PSIKOEDUKASI PENYAKIT MENULAR SEKSUAL HIV/AIDS PADA REMAJA AWAL
Abstract
Abstract
Early adolescence is a developmental period in which individuals experience many changes and upheavals. In the transition, adolescents have the task of accepting and understanding the role of the adult sex, and if adolescents are not educated about their age roles, it is feared that they will cause various problems. HIV/AIDS, as a dangerous sexually transmitted disease, can infect anyone, especially teenagers who are experiencing developmental turmoil. A psychoeducational approach with the theme of HIV/AIDS sexually transmitted diseases is the right step for students who are just entering their early teens at MI Thoriqul Huda. This method in psychoeducation uses a lecture, discussion, and question-and-answer approach between presenters and participants, as well as measuring results to evaluate the program's success. In general, this activity received a positive response. The evaluation results showed an increase in participants knowledge of HIV/AIDS sexually transmitted disease psychoeducation (mean 10) with a total of 16 participants. The implication of psychoeducation that it is hoped that grade 6 students at MI Thoriqul Huda will be able to become agents of change in an environment free of HIV/AIDS, suggestions for further psychoeducational activities to carry out psychoeducation of other sexually transmitted diseases considering that the types of sexually transmitted diseases are very diverse.
Keywords: Early Adolescence; Psychoeducation; Sexually Transmitted Infection
Abstrak
Masa remaja awal merupakan periode perkembangan di mana individu mengalami banyak perubahan dan gejolak. Dalam transisinya, remaja memiliki tugas dalam menerima dan memahami peran seks usia dewasa, apabila remaja kurang teredukasi akan peran usianya dikhawatirkan akan menimbulkan berbagai permasalahan. HIV/AIDS sebagai salah satu penyakit menular seksual yang berbahaya dapat menyerang siapa saja, terutama remaja yang sedang mengalami gejolak perkembangan. Pendekatan psikoedukasi dengan tema penyakit menular seksual HIV/AIDS menjadi langkah tepat, bagi siswa-siswi yang baru memasuki fase remaja awal di MI Thoriqul Huda. Psikoedukasi ini menggunakan metetode ceramah, diskusi, dan tanya jawab antara pemateri dengan para peserta, serta mengukur hasil untuk mengevaluasi keberhasilan program. Secara keseluruhan, kegiatan ini mendapatkan respon positif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan partisipan dalam psikoedukasi penyakit menular seksual HIV/AIDS (mean 10) dengan jumlah partisipan 16 orang. Implikasi dari kegiatan ini diharapkan siswa-siswi kelas 6 di MI Thoriqul Huda mampu menjadi agen perubahan dengan lingkungan yang bebas HIV/AIDS, saran untuk kegiatan psikoedukasi selanjutnya untuk dilaksanakan psikoedukasi penyakit menular seksual lainnya mengingat jenis penyakit menular seksual sangat beragam.
Kata kunci: Remaja Awal; Psikoedukasi; Penyakit Menular Seksual
Full Text:
PDFReferences
Dinas Kesehatan Kota Surabaya (2016). Laporan Penderita HIV/AIDS Kota Surabaya (Catatan Tahunan Tentang Penderita HIV Yang Dilaporkan 2016). Surabaya
Hurlock, E.B, (2002). Adolesence Development (Edisi 4). Japan. Macgrow-Hill.Inc
Kemenkes RI. (2020). Laporan Perkembangan HIV/AIDS & Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) Triwulan III Tahun 2020, retrieved from https://siha.kemkes.go.id/portal/files_upload/Laporan_Perkembangan_HIV_AIDS_dan_PIMS_Tri wulan_III_Tahun_2020.pdf
Kemenkes RI. (2020). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019, Jakarta: Kemenkes RI, retrieved from https://www.kemkes.go.id/downloads/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/Profil-Kesehatan-Indonesia-2019.pdf
Kemenkes RI. (2017). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2017, retrieved from https://www.kemkes.go.id/Resources/Download/Pusdatin/Profil-Kesehatanindonesia/Profil-Kesehatan.
Mukti, G.A. (2018). Pengaruh Peer Education Terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja tentang HIV/AIDS di SMAN 1 Kretek Bantul. Jurnal Poltekes Kemenkes Yogyakarta, 111.
Nikmah, M. (2018). Penggunaan Metode Ceramah, Diskusi, Tanya Jawab Dalam Meningkatkan Minat Belajar Akidah Akhlak Mts Imam Al Ghozali Panjerejo Rejotangan Tulungagung (Skripsi) retrieved from http://repo.uinsatu.ac.id/8502/.
Nursalam. (2007). Asuhan Keperawatan pada Pasien Terinfeksi HIV/AIDS. Jakarta: Salemba Medika.
Papalia, D., Olds, S.W., & Feldman, R.D. (2009). Human Development. 10th ed. Jakarta. Salemba Humanika.
Purwaningsih, S.S., & Widyatun. (2008). Perkembangan HIV dan AIDS di Indonesia: Tinjauan Sosio Demografis. Jurnal Kependudukan Indonesia, 3 (2), 75-95.
Savitri, A.D., & Purwaningtyastuti. (2019). Resiliensi pada Remaja yang Terinfeksi HIV/AIDS. Philanthrophy: Journal of Psychology, 3 (2), 137-151.
Suraya, I., & Mardhiati, R., (2018). Edukasi HIV/AIDS pada Remaja Siswa SMK. Buletin Udayana Mengabdi, 17 (3).
Triana, A.S. (2017). Subjective Well-being pada Orang Dewasa dengan HIV/AIDS (Skripsi), retrieved from http://eprints.ums.ac.id/51318/.
UNAIDS. (2020). UNAIDS Data 2020, retrieved from https://www.unaids.org/sites/default/files/media_asset/2020_aids-data book_en.pdf
WHO. (2021). Global Progress Report on HIV, Viral Hepatitis and Sexually transmitted infections, retrieved from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hiv-aids
Refbacks
- There are currently no refbacks.