Pengaruh Rasa Syukur Terhadap Kesejahteraan Psikologis pada Remaja

Nur Sekarsari, Nur Eva

Abstract


Suatu upaya pendorong guna menumbuhkan kesejahteraan psikologis remaja sehingga khususnya remaja panti asuhan nantinya dapat mencapai kesejahteraan yang optimal yakni adanya peran dari rasa syukur. Rasa syukur juga berperan sebagai pendukung yang sangat penting pada remaja panti asuhan, karena dengan bersyukur, akan dapat meningkatkan suatu rasa bahagia, ketenteraman, manfaat sosial juga impresi pengayoman sosial. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan variabel bebas (rasa syukur) dan variabel terikat (kesejahteraan psikologis). Riset peneliti memakai metode wawancara dalam pengumpulan data dan alat ukur psikologis berupa skala dengan teknik sampling menggunakan teknik random sampling. Sampel berjumlah 71 responden remaja panti asuhan di Kota Malang dengan rentang usia 17-21 tahun. Dalam pengujian data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi, dan uji hipotesis (uji t serta uji f) menggunakan analisis regresi linier sederhana. Berdasarkan pengolahan data memakai program Statistics 25 diperoleh hasil analisis regresi linier sederhana didapatkan Y = 65,458 + 0,203X dan uji t hitung (2,155) > t tabel (1,993) dengan koefisien determinasi R2 sebanyak 0,063. Hal ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh rasa syukur terhadap kesejahteraan psikologis remaja dengan persentase 6,3% dan 93,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam riset peneliti. Dari hasil riset, bisa ditarik kesimpulan mengenai kesejahteraan psikologis remaja meningkat setelah remaja memiliki rasa syukur. Maka rasa syukur mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan psikologis remaja panti asuhan. Sehingga diharapkan remaja meningkatkan penanaman rasa syukur secara berkala agar remaja memiliki kesejahteraan dalam hidup serta kehidupan yang lebih baik.

Kata Kunci: Rasa syukur, kesejahteraan psikologis, remaja


Full Text:

PDF

References


Andayani, F. D., Tentama, F., & Mujidin. (2019).

Faktor-faktor yang mempengaruhi kemandirian anak panti. 8

Armis, A. (2016). Manajemen Panti Asuhan At Taqwa Muhammadiyah Dalam Membina Kepribadian Siswa MTS Muhammadiyah Padang Luar Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar. al-fikrah: Jurnal Manajemen Pendidikan, 3(2), 137. https://doi.org/10.31958/jaf.v3i2.397

Caunt, B.S, Franklin, J., Brodaty, N.E, & Brodaty H. (2012). Exploring the Causes of Subjective Well-Being: A ContentAnalysis of Peoples’ Recipes for Long-Term Happiness. Journal of Happiness Studies 1-25. https://doi.org/ 10.1007/s10902- 012-9339-1.

Eva, N., dan Bisri, M. (2018). Dukungan Sosial, Religiusitas, dan Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa Cerdas Istimewa. Prosiding Nasional Psikologi Klinis, 101 – 112.

Froh, J. J., Emmons, R. A., Card, N.

A., Bono, G., & Wilson, J. A. (2011). Gratitude and the Reduced Costs of Materialism in Adolescents. Journal of Happiness Studies, 12(2), 289–302.

https://doi.org/10.1007/s10902- 010-9195-9

Harjanti, D. K. S. (2021). Kesejahteraan Psikologis pada Remaja Panti Asuhan Ditinjau dari Internal Locus of Control dan Spiritualitas. Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP), 7(1), 83

https://doi.org/10.22146/gamajop.62236

Kumalasari, F., & Ahyani, L. N. (2012). Hubungan antara Dukungan Sosial dengan Penyesuaian Diri Remaja di Panti Asuhan. Pitutur, 1(1), 21–31.

Listiyandini, R. A., Nathania, A., Syahniar, D., Sonia, L., & Nadya, R. (2015). Mengukur rasa syukur: Pengembangan model awal Skala Bersyukur versi Indonesia. Jurnal Psikologi Ulayat, 2(2), 473–496. https://doi.org/10.24854/jpu39

Resty, G. T. (2016). Pengaruh penerimaan diri terhadap harga diri remaja di panti asuhan yatim putri aisyayah yogyakarta. Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan Dan Konseling, 5(1).

Ryff, C. D. (2014). Psychological Well- Being Revisited: Advances in the Science and Practice of Eudaimonia. Psychotherapy and Psychosomatics, 83(1), 10–28. https://doi.org/10.1159/0003532 63

Santrock, J. W. (2011). Life-span development (13th ed). McGraw- Hill Higher Education.

Sarwono, J. (2012). Metode Riset Skripsi: Pendekatan Kuantitatif Menggunakan Prosedur SPSS. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

Sativa, A. R., & Helmi, A. F. (2013). Syukur dan harga diri dengan kebahagiaan remaja. Wacana, 5(2).

Sood, S., & Gupta, R. (2012). A study of gratitude and well-being among adolescents. Journal of Humanities and Social Science, 3, (5).

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Watkins, P. C. (2014). Gratitude and the Good Life. Springer Netherlands. https://doi.org/10.1007/978-94- 007-7253-3

Wijayanti, S., Listiyandini, R. A., & Rahmatika, R. (2018). Peran Rasa syukur terhadap Kualitas Hidup Kesehatan pada Remaja di Panti Asuhan The Role of Gratitude on Health-Related Quality of Life (HRQOL) among Adolescents Living at Social Shelter. Konferensi Nasional Psikologi (Frenpsi), Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Wood, A. M., Brown, G. D. A., & Maltby, J. (2011). Thanks, but I’m used to better: A relative rank model of gratitude. Emotion, 11(1), 175–180.

https://doi.org/10.1037/a0021553


Refbacks

  • There are currently no refbacks.