PEMBERDAYAAN DAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA
Abstract
Maraknya konsumsi obat-obatan kimia yang diperjualbelikan di banyak tempat, membuat beberapa orang meninggalkan obat-obatan tradisional. Banyak masyarakat Indonesia lambat laun melupakan obat-obatan tradisional yang tidak kalah ampuh dengan obat-obatan kimia lainnya. Selain jamu, herbal alami, maupun obat-obatan tradisional lainnya, TOGA (Tanaman Obat Keluarga) juga sejatinya memiliki manfaat dan khasiat yang cukup besar. Tanaman obat keluarga bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan dan pengobatan berbagai penyakit. Tanaman Obat Keluarga dapat diperoleh, diramu dan ditanam sendiri tanpa tenaga medis. Penelitian ini menggunakan studi literatur berupa beberapa jurnal yang membahas tentang kesejahteraan masyarakat dan TOGA (Tanaman Obat Keluarga). Data dianalisis secara deskriptif dengan literature review dengan tujuan mengetahui gambaran karakteristik masyarakat dalam pemanfaatan TOGA dan Akupresur. Hasil dari penelitian ini bahwa kebanyakan warga hanya menanam tanaman toga secara tidak layak yang artinya masih hanya asal menanam saja. Tidak ada implementasi kegiatan budidaya yang selayaknya budidaya tanaman toga, sehingga hasil yang dihasilkan dari tanaman toga tersebut banyak yang berpenyakitan dan busuk. Diharapkan dengan kegiatan penyuluhan tentang pemanfaatan dan keterampilan dalam menanam tanaman obat keluarga (TOGA) efektif dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat untuk menanam dan memanfaatkan TOGA untuk kesehatan dan kehidupan sehari-hari. TOGA dapat ditanam di lahan sempit dan dapat melalui media tanam lain seperti polybag. Hasil penanaman dapat dipanen dan diolah secara sederhana oleh individu, pengolahan TOGA cenderung mudah dan gampang seperti digerus, direbus, ditumbuk, diseduh, dan sebagainya.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.