SIMBOLISASI BABI DALAM PENCIPTAAN SENI PATUNG

Ponimin Ponimin

Abstract


Babi merupakan sosok binatang yang telah menggocangkan dunia pertanian, dimana seekor Babi mampu memporak poranndakan atau merusak tanaman yang ditanam petani. Dengan kerakusannya sehingga Babi memakan apa saja yang dijumpai khususnya tanaman yang ditanam oleh Petani. Babi hanya mengutamakan naluri memakan makanan yang tidak bisa membedakan tanaman ini masih muda atau sudah saatnya untuk dimakan, apapun yang ada di depannya selau dilahap habis. Selayaknya koruptor yang rakus dan seolah bergandengan tangan dan saling melindungi dan meyembunyikan prilaku-prilaku yang bisa merugikan oarng banyak. Babi sebagai simbol diwujudkan dalam karya seni patung tersebut dipandang perlu karena simbol yang diciptakan mempunyai makna filosofis mendalam, yaitu yang mengandung arti atau interpretasi yang luas bagi pikiran, cita-cita, dan kemauan manusia.

Full Text:

PDF

References


Daryanti S.S, (1997), Kamus Bahasa Indonesia Lengkap, Apollo, Surabaya.

Hartoko, Dick, (1998), Rahmanto, Kamus Istilah Sastra, Kanisius, Yogyakarta.

https://dunia.tempo.co/read/1585472/kisah-babi-putin-yang-ganti-nama-gara-gara-perang -rusia-ukraina https://lingkarkediri.pikiran-rakyat.com/hiburan/pr-673523647 terungkap-ciri-ciri-pelaku-pesugihan-babi-ngepet-ternyata-sangat-mudah-dikenali,begi ni-kata-mbah-mijan

https://www.merdeka.com/peristiwa/patung-babi-bersayap-bikin-kaget-pengunjung-malioboro.html

https://www.republika.co.id/berita/m32t7n/demo-di-kpk-ricuh-wartawan-diserang Lulianike Friska Agustina, 2019. Pentingnya Komunikasi bagi Kehidupan Manusia, http://wayangsufi.com/pentingnya-komunikasi-bagi-kehidupan-manusia/ S.J., N, Drijarkara, (1969), Filsafat Manusia, Kanisius Yogyakarta.

Sumardjo, Jakob, (8 Juni 2005), “Humaniora Teroka”, Kompas. Suwardi, 2005, Sistem komunikai Indonesia, Medan: Bartong Jaya.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.