Pengaruh Regulasi Diri Terhadap Kesiapan Kerja Siswa SMK
Abstract
Program wajib belajar 12 tahun memiliki tujuan agar warga negara Indonesia memiliki pendidikan yang bermutu. Untuk mencapai 12 tahun belajar, siswa perlu menyelesaikan pendidikan hingga tahap SMA (sekolah menengah atas) atau SMK (sekolah menengah kejuruan). SMK memiliki tujuan untuk mempersiapkan siswa untuk bekerja sebagai tenaga kerja yang terampil. Namun beberapa penelitian menemukan bahwa lulusan SMK belum memiliki kesiapan untuk bekerja. Hal ini juga dapat dilihat dari pengangguran terbuka lulusan SMK yang paling mendominasi. Untuk menangani masalah kesiapan kerja, regulasi diri harus menjadi perhatian utama karena regulasi diri merupakan faktor internal yang berperan besar dalam mengembangkan kesiapan kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh regulasi diri terhadap kesiapan kerja siswa SMK. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah Work Readiness Scale (WRS) dan Short SelfRegulation Questionnaire (SSRQ). Metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner secara online pada siswa SMK kelas 12 yang telah melakukan kegiatan PKL (praktik kerja lapangan). Langkah pertama yang dilakukan oleh peneliti yaitu membuat kuesioner menggunakan google form lalu menyebarkan kuesioner secara online. Setelah mendapatkan data, peneliti melakukan skoring dan melakukan pengolahan dan analisis data menggunakan aplikasi JASP untuk melakukan pengujian asumsi klasik. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah adanya pengaruh regulasi diri terhadap kesiapan kerja siswa SMK. Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang mendapatkan bahwa faktor internal lebih berperan daripada faktor eksternal dalam membangun kesiapan kerja siswa.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.