Sosialisasi Depresi Post Partum dan Cara Deteksi Dininya pada Kader Kesehatan di Mojokerto

Anindya Hapsari, Dian Mawarni, Tika Dwi Tama, Andini Melati Sukma

Abstract


Depresi yang terjadi selama kehamilan dapat membuat ibu mengalami depresi post partum atau baby blues syndrome. Ibu yang mengalami depresi post partum, jika tidak segera tertangani, akan kesulitan mengurus bayinya sehingga meningkatkan risiko morbiditas pada ibu dan anak. Akan tetapi, program sosialisasi dan deteksi dini depresi post partum bukan merupakan program yang rutin dilakukan sehingga diperlukan peningkatan pengetahuan kader kesehatan sebagai tombak terdepan pendeteksi masalah depresi post partum. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan di Puskesmas Pembantu Modongan Mojokerto tentang depresi post partum dan deteksi dininya. Edukasi secara luring dengan metode ceramah melibatkan 60 kader kesehatan. Metode evaluasi yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pretest dan posttest. Hasil kegiatan ini menunjukkan ada peningkatan rerata sebelum dan setelah diberi penyuluhan sebesar 49,33 dibandingkan 79,00. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai p value < 0,05, menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Kesimpulan kegiatan ini adalah pemberian edukasi melalui penyuluhan sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader kesehatan mengenai depresi post partum dan deteksi dininya. Implikasi yang diharapkan setelah pelaksanaan kegiatan ini adalah para kader kesehatan mampu mengedukasi masyarakat sekitarnya serta mampu mengenali depresi post partum sehingga terdeteksi dini dan segera tertangani.

Full Text:

PDF

References


Hapisah, D. Dasuki, and Y. S. Prabandari, “Depressive symptoms pada ibu hamil dan bayi berat lahir rendah,” Ber. Kedokt. Masy., vol. 26, no. 2, pp. 81–89, 2010.

I. Yosep, Keperawatan Jiwa. Bandung: PT Refika Aditama, 2013.

K. Dianovinina, “Depresi pada Remaja: Gejala dan Permasalahannya,” J. Psikogenes., vol. 6, no. 1, pp. 69–78, 2018, doi: 10.24854/jps.v6i1.634.

L. Mandasari and D. L. Tobing, “Tingkat depresi dengan ide bunuh diri pada remaja,” Indones. J. Heal. Dev., vol. 2, no. 1, pp. 1–7, 2020, [Online]. Available: https://ijhd.upnvj.ac.id/index.php/ijhd/article/vi

ew/33.

S. Suryati, “the Baby Blues and Postnatal Depression,” J. Kesehat. Masy. Andalas, vol. 2, no. 2, p. 191, 2008, doi: 10.24893/jkma.2.2.191-193.2008.

V. Veftisia and L. D. Afriyani, “Tingkat Kecemasan, Stress Dan Depresi Pada Ibu Hamil Trimester II Dan III di PMB Ibu Alam Kota Salatiga,” Indones. J. Midwifery, vol. 4, no. 1, p. 62, 2021, doi: 10.35473/ijm.v4i1.893.

Yuliani, E. 2021. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Masa Nifas & Menyusui (E. D. Widyawati (ed.); 2nd ed.). CV. Rena Cipta Mandiri. https://www.google.co.id/books/edition/Asuha

n_kebidanan_masa_nifas_menyusui_buk/GF19

EAAAQBAJ?hl=ban&gbpv=1&dq=C.+Pengar

uh+perubahan+fisiologis+dan+psikologis+sela

ma+masa+kehamilan+dan+setelah+melahirkan

&pg=


Refbacks

  • There are currently no refbacks.