Hubungan Antara Optimisme dan Resiliensi pada Santri Penghafal Al-Qur’an SMPQ Al-Ihsan Jakarta
Abstract
Dalam menghafal Al-qur’an dibutuhkan kemampuan untuk terus menghafal meski ditemukan hambatan yang terwujud dari resiliensi santri penghafal Al-qur’an. Resiliensi dapat didukung dengan keyakinan positif yang terdapat dalam diri santri akan keberhasilan menghafal AL-qur’an, keyakinan yang positif berhubungan dengan optimisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model korelasional untuk meneliti hubungan antara resiliensi dan optimisme pada santri penghafal Al-qur’an SMPQ Al-Ihsan Jakarta. Subjek penelitian ini berjumlah 161 orang yang merupakan santri penghafal Al-qur’an SMPQ Al-Ihsan Jakarta dengan rentang usia 12-16 tahun dan sedang menghafalkan Al-qur’an. Teknik sampling yang digunakan yaitu sampling Incidental. Pengukuran variabel menggunakan skala optimisme dengan aspek permanence, pervasiveness, dan personalization dengan reliabilitas instrumen sebesar 0,887. Sedangkan resiliensi diukur dengan The Adolescent Scale (ARS) dengan reliabilitas instrumen sebesar 0,881. Hasil penelitian menunjukkan tingkat resiliensi subjek penelitian yang berada pada kategori tinggi, dan pada kategori optimisme didapatkan bahwa optimisme subjek penelitian berada pada kategori yang tinggi. Uji normalitas variabel penelitian dengan uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan distribusi normal pada kedua variabel. Dari hasil uji hipotesis dengan korelasi product-monent Pearson ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara optimisme dengan resiliensi pada santri penghafal Al-Qur’an SMPQ Al-Ihsan Jakarta dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 dan koefisien korelasi sebesar 0,534.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.