LITERATURE REVIEW: ANALISIS POSYANDU SEBAGAI BENTUK IMPLEMENTASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Abstract
Latar belakang: Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu upaya yang dilakukan dalam rangka mengembangkan potensi masyarakat dan mengatasi berbagai macam permasalahan yang ditemukan di dalam masyarakat. WHO mendefinisikan pemberdayaan masyarakatsebagai proses di mana orang-orang diarahkan untuk menjadi terlibat secara aktif dan sungguh-sungguh dalam mendefinisikan isu-isu yang menjadi perhatian mereka, membuat keputusan tentang masyarakat yang mempengaruhi kehidupan mereka dalam merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan, maupun dalam perencanaan, pengembangan dan memberikan layanan serta dalam mengambil tindakan untuk mencapai perubahan. Tujuan dari analisis Posyandu ini adalah untuk mengetahui seberapa pentingnya Posyandu dalam upaya pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Metode: Penyusunan artikel ini menggunakan metode literature review atau tinjauan Pustaka. Sumber data yang digunakan berasal dari literatur yang diperoleh melalui internet berupa artikel penelitian dan dokumen dari website resmi kesehatan. Pencarian artikel penelitian dan dokumen dilakukan dengan menggunakan kata kunci yang berhubungan dengan topik. Posyandu sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat. Hasil: Posyandu diklasifikasikan menjadi empat tingkatan yakni, Posyandu Pratama, Posyandu Madya, Posyandu Purnama, dan Posyandu Mandiri. Posyandu juga merupakan program yang memiliki daya ungkit yang besar dan berfokuskan terhadap penurunan kematian bayi, balita, dan angka kelahiran melalui program kesehatan ibu dan anak (KIA), keluarga berencana (KB), perbaikan gizi, imunisasi, dan penanggulangan diare. Secara kuantitas perkembangan jumlah Posyandu di Indonesia sangat baik. Namun, secara kualitas program Posyandu pada beberapa tahun terakhir mengalami stagnasi (tidak aktif) karena berbagai faktor, lalu masih banyak para ibu rumah tangga produktif (usia subur) yang kurang memahami mengenai kesehatan Ibu dan anak. Beberapa solusi yang ditemukan dan diharapkan dapat meningkatkan kinerja Posyandu dan mengurangi permasalahan Posyandu di Indonesia seperti pelatihan kaderisasi, peningkatan jangkauan pelayanan, optimalisasi kegiatan, peningkatan perhatian khusus pada kelompok sasaran, penguatan dukungan pendampingan serta pembinaan oleh tokoh masyarakat dan tenaga kesehatan, dan yang terakhir peningkatan peran serta masyarakat dan kemitraan.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.