MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PADA POSYANDU: LITERATURE REVIEW

Tarismareta Amza Lailida, Affan Al Maududdi, Aulia Wulan Septiani, Efa Lailia Ayu Febriani, Iva Sulistya, Nadiro Nadiro, Septa Katmawanti

Abstract


Pemberdayaan masyarakat merupakan hal mendasar untuk mencapai perawatan kesehatan primer yang adil dan berpusat pada masyarakat. Salah satu upaya pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan kesehatan adalah dengan diadakannya posyandu. Studi ini adalah kajian pustaka (literature review) yang bertujuan untuk mengetahui model pemberdayaan masyarakat di posyandu. Penelitian ini menggunakan literature review dengan menggunakan artikel jurnal dan berita online. Kata kunci yang digunakan untuk menemukan artikel tersebut dari kombinasi beberapa kata antara lain, “pemberdayaan masyarakat, posyandu”. Pembangunan kesehatan adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang tinggi. Posyandu merupakan salah satu upaya pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk menurunkan AKI (Angka Kematian Ibu) dan AKB (Angka Kematian Bayi) di Indonesia. Ada delapan indikator kemandirian, seperti frekuensi timbang, rata-rata kader tugas, rata-rata cakupan kehadiran (D/S), cakupan KB, cakupan KIA, program imunisasi, program tambahan, dan cakupan dana sehat. Berdasarkan delapan indikator kemandirian tersebut, posyandu diklasifikasikan menjadi empat jenis yaitu posyandu tingkat pratama, posyandu tingkat madya, posyandu purnama, dan posyandu mandiri. Program kesehatan dunia menekankan potensi peran kader kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kemandirian posyandu tidak terlepas dari kemampuan para kader. Peningkatan kualitasnya akan menentukan kualitas pelayanan yang diberikan. Faktor yang memengaruhi keaktifan kader adalah kehadiran kader, tingkat pengetahuan, pekerjaan, serta motivasi. kader mempunyai 3 tahap penugasan, yaitu tugas sebelum, saat dan sesudah Posyandu. Sebelum Posyandu, kader bertugas menginformasikan jadwal pelaksanaan posyandu dan mempersiapkan alat, serta fasilitas Posyandu. Saat Posyandu, kader bertugas mengelola meja I-IV, dan sesudah Posyandu, kader bertugas mengunjungi balita-balita yang tidak hadir saat Posyandu.Keberhasilan pelaksanaan program terpadu selain bergantung terhadap kader-kader yang menjalankan, juga sangat bergantung dari peran ikut serta masyarakat dalam mengelola dan memanfaatkan posyandu.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.