Gambaran Kebermaknaan Hidup Pelaku Non-Suicidal Self-Injury (NSSI)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana gambaran kebermaknaan hidup bagi pelaku Non-Suicide Self-Injury (NSSI). Penelitian ini menggunakan tipe penelitian kualitatif model studi kasus. Teknik pengumpulan data diambil melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan pelaku NSSI memandang bahwa dirinya tidak berharga, tidak berdaya dan perasaan kecewa atas penghinaan. Penghayatan makna kehidupan menjadi suatu hal yang tidak penting, namun pelaku NSSI masih memiliki harapan untuk kehidupan mereka. Kebermaknaan hidup didapati melalui pemenuhan salah satu atau ketiga nilai kehidupan yaitu nilai daya cipta, nilai pengalaman dan nilai sikap. Bila keinginan untuk hidup bermakna dapat dipenuhi maka kehidupakan akan dirasa berguna, berharga dan berarti.
Kata Kunci: kebermaknaan hidup, nssi, dewasa muda
Full Text:
PDFReferences
Arinda Olphi D, Mansoer Winarini W. (2020). NSSI (Non-Suicidal Self-Injury) pada Dewasa Muda di Jakarta: Studi Fenomenologi Interpretatif. Jurnal Psikologi Ulayat. DOI: 10.24854/jpu150
Bastaman, H.D. (2007). Logoterapi: Psikologi untuk Menemukan Makna Hidup dan Meraih Hidup Bermakna”, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Biromo, A. R. (2015). Uji validitas dan reliabilitas Self-harm Behavior Questionnaire versi bahasa
Indonesia [Tesis, Universitas Indonesia]. http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/2016-5/20417225-SP-Anastasia%20Ratnawati%20Biromo.pdf
Halicka Joana, Kiejna Andrzej. (2018). Non-suicidal self-injury (NSSI) and suicidal: Criteria differentiation. International Journal Clinical and Experimental Medicine. DOI: 10.17219/acem/66353
Herdiansyah.H. (2015). Metodelogi Penelitian Kualitatif untuk Ilmu Psikologi.Jakarta: Salemba Humanika.
Hurlock, E. B. (1996). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga.
Koeswara, E. (1992). Logoterapi Psikoterapi Viktor Frankl. Yogyakarta: Kanisius
Mahtani, S., Melvin, G., & Hasking, P. (2017). Shame proneness, shame coping, and functions of nonsuicidal self-injury (NSSI) among emerging adults. Emerging Adulthood, 6(3), 159-171.
Martin, J., Bureau, J. F., Yurkowski, K., Fournier, T. R., Lafontaine, M. F., & Cloutier, P. (2016). Family-based risk factors for non-suicidal self-injury: Considering influences of maltreatment, adverse family-life experiences, and parent–child relational risk. Journal of Adolescence, 49, 170-180.
Monks, F. J, Knoers, A. M. P & Haditono, S. R. (2001). Psikologi Perkembangan: Pengantar Dalam Berbagai Bagiannya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Swahn, M. H., Ali, B., Bossarte, R. M., Van Dulmen, M., Crosby, A., Jones, A. C., & Schinka, K.C. (2012). Self-harm and suicide attempts among high-risk, urban youth in the US: Shared and unique risk and protective factors. International Journal of Environmental Research and Public Health, 9(1), 178-191.
Sugiono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Refbacks
- There are currently no refbacks.