PEMBELAJARAN SENI BERBASIS DIVERSIFIKASI BENTUK GERABAH UNTUK MELESTARIKAN PRODUK BUDAYA TRADISI

Sri Wulandari, Bayu Gilang Ramadhan, Yudha Prihantanto

Abstract


Gerabah dikenal sejak jaman nenek moyang yakni produk seni tradisional yang berbahan dasar lempung atau tanah liat seperti pot, kendi, dan peralatan kebutuhan rumah tangga lainnya. Dalam beberapa tahun terakhir, eksistensi gerabah mulai mengalami penurunan. Kaum urban mulai enggan meneruskan membuat kerajinan gerabah. Hal ini jika terus menerus dibiarkan maka gerabah tradisional akan punah dan hanya tinggal nama. Berangkat dari kegelisahan tersebut peneliti melakukan penelitian di SMA Unggulan Hafsawaty BPPT Genggong Probolinggo dengan melibatkan siswa kelas X dan XI. Tujuan dari penelitian ini adalah memaparkan proses dan hasil dalam praktek pembuatan gerabah. Melalui pengamatan secara langsung dan wawancara kepada beberapa responden, diperoleh temuan yakni siswa mampu mengolah dan membentuk tanah liat menjadi beragam kreasi gerabah dengan fungsi, dimensi/ukuran, dan teknik yang digunakan. Seiring perkembangan jaman, sudah semestinya gerabah dapat bertahan yakni dengan cara mendiversifikasi bentuknya yang sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan jaman. Pentingnya peran serta guru, siswa, dan para pemangku kebijakan untuk dapat bekerja sama mengenalkan dan melestarikan produk budaya tradisi sejak dini utamanya di lingkup-lingkup pendidikan formal seperti sekolah.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Pengelola: Pusat Pendidikan, LPPM, Universitas Negeri Malang
Jl. Semarang, No 6.
Graha Rektorat Universitas Negeri Malang, Lantai 6