Peran Moral Reasoning Terhadap Academic Dishonesty Mahasiswa Saat Melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh

Dimas Husni Nur Prayogi, Yuarini Wahyu Pertiwi

Abstract


Penyebaran COVID-19 di Indonesia yang cepat membuat pemerintah terpaksa harus menutup fakultas dan menerapkan pembelajaran jarak jauh dalam negeri. Fenomena yang terjadi di Universitas Bhayangkara Jakarta Raya berdasarkan survei awal peneliti menemukan bahwa masih terdapat kasus academic dishonesty pada mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran moral reasoning terhadap academic dishonesty pada mahasiswa saat melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif korelasional dan uji regresi. Subjek yang digunakan adalah mahasiswa di Universitas Bhayangkara Jakarta Raya dengan jumlah subjek sebanyak 108 subjek, dengan teknik pengambilan data menggunakan teknik convenience sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa moral reasoning memiliki peranan terhadap academic dishonesty. Berdasarkan hasil hitung uji korelasi non parametrik menggunakan Spearman’s Rho didapatkan hubungan sebesar -0,435** dengan siginifikansi 0,000 (p < 0,001), hasil menunjukkan adanya hubungan dengan arah korelasi negatif yang signifikan antara moral reasoning dengan academic dishonesty pada mahasiswa Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Serta berdasarkan hasil regresi diketahui nilai R Square sebesar 0,243, artinya ada pengaruh moral reasoning terhadap academic dishonesty sebesar 24,3%.

Kata Kunci: Moral Reasoning, Academic Dishonesty


Full Text:

PDF

References


Azwar, S. (2012). Penyusunan Skala Psikologi. Pustaka Pelajar.

Azzahra. (2020, January 10). [Policy Brief] Addressing distance learning barriers in Indonesia amid the COVID-19 pandemic. CIPS Indonesia. https://id.cips-indonesia.org/post/addressing-distance-learning-barriers-inindonesia-amid-the-covid-19-pandemic

Bandura, A. (1997). Self Efficacy, The Exercise Control. Standford University.

Buana, Z. P., & Soetjiningsih, C. H. (2019). Penalaran Moral Dan Perilaku Kecurangan. Perseptual, 4(1), 65–79.

Budinugroho, B. (2006). Penalaran moral dan kecurangan akademik mahasiswa. Thesis, 2006.

Etikan, I. (2016). Comparison of Convenience Sampling and Purposive Sampling. American Journal of Theoretical and Applied Statistics, 5(1), 1. https://doi.org/10.11648/j.ajtas.20160501.11

Guangul, F. M., Suhail, A. H., Khalit, M. I., & Khidhir, B. A. (2020). Challenges of remote assessment in higher education in the context of COVID-19: a case study of Middle East College. Educational Assessment, Evaluation and Accountability. https://doi.org/10.1007/s11092-020-09340-w

Kohlberg, L. (1995). Tahap-Tahap Perkembangan Moral. Kanisius.

Kohlberg, L., & Hersch, R. H. (1977). Moral Development : A Review of the Theory Lawrence Kohlberg ; Richard H . Hersh. Moral Development, 16(2), 53–59.

Koss, J. (2011). Academic Dishonesty Among Adolescents. Thesis, 1–33.

McCabe, D. L., Treviño, L. K., & Butterfield, K. D. (2001). Cheating in academic institutions: A decade of research. Ethics and Behavior, 11(3), 219–232. https://doi.org/10.1207/S15327019EB1103_2

Periantalo, J. (2016). Penelitian Kuantitatif Psikologi. Pustaka Pelajar.

Purnamasari, D. (2013). Educational Psychology Journal. Educational Psychology Journal, 2(1), 13–21. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/epj%0AFAKTOR-FAKTOR

Ramamoorti, S. (2008). The Psychology and Sociology of Fraud: Integrating the Behavioral Sciences Component Into Fraud and Forensic Accounting Curricula. Issues in Accounting Education, 23(4), 521–533. https://doi.org/10.2308/iace.2008.23.4.521

Rangkuti, A. A. (2011). Academic cheating behaviour of accounting students : A case study in Jakarta State University. Proceedings 5th Asia Pacific Conference on Educational Integrity, 105–109.

Rosalina Febrianti. (2009). HUBUNGAN ANTARA SELF-ESTEEM DAN PERILAKU ACADEMIC DISHONESTY MAHASISWA FIP UNNES DENGAN MEDIATOR PEER PRESSURE. 1(1), 1–6.

Safrilsyah, Yusoff, M. Z. bin M., & Othman, M. K. bin. (2017). Moral dan Akhlaq Dalam Psikologi Moral Islami. Psikoislamedia Jurnal Psikologi Volume, 2(2007), 155–169.

Sagoro, E. M. (2013). Pensinergian Mahasiswa, Dosen, Dan Lembaga Dalam Pencegahan Kecurangan Akademik Mahasiswa Akuntansi. Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, 11(2), 54–67. https://doi.org/10.21831/jpai.v11i2.1691

Santrock, J. W. (2011). Perkembangan Masa Hidup (13th ed.). PT Gelora Aksara Pratama.

Sarirah, T., Rachmayani, D., & Supriyono, Y. (2017). Peran Academic Dishonesty Dalam Menjelaskan Hubungan Antara Self-Regulated Learning dan Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Prestasi Akademik. Mediapsi, 03(01), 1–8. https://doi.org/10.21776/ub.mps.2017.003.01.1

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualtatif Dan R&D. Alfabeta.

Thorne, L. (2000). The Development of Two Measures to Acces Accountants Prespective And Deliberative Moral Reasoning. Behavioral Research In Accounting, 139–169.

You, D., & Bebeau, M. J. (2013). The independence of James Rest ’ s components of morality : evidence from a professional ethics curriculum study. In Ethics and Education (Vol. 00, Issue 0, pp. 0–1). Taylor & Francis. https://doi.org/10.1080/17449642.2013.846059

Yustika, G. P., & Subagyo, A. (2019). Masalah Yang Dihadapi Dunia Pendidikan Dengan Tutorial Online : Sebuah Short Review. TADBIR : Jurnal Studi Manajemen Pendidikan, 3(2). https://doi.org/http://dx.doi.org/ 10.29240/jsmp.v3i2.1178 Masalah


Refbacks

  • There are currently no refbacks.