Hubungan Harga Diri Dan Dukungan Sosial Keluarga Dengan Resiliensi Pada Odha Saat Pandemi Covid-19
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara harga diri dan dukungan sosial keluarga dengan resiliensi pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Yayasan Intermedika Jakarta. Sampel pada penelitian ini berjumlah 50 orang subyek dengan metode pengambilan data menggunakan teknik incidental sampling. Alat yang digunakan adalah skala resiliensi (9 item, α = 0.846), skala harga diri (21 item, α = 0.930), dan skala dukungan sosial keluarga (21 item, α = 0.940). Penelitian ini mengolah data menggunakan SPSS versi 23.0 for Ios. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan bivariate antara harga diri dengan resiliensi didapatkan nilai korelasi sebesar 0.483 dan p = 0.01 (p<0,05), hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan ke arah positif antara harga diri dan resiliensi pada orang dengan HIV/AIDS di Yayasan Intermedika Jakarta. Pada hasil analisis antara dukungan sosial keluarga dengan resiliensi didapatkan nilai koefisien korelasi sebesar -0.021 dan p = 0.887 (p>0,05), hal ini menunjukkan bahwa H0 diterima yaitu, tidak ada hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan resiliensi pada orang dengan HIV/AIDS di Yayasan Intermedika Jakarta. Dapat dikatakan bahwa sebagian besar subyek penelitian tidak merasa mendapatkan dukungan sosial keluarganya karena tidak berada dalam satu tempat tinggal yang sama dengan anggota keluarga dan telah mandiri saat kontrol dan berobat.
Kata Kunci : resiliensi, harga diri, dukungan sosial keluarga.
Full Text:
PDFReferences
Adicondro, N., & Purnamasari, A. (2011). Efikasi Diri, Dukungan Sosial Keluarga Dan Self Regulated Learning Pada Siswa Kelas VIII. Humanitas , 17-27.
Anwaruddin, H. (2017). Dukungan sosial dan Kecerdasan emosi dengan Resiliensi korban banjir. Jurnal psikologi Indonesia. 6(1) : 21-30.
Baron, R. A., Branscombe, N. R., & Byrne, D. (2011). Social psychology (13th ed). Boston: Pearson.
Bastaman, H. D. (1996). Meraih hidup bermakna. Jakarta: Paramadina.
Campbell‐Sills, L., & Stein, M. B. (2007). Psychometric analysis refinement of the connor–davidson resilience scale (CD‐RISC): Validation of a 10‐item measure of resilience .Journal of Traumatic Stress : Official Publication of The Internasional Society for Traumatic Stress Studies, 20(6), 1019- 1028. Diakses melalui http://www.repar.veille.qc.ca/info- tcc/IMG/pdf/CampbellSills_Stein _2007.pdf pada tanggal 8 juli 2020, pukul 23.01 WIB
Connor, Kathryn M., & Davidson, Jonatahan R. T. (2003). Development Of A New Resilience Scale: The Connor- Davidson Resilience Scale (CD- Risc). Research Article. 18:76-82. Diakses pada tanggal 24 april 2019, pukul 18.01 WIB.
Dianita, h., & supradewi, r. (2020). Peran tawakal dan dukungan sosial keluarga terhadap resiliensi pada pasien gagal ginjal yang menjalani terapi hemodialisis. Prosiding konferensi ilmiah mahasiswa unissula (kimu) klaster humanoira.
Dwyer, P. C., Snyder, M., & Omoto, A. M. (2013). When stigma-by-association threatens, self-esteem helps: Self-esteem protects volunteers in stigmatizing contexts. Basic and Applied Social Psychology, 35(1), 88-97.
Ekasari, A., & Andriyani, Z. (2013). Pengaruh Peer Group Support dan Self-Esteem terhadap Resilience Pada Siswa SMAN Tambun Utara Bekasi. Jurnal soul. 6(1) :1-20.
Grotberg, E. H. (1995). A guide to promoting resilience in children: Strengthening the human spirit. Early Childhood Development: Practice and Reflections, V.8. The Hague- NO: Bernard Van Leer Foundation
Heatherton, Tod F., & Polivy, J. (1991). Development and validation of scale Measuring State Self-Esteem. Journal of personality and social psychology. 60(6):895-910. Diakses pada 2 Juli 2019 pukul 12.04 WIB
Kusuma, R. (2017). Mencegah seks bebas, narkoba dan HIV/AIDS. Yogyakarta : Ar-ruzz media. Diakses dari aplikasi ipusnas pada 16 april 2020 pukul 15:06 WIB.
Lemme, B. H. (1995). Development in adulthood. Boston: Allyn and Bacon.
Mann, M., Hosman, C. M., Schaalma, H. P., & de Vries, N. K. (2004). Self-esteem in abroad-spectrum approach for mental health promotion. Health Education Research 19, 357−372.
McCubbin, L. (2001). Challenges to the Definition of Resilience. Diakses dari: https://eric.ed.gov/?id=ED458 498 pada 13 mei 2019 pukul 00.21 WIB.
Myers, D.G. and Twenge, J.M. (2016) Social Psychology. 12th Edition, McGraw- Hill, New York.
Nurhidayati, N., & Nurdibyanandaru, D. (2014). Hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan self esteem pada penyalahgunaan narkoba yang direhabilitasi. Jurnal psikologi klinis dan kesehatan mental. 3(2): 52-59. Diakses dari http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-jpks5c662b1d30full.pdf pada tanggal 20 April 2020 pukul 23.53 wib.
Sancahya, A. A. G. A., & Susilawati, L. K. P. A. (2014). Hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan self esteem pada remaja akhir di kota denpasar. Jurnal Psikologi Udayana, 1(3), 440-450. Diakses melalui https://bit.ly/2ZhtD4K pada tanggal 25 juni 2020 pukul 00.32 WIB.
Sarafino, EP & Smith, TW (2011).Health psychology : Biopsychosocial interactions (7th ed.). New York ,NY: John Wiley & Sons Inc.
Savitri, A. D., & Purwaningtyastuti, P. (2019). Resiliensi pada Remaja yang terinfeksi HIV/AIDS (ODHA). PHILANTHROPY: Journal of Psychology, 3(2), 137-151. Diakses dari http://journals.usm.ac.id/index.php/philanthropy/article/view/1724 pada tanggal 20 april 2020 pukul 22.39 WIB.
Setiawan, A., & Pratitis, N. T. ( 2015). Religiusitas, Dukungan Sosial, dan Resiliensi korban lumpur lapindo. Jurnal psikologi indonesia. 4(2): 137-144.
Srisayekti, W., Setiady, D. A., & Santisio, R. B. (2015). Harga Diri (Self esteem) terancam dan Perilaku menghindar. Jurnal psikologi. 42 (2) ; 141-150.
Refbacks
- There are currently no refbacks.