ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA DI LABORATORIUM NANOMATERIAL MENGGUNAKAN METODE HIRA

Aisya Nursabrina, Djoko Kustono, Muhammad Al-Irsyad

Abstract


Perkembangan ilmu rekayasa nanomaterial merupakan topik yang saat ini sedang ramai diteliti dan dikembangkan di dunia sains dan teknologi. Masuknya ilmu rekayasa nanomaterial dalam kurikulum pembelajaran adalah salah satu bukti perkembangan ilmu rekayasa yang diperkenalkan melalui dunia pendidikan. Pemanfaatan perkembangan ilmu rekayasa melalui kurikulum pembejaran sudah diterapkan di perguruan tinggi khususnya di Kota Malang. Laboratorium nanomaterial sebagai sarana dilakukannya riset dan pengembangan ilmu rekayasa nanomaterial sering kali menimbulkan bahaya dan risiko kecelakaan kerja bagi penggunanya, namun hal tersebut sering kali tidak disadari karena belum adanya standar penilaian risiko ketika bekerja dengan material nano. Studi ini mengunakan metode HIRA (Hazard Identification and Risk Assessment) sebagai teknik pengumpulan data dengan memusatkan perhatian pada bahaya dan risiko kecelakaan di laboratorium nanomaterial lalu dihubungkan dengan beberapa variabel independen. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 65 orang, sedangkan sampel pada penelitian ini diambil dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria ekslusi. Berdasarkan hasil uji korelasi berganda antara pengetahuan K3 dan sikap kerja dengan tingkat risiko kecelakaan kerja di laboratorium nanomaterial diperoleh nilai sig. F change 0,086 (> p value 0,05), yang berarti antara pengetahuan K3 dan sikap kerja secara bersama-sama (simultan) tidak memiliki hubungan dengan tingkat risiko kecelakaan kerja di laboratorium nanomaterial dengan derajat hubungan berada pada kategori lemah.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.