Pemanfaatan dan Efektivitas Mikroorganisme dalam Pengolahan Air Limbah Domestik pada Beberapa Pengolahan Biologis

Yohana Elisabeth Harianja

Abstract


Air limbah merupakan sumber pencemar yang berasal dari berbagai sumber. Menurut Permen LHK No. P 68 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik, air limbah adalah air sisa dari suatu hasil usaha dan/atau kegiatan dan air limbah domestik adalah yang berasal dari aktivitas hidup sehari-hari manusia yang berhubungan dengan pemakaian air. Salah satu cara dalam pengolahan air limbah yaitu pengolahan secara biologis. Pengolahan air limbah secara biologis merupakan pengolahan air limbah dengan memanfaatkan mikroorganisme, dimana mikroorganisme ini dimanfaatkan untuk menguraikan bahan-bahan organik yang terkandung dalam air limbah menjadi bahan yang lebih sederhana dan tidak berbahaya. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penelitian mengenai pemanfaatan mikroorganisme dalam pengolahan limbah air domestik yang diharapkan dapat menurunkan nilai kadar pH, COD, TSS, TDS, dan warna pada limbah air domestik. Hasil yang diperoleh yaitu penggunaan dari bakteri dan nutrient pada pengolahan air limbah domestik secara biologis mampu mengurai dan menurunkan berbagai parameter pencemar di dalamnya. Namun, dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh variasi terbaik adalah pengolahan biologis secara aerob dan MBBR yang dapat dibuktikan dari kadar COD yang sudah memenuhi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.68/Menlhk.Setjen/kum.1/8/2016. Untuk mendapatkan hasil parameter limbah lainnya yang memenuhi peraturan P.68/Menlhk.Setjen/kum.1/8/2016 dapat dilakukan proses pengolahan lanjutan seperti filtrasi, sedimentasi, dan desinfeksi terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan.

Full Text:

XML

References


Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. (2016). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor: P.68/Menlhk/Setjen/Kum.1/8/2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik. Jakarta

Said NI. (2011). Teknologi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit Dengan Sistem Biofilter Anaerob-Aerob. Jakarta: Direktorat Teknologi Lingkungan.

Suoth AE. (2016). Karakteristik Air limbah rumah tangga pada salah satu perumahan menengah keatas di Tangerang Selatan. Ecolab;10(2):80-8).

Cordova MR. (2008). Kajian Air Limbah Domestik di Perumnas Bantar Kemang, Kota Bogor dan Pengaruhnya pada Sungai Ciliwung. Institut Pertanian Bogor.

Djoharama V, Rianib E, Yanic M. (2018). Analisis kualitas air dan daya tampung beban pencemaran Sungai Pesanggrahan di Wilayah Provinsi DKI Jakarta. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. 8(1): 127-133

Sulistia, Susi., dan Alifya Cahaya S., (2019), Analisis Kualitas Air Limbah Domestik Perkantoran, Jurnal Rekayasa Lingkungan, 12(1), 41-57. IJCR-Indonesian Journal of Chemical Researchp.ISSN: 2354-9610, e. ISSN:2614-5081Vol.6, No. 2, Hal. 12-2222

Setiari, M., Mahendra, M.S. dan Suyasa, W. (2012). Identifikasi sumber pencemar dan analisis kualitas air tukad yeh sungi di Kabupaten Tabanan dengan metode indeks pencemaran. Jurnal Ilmu Lingkungan 7(1):40 – 16

El-Rahim, W. M. (2009). The Effect of pH on Bioremediation Potential for the Removal of Direct Violet Textile Dye by Aspergilus niger. Egypt.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.