Kisaran Dosis Optimal Iradiasi Sinar Gamma dalam Pemuliaan Sorgum Sebagai Pangan Potensial
Abstract
Sorgum (Sorghum bicolor) merupakan tanaman serealia yang saat ini secara global menempati urutan kelima sebagai tanaman pertanian yang penting. Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo menyatakan bahwa Beliau ingin sorgum menjadi komoditas alternatif pangan. Sorgum berpotensi sebagai bahan pangan karena banyak hal salah satunya bebas gluten dengan angka glikemik indeks yang rendah. Pengembangan sorgum sebagai bahan pangan terus dilakukan dan salah satunya melalui pemuliaan tanaman sorgum dengan pendekatan mutasi radiasi. Mutasi radiasi dilakukan untuk meningkatkan keragaman pada karakter agronomi tanaman sorgum. Keberhasilan mutasi iradiasi sinar gamma sangat ditentukan oleh sensitivitas genotipe tanaman (radiosensitivitas). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rentang dosis optimal yang dapat menginduksi variasi genetik untuk genotipe Jagung Rote yang memiliki potensi dikembangkan sebagai bahan pangan. Benih sorgum Jagung Rote diiradiasi sinar Gamma dengan rentang dosis 0 -1000 gray increment 100 Gy. Tanaman M1 ditumbuhkan dan diamati di Rumah Kaca Pusris Rekayasa Genetika, BRIN, Cibinong. Pengamatan dilakukan terhadap persentase daya kecambah dan tinggi tanaman pada 2 MST. Rentang dosis optimum dihitung menggunakan perangkat lunak Curve-Fit Analysis. Rentang dosis optimum yang didapatkan dari penelitian ini pada sorgum genotipe Jagung Rote adalah 200 – 400 Gy.
Kata kunci: Dosis Iradiasi; Keragaman Genetik; Pangan Potensial; Radiosensitivitas.
Full Text:
PDFReferences
Ambavane, A. R., Sawardekar, S.V., Sawantdesai,S.A., & Gokhale, N.B. (2015). Studies on mutagenic effectiveness and efficiency of Gamma rays and its effect on quantitative traits in finger millet (Eleusine corocana L. Gaertn). Journal of Radiation Research and Applied Sciences, 8, 120-125.
Astuti, D., Sulistyowati, Y., & Nugroho, S. (2019). Uji radiosensitivitas sinar gamma untuk menginduksi keragaman genetik sorgum berkadar lignin tinggi. Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi, 15(1), 1-6.
Biruma, M., Martin, T., Fridborg, Ikori, P., & Dixelius, C. (2012). Two loci in sorghum with NB-LRR encoding genes confer resistance to Colletotrichum sublineolum. Theoretical and Applied Genetics, 124(6), 1005– 1015.
[CNN Indonesia]. (2022). Sorgum, komoditas
pengganti gandum yang diidamkan Jokowi. [diunduh 13 September 2022] https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20220602163911-532-804042/sorgum-komoditas-pengganti-gandum-yang-diidamkan-jokowi
Gladman, N., Jiao, Y., Lee, Y.K., Zhang, L., Chopra, R., Regulski, M., Burow, G., Hayes, C., Christensen, S., Dampanaboina, L., Chen, J., Burke, J., Ware, D. & Xin, Z. (2019). Fertility of pedicellate spikelets in sorghum is controlled by a jasmonic acid regulatory module. International Journal of Molecular Sciences, 20(4951), 1-15.
Hanafiah, D.S., Trikoesoemaningtyas, Yahya, S., & Wirnas, D. (2010) Agronomic improvement of Agromulyo soybean variety (Glycine max L. Merr) through induced mutation by Gamma irradiation in M1 and M2 generation. Biosfera, 27(3),103-111
Herison, C., Rustikawati, S. H., Sutjahjo, & Aisyah, S. I. (2008). Induksi mutasi melalui iradiasi sinar Gamma terhadap benih untuk
meningkatkan keragaman populasi dasar jagung (Zea mays L.). Jurnal Akta Agrosia, 11(1), 57-62.
[Kompas TV]. (2022). Ada ancaman krisis pangan, Jokowi ingin sorgum jadi alternatif tidak hanya bergantung pada beras. [diunduh 13 September 2022].https://www.kompas.tv/article/294980/ada-ancaman-krisis-pangan-jokowi-ingin-sorgum-jadi-alternatif-tidak-hanya-tergantung-pada-beras.
Kong, W., Kim, C., Zhang, D., Guo, H., Tan, X., Jin, H., Zhou, C., Shuang, L.S., Goff, V., Sezen, U., & Pierce, G. (2018). Genotyping by sequencing of 393 Sorghum bicolor BTX623 x IS3620C recombinant inbred lines improves sensitivity and resolution of QTL detection. Genes, Genomes, Genetics, 8(8), 2563-2572.
Maharani, S., Khumaida, N., Syukur, M., & Ardie, S.W. (2015). Radiosensitivity and variability of gamma irradiated cassava (Manihot
esculenta C.). J. Agron. Indonesia, 43(2), 111-117.
Mugiono, Harsanti, L., & Dewi, A.K. (2009). Perbaikan padi varietas Cisantana dengan mutasi induksi. Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop
dan Radiasi, 5(2), 1-7.
Purba, K.R., Bayu, E.S., & Nuriadi, I. (2013). Induksi mutasi radiasi sinar gamma pada beberapa varietas kedelai hitam. Jurnal Online Agroekoteknologi, 1(2), 154-165.
Santosa, D.D.S., & Human, S. (2009). Modified starch of sorghum mutant line Zh-30 for high fiber muffin products. Atom Indonesia, 35(1), 1-9.
Soenartiningsih, Fatmawati, Adnan, A.M. (2013). Identifikasi beberapa penyakit utama pada tanaman sorgum dan jagung di Sulawesi Tengah. Prosiding Seminar Nasional Serealia; (2013 Juni 18). Maros, Indonesia. (ID):Kementan, 420-431
Soeranto, H. (2012). Pemanfaatan teknologi nuklir untuk pemuliaan sorgum. Makalah Workshop on the Current Status and Chalengges in
Sorghum Development in Indonesia, SEAMEO BIOTROP.
Subagio, H., & Agil, M. (2013). Pengembangan produksi sorgum di Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Pertanian (2013 Maret 26-27). Banjarbaru, Indonesia. (ID):Deptan.
Surya, M. I., & Soeranto, H. (2006). Pengaruh iradiasi sinar Gamma terhadap pertumbuhan sorgum manis (Sorghum bicolor L.). Risalah Seminar Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi.
Talebi, A. B., & Talebi, A. B. (2012). Radiosensitivity study for identifying the lethal dose in MR219 (Oryza sativa L. Spp. Indica
cv. MR219. International Journal of Agricultural Sciences, Research and Technology, 2(2), 63-67.
Talebi, A. B., Talebi, A.B., & Shahrokhifar, B. (2012). Ethyl Methane Sulphonate (EMS) induced mutagenesis in Malaysian rice (cv. MR2190 for lethal dose determination. American Journal of Plant Sciences, 3, 1661-1665
Refbacks
- There are currently no refbacks.