TAHAPAN PEMBUKTIAN KASUS PEMBUNUH PSIKOTIK WISCONSIN “EDWARD GEIN” DALAM PENGAPLIKASIAN DI INDONESIA

Ainun Jaryah Bahrir

Abstract


Psikosis didefinisikan sebagai gangguan mental berat yang ditandai dengan beberapa tahap disintegrasi kepribadian. Bentuk utama psikosis adalah skizofrenia dan paranoia. Delusi paranoid adalah ciri umum dari skizofrenia dan merupakan faktor utama dalam tindakan kekerasan yang dilakukan, berdasarkan dengan keyakinan atau kepercayaan bahwa orang tersebut pantas mendapatkan hukuman. Hal ini berbeda dengan kasus Edward Gein, pembunuhan yang dilakukan didorong oleh rasa kesepian yang hebat akan Ibunya. Di US, UK dan 22 negara lainnya yang menganut sistem medical examiner, dalam menangani kasus seperti ini, akan dilakukan autopsi di mana autopsi bisa langsung dilakukan oleh dokter atau patologi forensik. Sedangkan Indonesia, sebagai Negara yang menganut sistem kontinental, ketika terjadi kasus pembunuhan dan membutuhkan sebuah autopsi, dokter atau patologi forensik tetap harus menerima surat perintah dari kepolisian terlebih dahulu. Maka dari itu, tujuan dari artikel ini untuk memaparkan tahapan pembuktian kasus pembunuh psikotik Edward Gein apabila kasus sejenis terjadi di Indonesia.

Kata Kunci : Skizofrenia, Edward Gein, Studi Kasus, Sistem pemerintahan kontinental


Full Text:

PDF

References


Aamodt, M. G., Dwight, S. A., & Surrette, M. A. (1997). Incremental validity of MMPI and MMPI-2 clinical scales in detecting malingering, Journal of Police and Criminal Psychology, 12(2), 42-47

Amir, Amri. http://ocw.usu.ac.id. Diakses 29 April 2019

Arnonea, Danilo. (2019). Functional MRI findings, pharmacological treatment in major depression and clinical response. Progress in Neuropsychopharmacology & Biological Psychiatry 91, 28-37

Berryessa, C.M. (2016). Behavioral and neural impairmets of frontotmporal dementia Potential implications for criminal responsibility and sentencing. International Journal of Law and Psychiatry vol 46 1-6

Blanco, J.I. Edward Theodore Gein. www.murderpedia.org, diakses 10 April 2019

Hanlon et al. (2012). Psychotic Domestic Murder: Neuropsychological Differences Between Homicidal and Nonhomicidal Schizophrenic Men. J Fam Viol 27, 105–113

Jenkins et al. (2016). Serial Killer Information Centre: Edward Theodore Gein, American Psycho. Departement of Psychology, Radford University.

Kaufman, Irving. Crimes O Violence and Delinquency in Schizophrenic Children, 270-283

Koesbardiati, T. (2016). Modifikasi Tubuh dan Potensinya dalam Identifikasi Jenazah dan Rangka Tak Dikenal. BioKutur, V(1), 97-106. Diunduh dari http://journal.unair.ac.id/BK@modifikasi-tubuh-dan-potensinya-dalam-identifikasi-article-10984-media-133-category-8.html#

Lymburner, J.A., Roesch, Ronald. (1999). The Insanity Defense: Five Years of Research (1993–1997). International Journal of Law and Psychiatry, Vol. 22, 213–240.

Mental Health Amerika. 2015. Paranoia and Delusional Disorder.www.mentalhealthamerica.net, diakses 9 April 2019

National Research Council. (2003). The Polygraph and Lie Detection, Committee to Review the Scientific Evidence on the Polygraph, Division of Behavioral and Social Sciences and Education, Washington D.C., The National Academies Press

Pinel, John. 2015. Biopsikologi Edisi Ketujuh. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Rahtinuka, T. (2014). Pelaksanaan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) Pada Tindak Pidana Pembunuhan Terencana. Fakultas Hukum Universitas Brawijaya. Skripsi.

Ramsland, K. 2010. The Forensic Psychology of Criminal Minds. New York: Berkley Boulevard

Saifudin, K. 2017. Tindakan Penyidik dalam Mengamankan (TKP) dan Keberhasilan Penyidikan (study kasus di polsek colomadu). Program Studi Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta. Skripsi

Schechter, Harold. 2004. The Serial Killer Files. United States: The Random House Publishing Group

Suicide Prevention Resource Center. 2012. Medical Examiners and Coroners. Education Development Center (EDC), 1-2, http://training.sprc.org, diakses 15 April 2019

Stockdale, Michael and Grubin, Don. (2012). 'The Admissibility of Polygraph Evidence in English Criminal Proceedings. J. Crim. L, 76(3), 232-253.

Soesilo. 2014. KUHP Kitab Undang-Undang Hukum Pidana & KUHAP Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Buana Press


Refbacks

  • There are currently no refbacks.