Subramoniam, A. (2005). Antifungal Activities of a Steroid from Pallavicinia lyellii, a Liverwort. Indian Journal of Pharmacology, 37(5), 304-308.

Sari, K. P., Advinda, L., Anhar, A., & Chatri, M. (2022). Potential of Red Shoot Leaf Extract (Syzygium oleina) as an Antifungi Against the Growth of Sclerotium rolfsii in vitro. Jurnal Serambi Biologi, 7(2), 163-168.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.